#1442h Tumblr posts

  • laman-salman
    06.05.2021 - 1 hour ago
    View Full
  • nikmah-hd
    06.05.2021 - 2 hours ago

    FAMILY'S Q-TIME

    Kata seorang Ustadz, 10 malam terakhir adalah momennya keluarga. Dimana orangtua membangunkan anak-anaknya untuk salat malam, beri'tikaf. Dimana orangtua meluangkan waktu berkualitas untuk mendidik anak-anaknya beribadah, bersama-sama

    .......

    Dulu kupikir momen paling menyenangkan saat Ramadan adalah menghitung iklan-iklan di televisi nasional menuju azan maghrib. Atau saat mengantarkan makanan ke masjid untuk berbuka, lalu memilih makanan lain yang diantarkan tetangga untuk ditukar dengan milikku

    Dulu aku pikir, yang paling menyenangkan adalah curi-curi istirahat di waktu tarawih yang jumlah rakaatnya 20 + 3 rakaat witir, sambil ngemil mie instan bungkusan

    Makin kesini, ternyata momen yang paling aku ingat dan rindukan adalah waktu-waktu Buya dan Ummi membangunkan kami di sepertiga malam, 'menyeret' kami yang seperti zombie pergi ke masjid

    Tidak jarang pula digendong karena mata kami yang tak kunjung terbuka. Yaa meskipun pada akhirnya kami lebih banyak tidur, sayup-sayup bacaan salat dan tilawah Ummi Buya sepanjang malam menuju sahur masih terasa menenangkan diingatan

    .......

    Hari ini 24 Ramadan 1442 H. Six days to go..

    Mendengar nasihat Ustadz tentang family time, rasanya ingin segera terbang pulang ke rumah. Regretted my decision not to go home this Ramadan, but Allah knows best. Alhamdulillah 'alaa kulli haal

    Well actually, spending my last 10 nights with friends never failed. Kan sesama Muslim adalah saudara, keluarga juga toh?

    God.. let me be thankful for You everytime in every chance

    اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ، وَلَكَ الشُّكْرُ
    Ya Allah, nikmat apapun yang ada padaku di waktu pagi atau yang ada pada setiap makhluk-Mu, semuanya hanya dari-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu, bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu segala syukur
    View Full
  • liputan4
    05.05.2021 - 15 hours ago

    Rutan Makale Tator Usulkan 22 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Dapat Remisi di Hari Raya Idul Fitri 1442H

    Rutan Makale Tator Usulkan 22 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Dapat Remisi di Hari Raya Idul Fitri 1442H

    LIPUTAN4.COM,TANA TORAJA–Dapat remisi khusus, 22 narapidana (napi) atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Makale Tana Toraja, akan bebas pada Hari Raya Idul Fitri 1442H nanti. 22 napi mendapatkan remisi yang berkelakuan baik selama masa tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Makale Tana Toraja Kita telah usulkan pemberian remisi 22 orang WBP ke…

    View On WordPress

    #22 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Dapat Remisi di Hari Raya Idul Firi 1442H
    View Full
  • liputan4
    05.05.2021 - 16 hours ago

    Rutan Makale Tator Usulkan 22 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Dapat Remisi di Hari Raya Idul Firi 1442H

    Rutan Makale Tator Usulkan 22 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Dapat Remisi di Hari Raya Idul Firi 1442H

    LIPUTAN4.COM,TANA TORAJA–Dapat remisi khusus, 22 narapidana (napi) atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Makale Tana Toraja, akan bebas pada Hari Raya Idul Firi 1442H nanti. 22 napi mendapatkan remisi yang berkelakuan baik selama masa tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Makale Tana Toraja Kita telah usulkan pemberian remisi 22 orang WBP ke…

    View On WordPress

    #22 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Dapat Remisi di Hari Raya Idul Firi 1442H
    View Full
  • laman-salman
    05.05.2021 - 1 day ago
    View Full
  • laman-salman
    04.05.2021 - 1 day ago
    View Full
  • laman-salman
    03.05.2021 - 3 days ago
    View Full
  • laman-salman
    02.05.2021 - 3 days ago
    View Full
  • laman-salman
    02.05.2021 - 3 days ago
    View Full
  • nurramadanims
    01.05.2021 - 4 days ago

    Arsiran Abu

    Salam again, udah malem ke 20 Ramadhan nih alhamdulillah!

