#Jangan Benturkan Tumblr posts

  • eddysiswanto-blog
    19.06.2021 - 1 mont ago

    Polemik TWK Pegawai KPK, Romio Franz: Jangan Benturkan Pancasila dengan Agama

    Polemik TWK Pegawai KPK, Romio Franz: Jangan Benturkan Pancasila dengan Agama

    JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyakara, Franz Magnis Suseno menilai pembuat pertanyaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk pegawai KPK soal pilih Al Quran atau Pancasila justru gagal paham. Dia lantas menyebut kalau pembuat pertanyaan tersebut lah yang tidak Pancasilais. Franz mengaku tidak habis pikir dengan adanya pertanyaan itu dalam soal TWK pegawai…

    View On WordPress

    #Headline#Jangan Benturkan #Pancasila dengan Agama #Romo Franz Magnis Suseno
    View Full
  • gegapmantisa
    04.06.2021 - 1 mont ago

    semakin bertambahnya usia semakin belajar sedikit demi sedikit untuk memahami bagaimana dunia bekerja. bagaimana suatu sistem terbentuk. bagaimana suatu siklus berputar. makhluk kecil itu sedang berproses dan bertumbuh mencerna dan membaca, merangkak dan tertatih perlahan-lahan untuk memahami dunia. ia kan dibenturkan dengan masalah-masalah yang ia pun saat ini belum mengerti apa hikmah dibalik masalah tersebut, yang dia tau masalah itu kan membuatnya menjadi lebih kuat. dan ia selalu percaya bahwa tidak harus paham segalanya sekarang, perlahan saja. nanti kan kau temui bahwa satu persatu masalah yang di benturkan kepadamu itu mempunyai maksud. tentu saja maksud yang baik padamu. jangan tolong sekali lagi jangan. meremehkan segala rencanaNya. sungguh Ia adalah sebaik-sebaiknya perencana dan sutradara kehidupan tiap makhluknya. Ia pasti selalu memberikan yang terbaik pada hambanya. satu lagi yang kupelajari bahwa kita boleh kehilangan apapun di dunia ini tapi satu, jangan sampai kehilangan diri sendiri ya? walaupun sejatinya kita tidak mempunyai apapun di dunia termasuk diri sendiri. semuanya punya Allah dan akan kembali padaNya. pertanyaanyya sudahkah memaksimalkan sebaik-baiknya semua titipan yang telah diberikan kepadamu? tolong jaga diri baik baik. pastikan kamu selalu baik terhadap kamu. ingatlah yang 24/7 selalu bersama kamu ya dirimu sendiri. maka berterimakasih lah. berterimakasih lah dengan tulus dan dalam bahwa kamu menyayangi kamu. bahwa kamu merupakan sosok yang tangguh. terimakasih untuk tidak menyerah sesulit apapun keadaan terasa. segenting apapun masa nya, percayalah semua kan berlalu. pun sesenang apapun yang terasa ia pun sama kan berlalu. maka sewajarnya saja. secukupnya. berbahagia secukupnya, pun bersedih secukupnya. ingatlah selalu rasa syukur adalah obat mujarab dari segala macam state kehidupan. sungguh, aku sayang aku. terima kasih aku. terima kasih kamu. terima kasih ya Allaaaah. alhamdulillahh:’)

    View Full
  • jitunews
    17.02.2021 - 5 monts ago
    #jitunews #JITU NEWS Indonesia - Berita Nasional #Politik#Peristiwa#Pangan#Energi#Air #Dan Gaya Hi
    View Full
  • bhinuka
    10.01.2021 - 6 monts ago

    1. Sebagai Sepasang Kekasih

    ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

    ㅤㅤSebagai sepasang kekasih ㅡbahkan jika tidakㅡ wajar jika segalanya tak berjalan sesuai rencana, termasuk kepulanganmu yang teramat tiba-tiba.

    ㅤㅤKamu ingat di kediaman impian kita? Dengan kotak pos berwarna merah menyala yang tampak serasi dengan rumah kecil ini. Bangunan tempat aku dan kamu merajut apapun yang bisa kita rajut; duka, suka, dan kecewa.

    ㅤㅤDan selama berjuta tiba-tiba yang menghantuiku, aku membaca berlembar-lembar puisi yang kamu simpan di kotak pos tadi, tertawa kecil sebab jemarimu terkadang jahil. Aku bernostalgia ria, melihat wajah indahmu di mana-mana.

    ㅤㅤTepat di hari pernikahanku dan dirimu, kamu menghadiahiku sebuah buku. Isinya, puisi-puisi buatanmu. Kamu ini bak seorang penyair, campur aduk perasaan dalam kalbuku engkau gilir satu-persatu. Terkadang aku kaubuat senang dahulu, tapi tak lama aku bersimpuh dan menggerutu. Terkadang namaku yang engkau sematkan hingga beribu-ribu kali, dan terkadang itu Ibu, atau Mawar ㅡmantan kekasihmu.

    ㅤㅤDan setelah beberapa bulan kita membina hubungan, sebuah mahkota dari bunga yang kamu buat sendiri sukses kamu berikan. Padaku, senyum simpulmu kamu kembangkan berkali-kali.

    "Kamu cantik." pujimu. Aku tersipu malu.

    ㅤㅤSetelah satu setengah tahun segalanya kita bangun, kamu terpaksa pergi. Kalau tidak salah, kamu harus menemui Sumirah. Aku tak pernah tahu apa urusanmu. Lebih tepatnya, kamu memang sengaja menjadikannya sebuah rahasia.

    ㅤㅤBerbulan-bulan kamu pergi, berbulan-bulan tak ada surat yang dikirim, bahkan kamu tak bersedia mampir ke dalam mimpiku. Aku merindu hingga membeku, entah apa urusan penting itu hingga berbulan-bulan lamanya kamu meninggalkanku.

    Atau, sebenarnya kamu melupakan aku?

    2. Mendung

    ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

    Tempat tinggal kita diselimuti kabut, begitupun dengan hatiku. Tak kulihat sampan yang kaubawa pergi bersamamu perlahan menggapai pantai. Tak kulihat seorang Tukang Pos menyelipkan beberapa lembar surat pada kotak pos terburu-buru bak tengah dikejar untuk dibantai.

    Seperti biasa, puisimu dan aku bercumbu rayu. Melepas rindu hingga mataku sayu. Pada Tuhan aku bersumpah, bahwa hatiku semakin serakah.

    Seseorang mengetuk pintu, kupikir itu kamu. Maka aku berlari menuju pintu, terburu-buru. Aku membukanya bernafsu, ingin segera kurebut kamu dari tugas-tugas yang membawamu hilang dari genggaman.

    Aku melihat kamu! Tapi, kenapa lelaki besar itu membopong tubuhmu, sayang? Ia memaksa untuk masuk, merebahkan tubuhmu di sofa, dan memintaku membawakan handuk.

    "Suamiku kenapa, Kang Mas?" aku mencoba bertanya. Wajah garangnya mengulitiku, aku menggigil meredam rasa takutku.

    "Kamu buta? Lihat, sekujur tubuhnya membiru. Apa lagi kalau bukan tiada? Jangan gila." jelasnya.

    Aku terdiam membeku. Tapi lututku tak setuju. Aku ambruk di sofa tempat tubuhmu berbaring, pipiku tak kering-kering. Sayang, kenapa malah bercanda? Harusnya kita bertegur sapa, tapi oleh-oleh yang engkau bawa ini serupa dengan bencana.