    Aku mau lanjut cerita keresahanku yang lain. Akhir-akhir ini aku jadi nambah bingung “Saat-saat kapan kita harus berani untuk speak up, dan sebaliknya kapan saja seharusnya kita diam sejenak dulu”. Banyak banget hal-hal yang belum bisa aku pisahkan menjadi hitam dan putih, intinya masih banyak yang abu-abu. Bagian abu-abu inilah yang bikin ragu-ragu, mau ngomong atau diem aja.

    Sedikit cerita buat temen-temen yang seperkuliahan denganku. Ada suatu masa dimana di prodiku, khususnya angkatanku, diberlakukan sistem baru. Menurutku pribadi sistem ini sebetulnya bagus karena aku udah baca beberapa literatur yang memvalidasi baiknya sistem pembelajaran ini. Sayangnya, masih banyak yang kurang nih dalam implementasi riilnya. Nah aku tau sebetulnya banyak teman-teman yang kurang setuju, husnuzonnya adalah karena kurang bagusnya implementasi tersebut. Tapi gatau kenapa suasananya tuh buatku pribadi udah toksik banget sih. Yang mana saat itu orang-orang yang bersuara terlalu negatif banget. Kan jadi sedih ya, padahal buat implementasi sistem baru tu pasti susah kan. Butuh proses dan uji coba berulang kali supaya sukses. Ngga tring dalam satu atau dua semester beres.

    Yauda tuh gegara udah gerah banget, akhirnya aku coba ngomong di depan umum kalo misalnya kita harus adaptif, harus memaknai lah si proses ini, dan meski banyak kurangnya, harusnya sama-sama bantu improve dengan cara yang baik. Singkatnya seperti itu. Namun kocaknya emang dosennya tuh membuka diskusi cuma hanya sebatas bridging ke kepentingan beliau aja di hari itu. Omonganku dan temen-temen yang lain mungkin hanya dianggap angin lalu.

    Terus abis itu temenku ada yang bilang tuh ke aku “Percuma nur lu nangis di depan tadi (karena aku ngomongnya emang sambil nangis, yaiyalah bo setakut ituuu :’) cuman dipake buat basa-basi aja”. Kalau aku disitu lagi sensi-sensinya, pasti aku udah ngomong ke diri sendiri “Iya juga ya, ngapain gue ngomong ampe nangis-nangis tapi gada hasilnya, malu banget kali luu”. Cuman gatau kenapa karena niat awalnya emang bukan pengen mengubah si sistem atau apalah itu, aku jadi sama sekali ngga nyesel ngomong di depan tadi.

    Niat awalku karena semalemnya aku abis baca buku, yang inti dari kata-kata dalam buku itu adalah “Kalau misalnya kamu diem, sama aja kamu setuju sama pendapat mereka”. Udah itu doang, intinya aku cuman pengen nunjukin loh kalo masih banyak ko temen-temen yang lain yang sebetulnya suka sama sistem baru ini, masih banyak ko orang-orang yang ngedukung tapi tetap mengkritisi dengan cara yang lebih baik. Cuman mungkin belum ada aja yang merepresentasiin kelompok tesebut. Tapi kenyataannya ada kok, gituuu. Yaudah itu aja motivasi akuu.

    Dari sini aku belajar, kalo saat-saat tadi adalah saat yang tepat untuk bersuara aku rasa. Aku juga belajar, kalau sandaran motivasi kita bukan karena orang lain, tapi karena diri sendiri, dan karena ingin ngebuktiin ke Allah, kecewa itu ngga bakal ada guys, yakin deh seyakin-yakinnya.