    Pria sangar tadi bercerita, ia menemukanmu hanyut dibawa arus dalam gulita. Kebetulan, ia mengenalmu. Namanya Randu. Oh, aku ingat. Ia pria yang memasang kotak pos berwarna merah kesayangan kita. Tapi, aku merasa tak biasa. Randu, ia tampak berbeda.

    Sementara aku tersedu-sedan, Randu menarikku pergi darimu, ia melucuti sandangannya, mengunci diriku di kamar tamu tempat ia menarikku berlalu.

    Rasanya janggal, apa yang ia rencanakan? Aku berjalan keluar mendekati pintu, tapi Randu mencekal pergelangan tanganku. Aku meronta, tapi lengan besarnya tak mau diam saja.

    Duk!

    Kepalaku ia benturkan, pada ujung meja rias yang kosong, tubuhku ia bopong. Aku tak sanggup berdiri, pandanganku semu seiring Randu melucuti pakaianku satu-persatu.

    3. Kekal

    Kuda-kuda yang dilepas itu berlarian

    Menuju ladang,

    dengan terlampau riang

    Kenangan buruk yang melekat itu berguguran

    Bersama kamu,

    yang telah pergi ke lain pangkuan

    Aku memaafkan Randu,

    seperti pintamu di mimpiku

    Aku merelakan kepergianmu,

    dan seharusnya memang begitu

    Sampan yang kamu bawa tak pernah pulang

    Oleh-oleh yang kamu janjikan tak pernah datang

    Dan tugas-tugasmu tetap menjadi rahasia

    Tak ingin aku mengusik,

    walau dalam angan mereka terlampau berisik

    Kamu lah yang raib dari kita berdua

    Dan sebelumnya, ini membuatku gila

    Selebihnya biar dikenang sebagai peristiwa

    Engkau raib namun kekal dalam cerita

    #Raib pada dasarnya merupakan kutipan dari buku harian tokoh Bhinusuar Radeska. Maka dari itu #Writa sangat berupaya untuk meminimalisir dialog. Terima kasih untuk menyempatkan diri membaca karangan kesekian dari #Writa. Tabik dan salam sejahtera.

    View Full
  • jitunews
    20.12.2020 - 7 monts ago
    #jitunews #JITU NEWS Indonesia - Berita Nasional #Politik#Peristiwa#Pangan#Energi#Air #Dan Gaya Hi
    View Full
  • pandakecil93
    04.12.2020 - 7 monts ago

    Serpihan Patah Hatiku

    Sedikit malu, tapi kupikir memang harus kutuangkan dalam bentuk tulisan. Ini mediaku, dan inilah buku kehidupanku. Semua cerita hidupku sbagian kutumpahkan dalam sosial media. Awalnya aku hanyalah wanita biasa. Semua berjalan normal. Kehidupanku mulai dari keluarga sampai percintaan dan segala macam tetebengek. Semua wanita memimpikan cinta pertama yang sempurna, begitu juga aku. Tapi aku tidak mendapatkannya, yang kudapatkan hanyalah patah hati pertamaku. Yah, aku tidak mendapatkan cinta pertama itu dr sosok Ayah. So deep, setiap saat aku protes ke Tuhan, kenapa aku tidak mendapatkan cinta pertamaku yang sempurna? Kenapa kau berikan aku patah hati pertamaku? Aku bukan wonder woman! Aku juga ingin! (Fyi, saat ini adalah titik tersedihku sampai menangis bgitu hebat) Aku merasa banyak kehilangan masa terbaikku sebagai gadis kecil dan seorang wanita. Aku tidak mendapatkan perasaan yg tulus. Oh mungkin ada, tapi tidak bisa menunjukan. Lalu untuk apa? Untuk apa kalau tidak bisa ditunjukkan? Sometimes iri liat seorang anak perempuan bermanja² dengan ayahnya. Cuman bisa bergumam, kenapa Tuhan? Kenapa tidak kau berikan itu kepadaku? Ada yg 1 frequensi? Qt sama 🥂 sesekali menangis hebat tidak apa² kan? Berpuluh² tahun terpendam, seolah semua baik² saja adalah hal paling menyakitkan yg pernah manusia lakukan. Tangis yg dicicil², hari ini meluap hebat cz patah hatiku berlipat ganda. Ingin sekali berteriak tapi aku ingat ibu dan adikku. Aku menggila sendiri. Tidak ada yang mengerti. Aku begitu benci dengan hidup yang tidak sempurna ini (sempurna versiku). Ada yang mau benturkan kepalaku sampai hilang ingatan? Akan kunikmati itu daripada hidup ini. Melupakan semua adalah impianku. Tanpa ingatan yg tersisa. Yah aku ingin 🍻

    Tadi adalah patah hati pertamaku. Baik, akan kuceritakan lagi patah hati selanjutnya yg membuatku mampu membuka keran air mata yang kutampung berpuluh² tahun. Awalnya aku mempunyai kisah cinta yang normal. Semua normal. Berpacaran, putus, kekasih baru, pacaran, putus, sampai datang seorang lelaki, sebut saja dia patah hati terbaik yang merusak hidupku, yap mentalku tepatnya. Setelah ayahku. Waw, kini aku dipertemukan oleh sebuah luka. Dari orang² yang tidak kusangka. Entah hutang siapa yang sedang kubayar sampai aku harus merasakan ini 🤷‍♀️ Hidupku berubah sejak dia masuk dikehidupanku. Sikap toxicnya (orang terdekatku pasti tau betapa toxicnya orang ini dalam hidupku), membuat alam bawa sadarku merekamnya. Hal yang paling kuingat adalah dia pernah bilang "kau tidak boleh bahagia sama orang lain. Aku tidak suka, kecuali with me!". Yap, kebahagiaanku direnggut secara perlahan. Menjauhkanku dari teman²ku, menghancurkan karirku, merusak mentalku, mematahkan hatiku. Tidak, dia tidak seburuk itu. Dia royal, setidaknya kebaikan itu yg masih kuingat 🥂 Aku kehilangan hidupku satu per satu. Teman²ku, mereka menjahuiku karena tidak nyaman dg sikapnya. Karirku hancur cz dia mempermalukanku dengan sikapnya yang tidak profesional, itu membuatku memutuskan untuk resign. Dulu, dia sering bohong tentang banyak hal, membuatku tidak lagi percaya apapun yang terucap dari mulutnya. Tidak bisa lagi membedakan mana yang jujur dan mana yg bohong, juga yg mana omong kosong. Aku seperti wanita bodoh yang walau dibohongi tapi tetap saja bersamanya. Bodoh dan pura² bodoh, entahlah, aku tidak bisa lagi membedakannya. Dan tanpa sadar kesempatan yang selalu kuberikan dan disia²kan itu, membuat mentalku hancur. Aku jadi seperti orang yang paranoid, yg memikirkan banyak hal yg tidak pasti. Siapa yang harus kusalahkan kali ini? Diriku yg bodoh ini atau si penipu itu? Entahlah, sepertinya diriku 🙂 Kata maaf selalu terucap, aku tidak tahu apakah maafnya adalah maaf tidak akan kuulangi atau maaf untuk kesalahan yg sama berikutnya.

    Ketulusan dan kejujuranku dibayar lunas dengan kebohongan yang pernah dia lakukan, luka yang dia goreskan, dan trauma yang dia berikan. Aku merasa duniaku hancur karena dilukai oleh 2 pria yang kukira bisa membuatku percaya bahwa dunia tidak seburuk itu. Aku tidak tau apakah luka ini akan terbawa selamanya atau hanya saat bersamanya. Seekor burung tidak dapat terbang karena suatu sebab. Begitu juga aku. Tidak bisa percaya denganmu, karena suatu sebab. Tolong jangan salahkan aku cz sikapku saat ini. Ada banyak luka yang sudah kualami saat bersamamu 🍾 Aku ingin menjadi seperti dulu, percaya, normal pada tingkat kecemburuan, tidak paranoid, dan free. Tapi itu sulit meski sudah kucoba berkali². Aku berjuang sendiri untuk ini tapi sering kutemui kekecewaan yg sama bkali². Aku hampir gila karena luka yang terus kusembunyikan bertahun². Ayahku meninggalkanku, dan kekasih yg kupercaya telah melukaiku, mentalku. Tidak, aku tidak menyalahkannya. Dia tidak salah. Akulah yang salah. Iya, aku salah! Karena mengizinkan dia melukaiku, masuk kedalam hidupku dan membuat luka dihidupku bertambah. Ini semua salahku. Teman²ku sudah memperingatkanku soal ini tapi kuabaikan. Seandainya waktu bisa berputar kembali, aku memilih bsikap perofesional saat itu. Tapi tidak bisa, faktanya harus kuhadapi masalah itu. Sulit buatku percaya dg orang lain setelah ini. Maaf aku terluka, kuharap kalian mengerti 😺 Terkadang aku merasa sendiri walau ditengah keramaian, luka yang kualami ini membuatku merasa kecil dan tidak berguna. Aku benci! Aku yang sekarang adalah dampak keegoisannya dulu. Itu sebabnya kenapa aku lebih suka tidur daripada terbangun. Tidur membuatku tidak merasakan luka. Saat terbangun, aku tau, akan ada luka hari ini. Itu seperti film horor yg penuh dg jump scare! Skali lagi aku tdk menyalahkannya. Ini salahku, cz tidak dapat mengontrol alam bawah sadarku, membiarkan rasa trauma dan luka itu menguasaiku. Percayalah, aku berjuang. Tapi percayalah juga perjuangan itu tidak mudah, apalagi sendiri. Setiap bangun aku hanya berharap, ada seseorang yg melukaiku agar hilang ingatan. Berlebihan tpi itu yg kubutuhkan saat ini.

    View Full
  • sripatmi
    29.11.2020 - 7 monts ago

    BAHAYA!!! PEMIMPIN MENANGIS DARAH, HUTAN DILALAP DI JAGO MERAH!

    Sekarang sudahkah kalian berjalan dengan kedua kaki kalian dengan sempurna? Setiap hari melangkah keduanya saling beriringan? Adakah satu diantaranya saling mendahului bahkan bersaing untuk merebut perhatian dari si pemilik kaki? Mereka hanya berjalan dengan pola yang tersistematis. Satu sama lain saling berkaitan dan berhubungan. Bergerak dengan arah yang telah ditentukan oleh otot-otot dan syaraf serta tulang kuat yang menopangnya. Sehingga semuanya akan menjadi satu tatanan sistem gerak yang beratur. Satu diantaranya tidak berfungsi dengan baik, maka yang lain akan merasakan efeknya. Kemungkinan akan tidak sempurna dalam proses berjalan. Harus ditunjang dengan sesuatu yang mengkokohkan missal tongkat atau pilar penopang lainnya. Anggap saja jika satu kaki tersebut sakit, bagian tubuh yang lain akan merasakan sakitnya, demam ringan atau gejala lain yang menyertainya. Miniatur ini merupakan gambaran sederhana untuk memberikan representasi hakikat kehidupan yang saling terikat satu sama lain. Dipadukan dengan segala rasa agar terus bersama. Satu kesatuan ini membentuk gerak yang sama antar bagian. Gerak tubuh yang mempengaruhi kehidupan secara menyeluruh.

    Hakikat kesatuan anggota tubuh ini menjadikan pantulan refleksi sederhana dari kehidupan yang luas. Dimana hirarki dan sistem kehidupan berjalan akan terus berlangsung. Komponen kehidupan manusia saling berhubungan dengan komponen vital kehidupan lainnya. Hidup saling berdampingan antara manusia dan alam semesta maha perkasa. Manusia makhluk yang dibekali banyak sekali pengetahuan kehidupan. Puncak tertingginya adalah tataran manusia sebagai pemimpin dunia. Menggerakkan roda kehidupan ini berjalan dengan sebuah sistem yang telah disepakati menjadi sebuah konsensus. Ada tatanan dan aturan yang membatasi tindak tanduk manusia. Aturan yang berlandaskan kebenaran dari sebuah pemahaman moral dan para ahli filsafat kebenaran lainnya.

    Pemimpin dan alam. Keduanya dekat sedekat urat nadi. Denyutnya sama dengan kehidupan alam ini dan kehidupan makhluk disekitarnya. Jika diamati dengan nurani, gerakannya dengan alam ini seakan selaras. Bersinergi dengan cahaya kehidupan yang terpancar dalam dirinya. Mari kita sama-sama pejamkan mata, gunakan rasa, jiwa dan nurani kita untuk sama-sama memikirkan, apakah kita sosok pemimpin alamiah yang ditunjuk secara langsung oleh kehidupan ini atau dibentuk dari proses seleksi alam? Mandataris seorang pemimpin adalah pemangku kepentingan semesta bukan kepentingan dirinya semata.

    Alih-alih yang terjadi saat ini adalah pemimpin tidak memiliki hubungan yang kokoh seperti hubungan anggota tubuh dan ruh yang mengisinya. Sebagian besar mereka menjadi boneka yang bergerak atas dasar kepentingan diri semata. Maka diri itu tidak ada peperangan melawan ego diri yang serasa tamak. Segalanya ingin dikuasai menjadi milik pribadi. Meletakkan cap stempel dengan deretan nama dinasti kerajaannya. Gelang rantai kekuasaan yang dikaitkan dengan hubungan kekeluargaan untuk memenuhi sederet nafsu perutnya. Seberapa banyak perut ini diisi, ia akan kembali pada lubang pembuangan akhir tinja. Masuk dari mulut keluar dari anus. Masuk dari bagian yang tinggi, keluar ke lubang yang lebih rendah bahkan nista. Bayangkan saja, siapa yang akan bersedia mengobok-obok lubang tinja? Itulah hakikatnya kepentingan perut yang banyak diperjuangkan sebagian besar pemimpin. Diperparah lagi dengan kondisi yang sangat mengerikan dimana untuk mendapatkan tahta pemimpin itu harus baku hantam dan terjadi pertumpahan darah yang menyebabkan keadaan semakin chaos.

    Pada sisi yang bersamaan, ada bagian dari pemimpin yang membuat kamuflase untuk menutupi strategi dan tujuan yang akan dicapai agar tidak menjadi kemelut. Tentunya ini bukan sebuah konspirasi biasa, melainkan konspirasi terhadap alam semesta. Sekali lagi, pertautan keduanya tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Meski ada pertautan dari keduanya, bukan berarti adanya pergeseran makna terhadap hukum rimba itu sendiri. Siapa yang kuat, dialah yang berkuasa. Cermati lebih dalam lagi, apakah itu yang dimaksud dalam hukum rimba secara harfiah? Mereka yang menang dalam kontestasi ajang perdebatan kepentingan, lalu mereka yang akan menduduki singgasana tertinggi suatu kerajaan? Jika demikian, benturkan dengan premis lain yang menyatakan raja tanpa mahkota?