    Udah si pengen cerita itu doang, cuman-cuman buat kalian yang bener-bener kenal sama aku. Emang aku tuh orangnya bisa dibilang gegabah gitu. Kalau misal ada yang nyulut, aku suka bertindak tanpa dipikir terlalu matang kayak telor, aku suka pengen ngomong aja dan mengklarifikasikan hal-hal yang menurut aku keliru. Tapi ya itu tadi, menurut aku. Sedangkan karena terlalu terburu-buru, masih banyak potongan scene yang sesungguhnya aku ngga tau. Nah sifat ini kadang kala ada baiknya, tapi sering juga nimbulin dampak yang ngga kepikiran sebelumnya. Well, i still learn dan berusaha juga untuk nyeimbangin itu. Nah semoga wkwk siapapun nanti yang jadi temen hidupku bisa menetralisir ataupun bisa belajar bareng-bareng lah akan hal ini haha. Btw next story pengen banget nih sedikit cerita tentang cheossarang. Gimana caranya bisa kek move on dan naik level ujian hidupnya dan apa aja si yang aku dapetin dari pengalaman ini.

    Oke bay mo bobok duls!

    #19 Ramadhan 1442H
    View Full
  • laman-salman
    01.05.2021 - 4 days ago
    View Full
  • nikmah-hd
    30.04.2021 - 5 days ago

    Heart Contents

    God.. today i feel too miserable, feels like somewhere, in my heart, has broken. And i think it is bcs i, too, have broke other's

    .......

    Menuju sore, bocah cengeng itu mengadu

    Konon pagi tadi dia juga menangis namun karena merasa sangat baik. Everything's great, alhamdulillah, bisik si bocah sambil membuka lembaran buku dihadapannya

    Allah Yang Maha Membolak-balikan hati. Air dari sumber yang sama itu punya alasan keluar dan tujuan alir yang sangat berbeda

    Regret indeed comes later, and it's never did good to me. But again, who ever feel good about regret, iya kan?

    Masih berdialog, bocah itu menumpahkan lagi keluhannya. Dia menghela nafas panjang. "Besok bagaimana ya?" Pikirnya

    God, please.. bear with me. I am weak, i easily cry, and whine very often, tripped over and over. And You actually know better how i am. And i know indeed how You Is The Most Shabr, so please Yaa Muqallibal Quluub, tsabbit qalbi 'alaa diinika (wa 'alaa tha'atika)"

    Pintanya memelas di akhir sesi curhat hari ini

    .......

    Malam, bocah itu kembali ke Masjid kebanggaan kampusnya. Tentu masih dengan misi mencari ridho-Nya

    Tapi dasar, hati sedang tak bersahabat, urusan dunia terus saja berputar di kepala. Dia bahkan tak ingat rakaat yang sudah dijalani, akankah setelah salam ini witir ataukah masih melanjutkan tarawih

    Padahal pagi tadi dia membaca untaian paragraf yang dengannya bocah itu merasa seolah seluruh sisa salatnya akan terasa indah

    Memang ternyata tak hanya belajar yang butuh kesabaran, amalan yang istiqomah bahkan lebih membutuhkannya

    Kemudian dia teringat sebuah doa yang dia dapatkan dari temannya

    Malam ini, bocah itu belum menyelesaikan masalahnya. Namun biidznillah, ia kembali mendapat kan ketenangannya

    View Full
  • laman-salman
    30.04.2021 - 6 days ago
    View Full
  • nurramadanims
    29.04.2021 - 6 days ago

    Tiga Perkara

    Salam, guys! Finally nulis lagi di tumblr setelah sekian lama fyuh. Dan setelah berhari-hari lamanya ngga ngelanjutin goals aku di ramadhan tahun ini yaitu #30days Challenge ala-ala gitu nulis. Cuman nulisnya di diari harusnya, tapi karena mager nulis tangan akhirnya ketik aja deh dan mari kita arsipkan dalam tumblr ini.

    Okay, let’s get start it!