    Hukum rimba sendiri pada hakikatnya mengandung essensi nilai yang lebih dalam dibanding makna konotatif dan denotatif. Tataran disiplin ilmu yang maha agung untuk menggambarkan sebuah aspek hukum rimba. Kekuatan dari alam semesta ini mampu menitahkan manusia terpilih untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin alamiah yang telah dipersiapkan segalanya dalam bentuk kekuasaan yang hakiki. Dua hakikat kata memimpin dan dipimpin ini membentuk sebuah siklus mata rantai tatanan kehidupan. Ada raja, ada rakyat, tentu ada kekuasaan didalamnya. Roda siklus mata rantai kepemimpinan ini pada akhirnya mengacu pada sebuah kekuatan untuk sama-sama menggerakkannya dalam sebuah tujuan yang sama. Hal serupa dengan analogi yang disebutkan pada awal paragraf yang mengatakan hubungan anggota badan. Akankah roda kekuasaan berjalan tKareanpa didorong oleh kekuatan mata rantai lainnya? Munculnya kekuatan seorang pemimpin didorong oleh gerak kuasa dari rakyatnya. Maka tidak ada cerita tentang pemimpin boneka, pemimpin kaleng-kaleng. Dekandensi makna itu saja sudah melenceng jauh dari kehidupan kita, maka dari mana ceritanya kita bisa mendapatkan pemimpin yang sesungguhnya? Pemimpin itu diciptakan secara alamiah, jika karbitan matang lebih cepat, berbeda rasanya. Tidak ada sentuhan sedekat urat nadi. Sentuhannya hanya untuk melenggang kekuasaan pada sebagian besar keluarganya. Bahkan karena faktor kekuasaan dan kepentingan perut saja, hubungan keluarga sudah diiris dalam titik nadir. Renungkan sekali lagi dalam diri!

    Jangan ada tuntutan apapun terhadap seorang pemimpin jika kita hanya tergerak dengan gerak kuasa iming-iming! Sudah seharusnya gerak yang dihasilkan dari sebuah proses berpikir dan bertindak adalah gerak mekanik yang berjalan lurus pada hakikat nilai kebenaran. Memilih dan terpilih sebuah pemaknaan subjek dan objek atas segala pergerakan. Mau menjadi raja atau rakyat, pergerakannya bagaikan langkah kaki kanan dan kiri saat berjalan, selalu bersinergi. Sudah secara otomatis ketika keduanya sudah bertautan maka kriteria dan syarat yang diinginkan sebagai seorang pemimpin seperti nubuat yang dipenuhi sendiri (self-fulfilling prophecy), yakni ramalan yang menjadi kenyataan karena, sadar atau tidak, kita percaya dan mengatakan bahwa ramalan itu menjadi kenyataan. Harapan dan kepentingan rakyat sejalan dengan gerak kuasa seorang raja. Rakyat kekuatan, raja adalah kekuasaan. Keduanya hampir sepadan bukan? Kemunculan sosok ini masih menjadi misteri bagi sebagian besar orang. Jika rakyat sudah memenuhi standar rakyat yang baik, maka mana sosok raja yang baik pula? Sekali lagi kata standar ini bukan menjadi hal yang baku, karena kata standar sendiri adalah konsensus penyeragaman bahasa oleh manusia. Sudut pandang akan merubah kata standar menjadi banyak makna.

    Pemimpin dan rakyat adalah pantulan dua bayangan cermin yang saling berseberangan. Sudha tentu gerakannya akan sama. Jangan hanya berfokus pada posisi. Posisi cermin kanan menjadi kiri dan kiri menjadi kanan. Kita semua dilahirkan sebagai manusia yang berbudi, jangan mencari pembenaran diri dengan menjadi spindoctor yang seakan hebat untuk memperoleh tujuannya. Sudah waktunya kita mulai bercermin. Seperti apa gerak kita pada cermin tersebut? Mengapa tidak sama dengan gerak cermin diseberangnya? Adakah yang salah dalam diri kita? Apakah harus memandang dari sudut yang lain? Bahkan memandang tanpa sudut menggunakan kacamata helicopter view?

    Permasalahan pemimpin ini sudah menjadi konsumsi makanan basi bagi rakyat yang terumbar janji-janji. Bertahun-tahun menjalani kehidupan dengan penuh pengharapan, tetapi yang terjadi jauh panggang dari api. Tidak matang, bahkan tidak tahu objek apa yang sedang ada diatas alat panggang tersebut? Jangan-jangan hanya sebatas pepesan kosong tanpa isi? Mengerikan sekali permasalahan yang begitu pelik ini. Apatis bukan jawaban. Skeptis apalagi? Malah hanya menambah beban permasalahan. Dari waktu ke waktu pandangan kita semakin tajam, menatap makna pemimpin lebih mendalam. Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin atau orang berjalan tegap diatas jalan yang lurus? Dan keduanya berjalan pada falsafah kebenaran.

    Jika semesta raya ini sudah meletakkan mahkota istimewa diatas kepala pemimpin terpilih, maka pemimpin itu akan senantiasa menghargai alam. Kerusakan alam dan hutan adalah cerminan nyata kehidupan pemimpin. Dari paparan diatas telah jelas bahwa pemimpin membawa sifat dasar dasar alam. Hidup dan menghidupi. Manusia hidup bersama alam, begitupun sebaliknya. Intisari alam telah merasuk dalam dirinya. Apapun keadaannya, alam tetap memberikan persembahan terbaik kepada manusia, menyerap segala unsur kebaikan dan mengembalikan essensi nilai manfaat yang bisa dirasakan dengan tulus. Memberikan tempat singgah yang nyaman diatas tanah. Memberikan hijau yang memukau. Digerogoti hijau itu menjadi abu dan kelabu. Asap beterbangan kemana-mana, sesak napas, kopong paru-paru dunia. Sampai dengan saat ini kita tidak pernah bisa menghitung berapa jumlah oksigen yang telah kita hirup dari setiap helai daunnya. Kondisi ini akan menimbulkan efek domino dimana setiap kepulan demi kepulan asap menghilangkan nilai murni alam itu untuk memberi setulus hati tanpa pamrih. Rantai makanan terputus dan rusaknya sebagian besar tatanan kehidupan yang ada. Padahal, setiap waktu jasad ini selalu menerima pemberian dari alam itu secara cuma-cuma bahkan lebih berdaya guna dengan sistem dagang transaksional yang diciptakan oleh manusia. Hutan tandus, salah siapa? 

    Alam menjaga kita, sudah seharusnya kita juga menjaga alam. Ada atau tiada kita didalam dunia ini, kehidupan terus berjalan. Tetapi bukan hanya itu saja permasalahannya, seberapa besar kita berperan untuk kehidupan kita yang telah menghidupi kita kali ini? Dari dedaunannya yang berfotosintesis, manusia merasakan banyak manfaat didalamnya. Untuk memenuhi rongga dada dengan oksigen yang segar didalamnya. Jika kita ingin hitung-hitungan dengan alam, saya rasa manusia takkan mampu menebus segala anugerah yang diberikan alam untuk menghidupinya. Mulai dari terbukanya mata hingga menutup mata di pembaringan akhir. Lalu apa yang sudah kita lakukan untuk membalas segala kebaikan alam itu?

    Jika selama ini masyarakat adat dan pemimpin adat setempat menjadi roleplayer terhadap perlindungan hutan. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk saling bahu membahu mengambil peran dan tanggung jawab yang lebih terhadap alam. Keluhuran budi dan ilmu inilah yang seharusnya kita junjung tinggi dalam kehidupan. Pelajaran di sekolah saja tidak cukup untuk menumbuhkan kesadaran antar manusia untuk hubungan timbal balik alam dan manusia. Sedini mungkin orientasi dan tanamkan dalam jiwa tentang kelestarian alam. Suatu saat nanti, generasi kita pasti akan terpanggil oleh gerak alam menjadi pemimpin yang terpimpin. Peran generasi muda sudah harus banyak mencontoh gerakan di hyperlink https://www.golonganhutan.id/. Kepedulian tim Golongan Hutan terhadap lingkungan adalah gerakan yang dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Menjadi penjaga, pelindung, pengawas dan segala informasi persuasif untuk seluruh rakyat Indonesia. Pioneer/pelopor perubahan sikap terhadap hutan.

    Saat penat dengan kebisingan, hiruk pikuk, dan polusi yang meracuni diri, kemana kita akan berlari? Alam dan hutan yang segar, terasa damai menyejukkan mata. Pernahkah kita melirik sedikit saja kepada alam? Hanya menjadikannya sebagai pelampiasan berlibur saat kota sudah tak bersahabat. Menjadi makhluk yang tamak menikmati sumber daya alam yang berlimpah ini sendiri, tidak memikirkan keberlangsungan hidup anak cucu kita dimasa mendatang. Jangan sampai hutan hanya menjadi bagian dari sejarah yang pernah tertulis, lalu hilang didalam perut para penebang liar.  Sampai dengan saat ini saya masih meyakini, siapapun kita masih ada kebaikan didalam diri kita untuk berbuat terbaik terhadap kehidupan, keberlangsungan anak cucu.

    Kehormatan pemimpin terletak pada caranya untuk menjaga keberlangsungan hidup makhluk dibawah kepemimpinannya. Paritrana pertama, bentuk kesadaran antara pemimpin dan yang dipimpin. Banyak makhluk yang hidup tetapi tidak sadar akan keberhargaan dirinya sebagai seorang pemimpin untuk dirinya sendiri. Hidup bergantung pada alam sekitarnya tetapi lupa untuk menjaga kebaikannya. Sehingga hanya menjadi benalu untuk pepohonan yang tumbuh subur. Simbiosis yang dibentuk hanya sebatas faktor butuh. Padahal hidup menjadi benalu pula dapat mati juga sumber nutrisinya mati. Ironi, keadaan ini akan memberikan dampak buruk untuk generasi penerus. Lembaga pendidikan formal, informal dan nonformal harus membantu menanamkan nilai kebaikan untuk alam, khususnya hutan kita. Merusak hutan berarti merusak diri sendiri, karena satu kesatuan. Hutan adalah rumah kedua untuk kita kembali. Bahkan menempati kedudukan yang sama dengan diri sendiri. Reputasi kita saat ini adalah Indonesia paru-paru dunia. Pertahankan reputasi ini sebagai kehormatan tertinggi yang diberikan semesta raya ini untuk kita. Sosialisasi dan penyuluhan yang intensif perlu dilakukan dengan skema penetapan dari seorang pemimpin. Menjalankan pendekatan akar rumput (grass root) dalam pijakan pedomana hidup.

    Paritrana kedua adalah mengubah abu dan kelabu dalam benang hitam dan putih yang jelas. Penegakkan legitimasi hukum dianggap lemah karena pembalakan dan penebangan hutan diluar kontrol dari penglihatan manusia itu sendiri. Sehingga perpanjangan organ tubuh mereka harus diletakkan dalam setiap gerbang hutan. Jangkauan yang terbatas diperpanjang dengan menempatkan perisai pelindung wilayah hutan. Pelindung hutan mengemban tugas mulia untuk menjaga kelangsungan hidup kita. Berikan kehormatan khusus untuk mereka dalam bentuk fisik dan nonfisik. Pemerintah bisa mencanangkan insentif terhadap pelindung hutan, meski nilai yang terkandung dalam insentif tersebut tidak dapat menggantikan kemuliaan tugas mereka. Wujud apresiasi ini menjadi sebuah lencana yang disematkan kepada patriot hutan di Indonesia. Insentif ini diberikan kepada masyarakat adat dan pemimpin adat guna menjaga kelestarian hutan di Indonesia. Selain itu, insentif ini akan memberikan manfaat untuk mendorong potensi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat untuk terlibat langsung hidup bersama dengan hutan kita. Watchdog bukan hanya dari sistem top bottom, sekarang harus dikembangkan secara linear dan sirkular. Mereka yang melanggar dan melakukan pembalakan liar diberikan sanksi hukum serta sanksi moral dalam masyarakat.

    Paritrana ketiga adalah perencanaan purifikasi dan restorasi. Adanya sebuah pergeseran nilai yang menyebabkan manusia seakan skeptis dan apatis terhadap hutan, jangankan hutan bahkan terhadap dirinya sendiri. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu modernisasi, pesatnya perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi. Sehingga kepedulian terhadap lingkungan internal dan eksternal semakin berkurang. Upaya preventif dan kuratif yang dapat dilakukan adalah Mencanangkan hari tanam nasional seluruh masyarakat menanamkan satu pohon untuk masa depan. Gantungkan sebuah harapan pada pohon yang mereka tanam. Hal ini akan merangsang daya kreatif imajinasi dan rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi. Satu bulan sekali masyarakat mengamati perkembangan pohon-pohon yang mereka tanam. Bahkan untuk pelaku pembalakan liar diwajibkan menjalankan hukum alam untuk menanam pohon sebanyak yang mereka tebang. Selama masa tanam, uji emisi gas harus diterapkan secara ketat untuk menjaga kontrol kehidupan seimbang. Modernisasi dan perkembangan IPTEK membawa perubahan positif berupa paperless atau pengurangan penggunaan kertas. Kertas dihasilkan dari hutan, kita tidak pernah tahu seberapa banyak pohon yang ditebang untuk membuat berlembar-lembar kertas yang kita buang sia-sia.

    Keanekaragaman hayati (biodiversitas) dilindungi dengan upaya intensif yaitu menjaganya dalam habitat itu sendiri. Habitat terbaik bagi tumbuhan dan hewan-hewan adalah hutan. Segala elemen itu hidup berdampingan, sumber air, tanah subur, udara bersih. Membentuk cagar alam, kawasan konservatif dan hutan lindung sudah menjadi bagian dari sejarah yang tak bisa dijarah. Menjalankan dharma tertinggi dengan menjalankan dasa raja dhamma terhadap kehidupan alam.  Keselarasan hidup dengan anugerah alam, harmoni cosmos manusia dengan dharma bhakti tertinggi dan keagungan Sang Pencipta. Apapun yang kita berikan kepada hutan akan dikembalikan lagi kepada kita. Merusak alam, alam murka, dihabisi sudah kehidupan diatasnya. Jika alam sudah murka, salah siapa?

    Amanah bukan sembarangan amanah. Jangan sampai amanah menjadi amarah karena kita membuat hijau menjadi merah. Berkobar asap membumbung ke udara dengan tangisan berdarah. Mari kita jaga alam sebagai anugerah!

     291120

    ***

    View Full
  • putri-khoir-iffah
    15.11.2020 - 8 monts ago

    Nilai-Nilai Pancasila adalah Nilai-Nilai Islam

    Dalam sejarahnya, nilai-nilai Islam amat erat merasuk dalam rumusan Pancasila. Islam hadir di setiap butir-butir sila dalam Pancasila. Bagaimana tidak? Dalam perumusan nya saja, Pancasila diramu langsung oleh para founding fathers bangsa ini. Dan oleh Para Ulama susunan nya diperbaiki, agar sesuai berdasarkan nilai-nilai Islam.