    Bismillah, sejujurnya aku lagi resah dengan tiga perkara. Tiga ya tiga, bukan lima perkara hazik. Yang pertama, aku tuh selalu bingung gitu ya sama orang-orang yang sloooooow respon. Slownya ini bener-bener parah gituu deh, misal baru dibales 4 hari, 7 hari, bahkan ngga di read sedih ga wkwk. Bingung aja gitu, ngga kepikiran kenapa ya chatnya ngga dibuka? Mungkin mereka sibuk, oke tapi ada juga orang sibuk yang tetep buka dan ngebales chat. Tapi kan tiap orang beda nur, terus aja ini alesannya heu. Mungkin mereka lagi butuh sendiri dan nggak pengen di ganggu daan lain-lain, jujur aku juga pernah bahkan agak sering kayak gini kalo lagi sensi, tapi ko sering banget yah. Again, tiap orang beda. Oke oke dan oke. Mungkin mereka ngga nyaman sama kamu, oke kalo gini aku harus minta maaf si. Tapi terus apakah dengan gitu lantas semua berubah. Maybe yes, maybe no. Kenapa ya, padahal cuma buka dan bales aja gitu loh. Toh itu ada tanggung jawab di dalamnya. Toh pada mulanya mereka adalah bagian dari juga.  

    Terus aku bingung aja, apa solusinya. Apa yang sekiranya bisa bikin kita sama-sama bisa jadi orang yang nggak harus fast respon, tapi membalas jika dibutuhkan, atau kalau bisa membalas walau tak dibutuhkan hahah, kayak kirim stiker gitu. Atau kalian tim yang, yauda beda-beda kan orang. Biarin aja kali. Sejujurnya aku greget kalo kalian termasuk tim itu. Kek basi banget hello, jawaban itu tuh. Kalo dibiarin aja kapan kek berubahnya gitu loh. Insyaallah dengan respon kan jadi ngga nyusahin orang, jadi mengerjakan amanah tepat waktu, dan masih banyak hal-hal positif lainnya. Karena kalo aku pribadi, termasuk orang yang pengen banget nih ngelurusin kalo seandainya harusnya ngga kayak gitu. Jadi, kasi tau dong aku solusinya apa..

    Yang kedua, aku tau ngomongin di belakang itu enak banget wkwk, safe lah kasarnya mah. Alibinya “kan gue berpendapat, ya sah-sah aja dong”. Aku juga sering ngomong macem-macem di inner circle-ku. Tapi kan ya di inner circle yah, bukan di publik. Kalo di publik kek mo ngumpulin massa ae, nyari sekutu. Tapi tapi ku juga mengakui bahwa kalo ngomong di belakang dengan niatan yang salah, ya itu salah banget. Malah bikin salah paham yang tak kunjung usai. Kenapa ngga langsung ngomong aja, yang meski ngga enak, kan bakal bisa jadi sama-sama enak endingnya. Gitu loh. Gasuka deh asumsi-asumsi. Emangnya channelnya pangeran heu. Ngerti ngga loe? HAHAH

    The last, kalau ada sesuatu yang ngga bener, kenapa diem aja. Kenapa ngga berusaha buat dilurusin. Padahal ada hak dan menurut gue si wajib untuk diobrolin baik-baik gitu. Balik lagi ke perkara kedua, jangan di belakang la. Ya tadi meski gue juga suka takut-takut kalo ngomong langsung, tapi pengen deh semuanya tuh diomongin biar sama-sama clear. Dan ngga di diemin gitu aja. Sedih bro kalo diasumsikan tapi ternyata meleset, dan nanti ujung-ujungnya bakal memandang dengan sudut pandang yang keliru. Emang enak ya hidup kayak gitu? Menurut gue sih engga, kek ngga nyaman aja. Yauda gitu aja. Dan yang lebih sedih lagi, gue sebagai muslim Cuma bisa diem aja, ngga bisa membela apapun. Bukan berarti gue 100% bener ya, dan bukan berarti gue ada mencerminkan diri gue ini muslim yang paling bener, bukan gitu mikirnya, ya kalo salah gua juga mau minta maaf. Sedih aja, kalo keinget Umar dulu yang bela Islam mati-matian. Khalid yang keren banget menumpas segala hal yang bathil. Kek dulu Islam bener-bener kokoh banget. Sekarang, maaf gue belum bisa sekeren kalian para sahabat nabi :”) ah kenapa ini bikin netes banget :””

    #17 Ramadhan 1442H
    View Full