    Dalam salah satu pertemuan, saat memberikan materi dalam mata kuliah Pancasila, Bapak Rachmat Rizqy Kurniawan S.EI, M.M selaku Dosen mata kuliah Pancasila, menyampaikan bahwasanya beliau tidak setuju jika Pancasila dijadikan sebagai Ideologi. Alasan nya, karena Ideologi tidak disematkan pada barang abstrak seperti negara. Dan lagi setiap warga negara pasti memiliki ideologi atau ide gagasan yang berbeda-beda dalam menjalankan kehidupan nya. Setiap warga negara wajib memiliki ideologi. Dan kita sebagai Umat Islam, sudah tentu berideologi yang bersumber pada Al-Qur’an.

    Kemudian beliau juga melontarkan salah satu pertanyaan yaitu; Kenapa Pancasila dijadikan sebagai dasar kehidupan negara kita? Kenapa bukan agama dan syariat Allah? Beliau membenarkan pendapat saya bahwa pada dasarnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila berasal dari Al-Qur’an yang merupakam sumber ajaran syari’at Islam. Dari sini dapat kita ketahui, bahwa orang yang paham Pancasila, pastilah melaksanakan setiap sila dengan benar.

    Dalam sila yang pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Sejauh ini yang saya ketahui Islam adalah satu-satunya agama yang Bertuhan Esa. Orang yang paham Pancasila, pastilah beriman kepada Allah Yang Satu. Mengapa demikian? Karena yang harus diakui pertama kali oleh manusia, pengakuan yang haqiqi, yang paling penting, dan paling dasar adalah pengakuan terhadap Tuhan Yang Satu. Ketika belum bisa mengakui bahwa Tuhan itu satu, artinya belum menjadi manusia seutuhnya. Karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang diberi akal, yang dapat mengakui bahwa Tuhan itu Esa.

    Dalam sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Dapat diambil nilai bahwa sebagai seorang manusia muslim Indonesia, sudah seharusnya kita bersikap layaknya manusia yang punya tenggang rasa, hormat, cinta, dan kasih sayang dalam bingkai kesopanan. Memanusiakan semua manusia. Kehidupan manusia harus diwarnai dengan perilaku beradab. Allah Subhanahu wata'ala, berfirman dalam QS Al Qalam: 4, yang artinya: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) berbudi pekerti yang agung”. Sesuai dengan hadits Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam juga yang diriwayatkan oleh imam At Tirmidzi, yang artinya: “Orang mukmin yang paling baik imannya, adalah yang paling baik akhlaknya”. Hal ini semakin menegaskan bahwa adab dan akhlaq sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari bagi setiap warga Indonesia. Jika kita benar-benar taat beragama, insya Allah otomatis bisa berbuat adil dan berakhlak baik antar sesama.

    Sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Persatuan menjadi sangat penting bagi warga negara Indonesia, karena kebhinekaan bangsa yang begitu banyak corak dan warnanya. Baik dari sisi adat istiadat, pakaian, makanan, maupun bahasa. Semangat persatuan bukanlah hasil konvensi rakyat Indonesia, melainkan disemangati oleh nilai-nilai Islam yang memandang akan pentingnya, Jamaah atau Persatuan. Dalam Al Qur’an disebutkan di surat Ali Imran ayat 103 yang artinya kita diperintahkan untuk bersatu dan dilarang untuk tercerai berai. Juga selaras dengan firman Allah di surat Al Hujurat ayat 13, yang menyebutkan bahwa Alllah menjadikan kita manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal satu sama lain. Dengan cara apa? Ya, dengan cara bersatu.

    Dalam Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Sudah sepatutnya seorang pemimpin merakyat, dan rakyat berkasih sayang kepada pemimpin. Teringat satu hadits riwayat Imam Muslim yang menyebutkan bahwa sebaik-baik pemimpin adalah ia yang mencintai rakyatnya dan rakyat pun mencintainya. Bagaimana rakyat dapat berkasih sayang kepada pemimpin? Karena pemimpin memimpin dengan hikmah. Apa itu hikmah? Yaitu pemahaman yang mendalam, yang dapat membawa maslahat bagi orang banyak, tanpa harus mengorbankan rakyat lemah dan mendzolimi warga negara yang kuat. Bagaimana caranya? Tentu dengan musyawarah yang dihadiri oleh wakil-wakil warga negara.

    Kemudian dalam sila terakhir, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Indonesia adalah negara kesatuan yang memiliki kewajiban untuk mensejahterakan rakyatnya secara adil tanpa pandang bulu. Sebagai agama yang rahmatan lil alamin, misi besar Islam adalah implementasi keadilan dalam segala sendi kehidupan.

    Kesaksian KH. Masjkur dalam sejarah lisan yang tersimpan di Arsip Nasional, Memperlihatkan fakta lain tentang kelanjutan kesepakatan Pancasila yang terjadi di rumahnya ,

    “Kesimpulan lima tadinya mau ditambah, tapi kita umat Islam Mengatakan, rukun Islam itu lima, jadi lima ini saja bisa dikembangkan satu Per satu, tetapi jangan ditambah. Hitungannya supaya bisa lima....” (Arsip Nasional Republik Indonesia, ).

    Sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi semesta alam), Islam sangat relevan dan fleksibel dalam segala bidang kehidupan. Islam mengatur para pemeluknya dalam segala hal, baik itu kehidupan individu maupun sosial bermasyarakat. Kedalaman nilai filosofis Pancasila yang merupakan perwujudan dari nilai-nilai ajaran Islam hendaknya memperkuat posisi kita sebagai Negara Indonesia yang beragama dan beradab.

    Jadi, jangan benturkan Islam dengan Pancasila. Menjadi tidak relevan jika Umat Islam dan ajaran Islam disebut-sebut sebagai ancaman bagi Pancasila. Lahirnya nilai-nilai Pancasila itu didasari niat kuat dari “Founding Fathers” untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi ‘Negara Demokrasi’ yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur keagamaan dalam bingkai kebhinekaan.

    Menggelikan jika ada orang-orang atau pejabat-pejabat atau para aktivis demokrasi kesiangan, yang meneriakkan “Pancasila Harga Mati”, tetapi dengan tidak tahu malu leluasa korupsi atau bertindak anarkis, seolah-olah nilai/pandangan hidup Pancasila tidak ada korelasinya dengan segala perbuatan mereka.

    .

    Pancasila Agung nilainya pada saat acara seremonialnya belaka. Padahal yang diharapkan oleh para pendahulu kita adalah, Pancasila yang dijadikan sebagai identitas bangsa yang melekat pada warga negara. Jadi hemat penulis, tidaklah perlu merasa khawatir dengan pengamalan Pancasila untuk warga negara yang muslim. Karena ketika mereka telah menjalankan syari’at agamanya, secara otomatis mereka juga mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

    View Full
  • putri-khoir-iffah
    07.11.2020 - 8 monts ago

    Nilai-Nilai Pancasila adalah Nilai-Nilai Islam

    Dalam sejarahnya, nilai-nilai Islam amat erat merasuk dalam rumusan Pancasila. Islam hadir di setiap butir-butir sila dalam Pancasila. Bagaimana tidak? Dalam perumusan nya saja, Pancasila diramu langsung oleh para founding fathers bangsa ini. Dan oleh Para Ulama susunan nya diperbaiki, agar sesuai berdasarkan nilai-nilai Islam.

    Dalam salah satu pertemuan, saat memberikan materi dalam mata kuliah Pancasila, Bapak Rachmat Rizky Kurniawan selaku Dosen mata kuliah Pancasila, menyampaikan bahwasanya beliau tidak setuju jika Pancasila dijadikan sebagai Ideologi negara. Alasan nya, karena Ideologi tidak disematkan pada barang abstrak seperti negara. Dan lagi setiap warga negara pasti memiliki ideologi atau ide gagasan yang berbeda-beda dalam menjalankan kehidupan nya. Setiap warga negara wajib memiliki ideologi. Dan kita sebagai Umat Islam, sudah tentu berideologi yang bersumber pada Al-Qur’an.

    Kemudian beliau juga melontarkan salah satu pertanyaan yaitu; Kenapa Pancasila dijadikan sebagai dasar kehidupan negara kita? Kenapa bukan agama dan syariat Allah? Beliau membenarkan pendapat saya bahwa pada dasarnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila berasal dari Al-Qur’an yang merupakam sumber ajaran syari’at Islam. Dari sini dapat kita ketahui, bahwa orang yang paham Pancasila, pastilah melaksanakan setiap sila dengan benar.

    Dalam sila yang pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Sejauh ini yang saya ketahui Islam adalah satu-satunya agama yang Bertuhan Esa. Orang yang paham Pancasila, pastilah beriman kepada Allah Yang Satu. Mengapa demikian? Karena yang harus diakui pertama kali oleh manusia, pengakuan yang haqiqi, yang paling penting, dan paling dasar adalah pengakuan terhadap Tuhan Yang Satu. Ketika belum bisa mengakui bahwa Tuhan itu satu, artinya belum menjadi manusia seutuhnya. Karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang diberi akal, yang dapat mengakui bahwa Tuhan itu Esa.

    Dalam sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Dapat diambil nilai bahwa sebagai seorang manusia muslim Indonesia, sudah seharusnya kita bersikap layaknya manusia yang punya tenggang rasa, hormat, cinta, dan kasih sayang dalam bingkai kesopanan. Memanusiakan semua manusia. Kehidupan manusia harus diwarnai dengan perilaku beradab. Allah swt berfirman dalam QS Al Qalam: 4, yang artinya: “Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung”. Sesuai dengan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh imam At Tirmidzi, yang artinya: “Orang mukmin yang paling baik imannya, adalah yang paling baik akhlaknya”. Hal ini semakin menegaskan bahwa adab dan akhlaq sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari bagi setiap warga Indonesia. Jika kita benar-benar taat beragama, insya Allah otomatis bisa berbuat adil dan berakhlak baik antar sesama.

    Sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Persatuan menjadi sangat penting bagi warga negara Indonesia, karena kebhinekaan bangsa yang begitu banyak corak dan warnanya. Baik dari sisi adat istiadat, pakaian, makanan, maupun bahasa. Semangat persatuan bukanlah hasil konvensi rakyat Indonesia, melainkan disemangati oleh nilai-nilai Islam yang memandang akan pentingnya, Jamaah atau Persatuan. Dalam Al Qur’an disebutkan di surat Ali Imran ayat 103 yang artinya kita diperintahkan untuk bersatu dan dilarang untuk tercerai berai. Juga selaras dengan firman Allah di surat Al Hujurat ayat 13 yang menyebutkan bahwa Alllah menjadikan kita manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar salling memgenal satu sama lain. Dengan cara apa? Ya, dengan cara bersatu.

    Dalam Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Sudah sepatutnya seorang pemimpin merakyat, dan rakyat berkasih sayang kepada pemimpin. Teringat satu hadits riwayat Imam Muslim yang menyebutkan bahwa sebaik-baik pemimpin adalah ia yang mencintai rakyatnya dan rakyat pun mencintainya. Bagaimana rakyat dapat berkasih sayang kepada pemimpin? Karena pemimpin memimpin dengan hikmah. Apa itu hikmah? Yaitu pemahaman yang mendalam, yang dapat membawa maslahat bagi orang banyak, tanpa harus mengorbankan rakyat lemah dan mendzolimi warga negara yang kuat. Bagaimana caranya? Tentu dengan musyawarah yang dihadiri oleh wakil-wakil warga negara.

    Kemudian dalam sila terakhir, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Indonesia adalah negara kesatuan yang memiliki kewajiban untuk mensejahterakan rakyatnya secara adil tanpa pandang bulu. Sebagai agama yang rahmatan lil alamin, misi besar Islam adalah implementasi keadilan dalam segala sendi kehidupan.

    Kesaksian KH. Masjkur dalam sejarah lisan yang tersimpan di Arsip Nasional, Memperlihatkan fakta lain tentang kelanjutan kesepakatan Pancasila yang terjadi di rumahnya ,

    “Kesimpulan lima tadinya mau ditambah, tapi kita umat Islam Mengatakan, rukun Islam itu lima, jadi lima ini saja bisa dikembangkan satu Per satu, tetapi jangan ditambah. Hitungannya supaya bisa lima....” (Arsip Nasional Republik Indonesia, ).

    Sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi semesta alam), Islam sangat relevan dan fleksibel dalam segala bidang kehidupan. Islam mengatur para pemeluknya dalam segala hal, baik itu kehidupan individu maupun sosial kemasyarakatan. Kedalaman nilai filosofis Pancasila yang merupakan perwujudan dari nilai-nilai ajaran Islam hendaknya memperkuat posisi kita sebagai Negara Indonesia yang beragama beradab.

    Jadi jangan benturkan Islam dengan Pancasila.

    View Full
  • dlusionboy
    09.08.2020 - 11 monts ago

    Ini lah saatnya, mengemas rindu mengganti derita.

    Kau tau ini bohong.

    Jadi jangan bertanya.

    Sudah, aku tak perlu untuk di perlakukan sama.

    Lakukan aku dengan cara yg berbeda.

    Entah menertawakanku, atau menutup mataku.

    Lakukan itu selagi aku menggunakan hatiku.

    Sebab kau akan lihat arah langkah kakiku.

    Kau akan bingung menilai siapa diriku,

    Kemana aku kan menuju, muara tenang menungguku.

    Gelisah bersamaku membuahkan hati yang keras seperti batu.

    Benturkan kepalaku.

    Ini lebih berisik dari biasanya.

    Aku mendengar, aku mendengar semua resah yang mengusik waktu tidurku.

    Tiap malam slalu berada di atas tempat tidurku.

    Saat ku menyandarkan kepalaku, dan tubuh untuk beristirahat- ia datang mengusik tanpa memberi isyarat.

    Ahhh kau hanyalah ilusi dari diriku yang lain.

    Aku juga demekian, mengidap sakit pada hatiku yang dingin.

    Kau bisa mersakanya, aku bisa berganti wajah juga dengan isi kepala.

    View Full
  • jagojualan
    17.07.2020 - 1 year ago

    Cara Menjadi Marketing yang Baik dan Sukses

    Kali ini saya ingin sharing sedikit tentang cara menjadi marketing yang baik agar anda bisa menjadi marketer yang sukses. Menjadi seorang Marketer handal, tidak cukup bermodal ngobrol yang lancar kepada konsumen. Tapi anda harus membuat konsumen antusias kepada produk yang anda tawarkan.

    Oleh karena itu sebelum anda menawarkan produk ke orang lain, anda wajib mengetahui segala hal mengenai produk anda. 

    Misalnya, jika anda seorang penjual computer, maka anda harus tahu kelebihan produk tersebut. Sebab banyak konsumen yang beragam, tapi kebanyakan mereka mencari produk yang awet, bandel, dan perawatan mudah.

    Dengan mengetahui kelebihan produk yang anda jual, itu tentunya akan mempermudah anda untuk menawarkan kepada konsumen. Contoh kasus, misalnya kita bisa lihat produk A dan B dari segi kualitas sama, tapi B lebih murah. Anda bisa sarankan produk B karena lebih murah dan konsumen menyukainya.

    Inilah Cara Menjadi Marketing yang Baik

    Berikut ini saya akan berikan beberapa tips bagaimana cara menjadi marketing yang baik agar anda bisa sukses menjual.  Tapi sebelumnya, mungkin tips ini lebih cocok jika saya katakan sebagai tips menjadi sales yang sukses. 

    Baca Juga: Begini Tahapan Jualan yang Baik Agar Penjualan Kamu Meningkat

    Pompa Terus Hasrat Untuk Menjual

    Kata kuncinya adalah jaga semangat terus membara. Bisa jadi anda diserang virus malas, bahkan loyo untuk menjual. Apa yang sebaiknya anda lakukan? Anda bisa lakukan self talk pada diri sendiri. Misalnya, ajukan pertanyaan “Apakah saya sudah menyiapkan pendidikan anak-anak saya 10 Tahun mendatang?”

    Singkatnya, tantanglah diri anda sendiri, benturkan dengan kebutuhan masa mendatang. Cara seperti ini bakal bisa melecut diri sendiri agar bisa lebih bersemangat. Cobalah!

    Pahami Kebutuhan Prospek/Konsumen

    Maksudnya adalah pahamilah apa yang menjadi kebutuhan konsumen. Jika konsumen adalah seorang eksekutif muda yang super sibuk, maka anda harus tahu dia memerlukan Handphone yang berisi fitur-gitur untuk kebutuhannya. Nah, anda bisa tawarkan Handphone yang bisa akses Internet, email, chatting atau dalam istilah sekarang adalah Smartphone.

    Intinya adalah gali dan temukan kebutuhan konsumen anda, lalu tawarkan solusi atas kebutuhannya melalui produk anda. Dengan cara ini, anda sudah bisa menjadi sales yang sukses.

    Tingkatkan Kualitas Hidup Prospek/Konsumen

    Cara menjadi marketing yang baik selanjutnya adalah anda juga harus pahami bahwa dengan membeli produk tersebut kualitas hidup konsumen anda dapat meningkat. 

    Misalnya, anda menjual produk kesehatan maka dengan mengkonsumsi produk yang anda tawwarkan tersebut, ia bisa jarang sakit, produktifitas kerjanya meningkat, dan sebagainya.

    Prospek/Konsumen Harus Percaya kepada Anda

    Berikanlah keyakinan kepada konsumen bahwa produk yang anda tawarkan berkualitas prima, sudah terjamin, dan jika ada kesulitan anda siap mengulurkan tangan untuk membantu

    Usahakan Prospek/konsumen Anda Bergairah

    Dalam hal ini, cara ngobrol anda harus benar-benar diperhatikan. Masukkanlah unsur-unsur emosional yang membuat prospek atau konsumen anda antusias. Misalnya, Anda bisa katakana “Produk ini masih baru, lain daripada yang lain. Anda bisa tampil beda jika memakainya”

    Harus Sesuai dengan Kemampuan Konsumen

    Maksudnya anda harus memahami pula kemampuan konsumen, misalnya jika konsumen per bulannya bergaji Rp. 1juta, jangan tawwarkan produk gadget seharga 9juta. Tapi pilihlah produk yang sesuai kemampuan belinya, seberapa ia sanggup untuk membayarnya.

    Baca Juga: Begini Cara Berjualan Online Shop untuk Pemula

    Nah, saya rasa cukup seperti itu aja dulu ya tips tentang cara menjadi marketing yang baik. Apa yang saya sampaikan di atas hanyalah sekedar Teori jika anda tidak coba melakukannya sekarang. Saya sendiri selalu mempraktikkan tips-tips di atas sejak saya aktif menjadi sales, dank arena pengalaman itu pula saya bisa membina salesman dalam bisnis saya. Semoga bermanfaat.

    View Full
  • muhamadzevni
    05.07.2020 - 1 year ago

    Di Simpang Jalan

    Kamu adalah nahkoda bagi kapalmu, nahkoda yang memiliki otoritas untuk menentukan arah kapal. Entah itu menempuh resiko menerjang badai, ataupun sedikit memutar jalan. Kamulah yang memiliki otoritas untuk menentukan apa yang akan kamu ikuti, menentukan anggapan yang kamu anggap benar, dan menentukan pilihan jalan dalam hidupmu.

    Iya Kamu, bukan orang lain!!

    Peran orang lain sebagai faktor eksternal tentu akan selalu ada, tapi tetap kamulah sang Nahkodanya. Kamulah yang menentukan untuk mendengar atau tidaknya saran dan nasihat orang lain.

    Kehadiran peran orang di sekitar kamu bukan berarti kamu perlu mendengarkan keseluruhan sarannya, ataupun bukan berarti kamu tidak perlu mendengarkan sama sekali. Bukan berarti menjadi tertutup ataupun menjadi terlalu terbuka. Karena cerita orang di sekitar kita hanyalah tambahan informasi dalam menentukan kebenaran suatu hipotesa. Bisa jadi benar untuk kondisi mereka, bisa jadi salah untuk kondisimu. Oleh karenanya tetaplah olah dalam pikiranmu setiap informasi, benturkan dengan kondisi dan nilai-nilai yang kamu miliki.

    Penilaian orang lain tidaklah selalu penting, tapi penilaian kamu terhadap dirimu sendiri itu yang jauh lebih penting. Jangan sampai stigma orang lain mengkaburkan keputusan yang akan kamu ambil.

    Karena pada akhirnya kamulah yang menentukan jalan yang kamu anggap benar.

    “People always have something to say no matter what we do”
    View Full
  • fathure
    24.05.2020 - 1 year ago

    "Khusnudzon-lah untuk jodohmu. Insyallah, Tuhan akan menciptakannya untukmu." -idrshnn

    .

    .

    -------------

    Untuk seseorang yang namanya sering aku benturkan dengan aminku. --yang segera aku ucapkan Amin tatkala namanya terpanggil oleh rinduku.

    .

    Bukan maksudku memaksamu untuk menjadi pendampingku, aku hanya ingin merangkai jodohku mirip seperti eloknya sifat-sifatmu.

    .

    Banyak orang berkata: Jodohmu adalah cerminan dirimu. Itu tidak salah, namun lebih tepatnya: Jodohku adalah cerminan kegigihan doa-doaku. Komposisi pendamping yang aku mau harus aku ciptakan lewat doa-doaku.

    .

    "....karena aku hanya hamba, aku harus berdoa. Aku harus menegaskan bahwa aku juga memiliki kriteria."

    .

    Jangan patah semangat jika orang yang ada dalam doamu tidak bisa menjadi milikmu. Lanjutkan doa-doamu, bentuk jodohmu semirip mungkin dengan idamanmu.

    .

    Kamu harus percaya bahwa...

    "Saat matahari terbenam, sang bulan akan naik. Saat kau tak bisa memiliki yang kau idamkan, masih ada tokoh fiktif dalam doamu untuk kau wujudkan."

    .

    .

    .

    Idrishann.

    View Full
  • anotheroom
    07.05.2020 - 1 year ago

    16 Januari 2019

    Di saat lelah, rasanya manusia begitu keras padamu. Mana ada ruang untuk berkeluh, kalaupun minta dianggap mengiba.

    Tapi ketika kamu menguatkan diri sendiri, menopang dirimu sendiri, barulah padamu mereka bersikap lembut. Berempati.

    Sekali lagi, asa jangan terlalu dipaksa.

    Sekali lagi, jangan ngoyo.

    Walau belum tau sejauh mana, tapi batas itu pasti ada. "Sekeras-kerasnya benturkan, bentuklah dirimu."

    View Full