#Pembukaan PTM Tumblr posts

  • eddysiswanto-blog
    17.06.2021 - 1 mont ago

    Pembukaan PTM, Gubernur Sumsel Ikuti Kebijakan Mendikbudristek

    Pembukaan PTM, Gubernur Sumsel Ikuti Kebijakan Mendikbudristek

    PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) untuk membuka pembelajaran tatap muka (PTM) tahun ajaran baru terancam batal. Sebab, pemerintah pusat mewacanakan penundaan bagi daerah yang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Gubernur Sumsel H Herman Deru, mengaku akan mengikuti kebijakan Menteri Pendidikan,…

    View On WordPress

    View Full
  • barometerjatim
    28.06.2021 - 3 weeks ago

    PTM di Zona Kuning, Gus Hans: Soal Nyawa, Jangan Gegabah!

    PTM di Zona Kuning, Gus Hans: Soal Nyawa, Jangan Gegabah!

    JANGAN GEGABAH: Gus Hans, minta Pemprov Jatim tak gegabah soal pembukaan sekolah tatap muka. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS SURABAYA, Barometerjatim.com – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum landai, Pemprov Jatim memutuskan tetap akan melaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) SMA/SMK dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) tahun ajaran baru 2021-2022. Namun PTM hanya boleh…

    View On WordPress

    View Full
  • alianafs
    27.03.2021 - 3 monts ago

    Vaksin Covid-19

    Kalo bisa milih, aku lebih milih ga mau divaksin. Selain suka agak ragu ma kehalalan & kesucian vaksin, aku juga ga mau disuntiknya. Aku kebilang orang yang ga suka dengan tindakan medis. Ga suka karena takut sih sebenernya 😂. Termasuk sesimpel disuntik pun aku takut. Tapi takutnya tuh yang masih bisa dipaksain sih. Hahaa, apalah.

    Jadi dari awal ada isu kalo guru jadi kloter utama yang dapet vaksin, aku udah milih ga mau divaksin. Apalagi isunya kan santer banget kalo vaksinnya ngandung enzim babi. Fix ga mau! Etapi ternyata vaksinasi guru ini katanya ngaruh ke PTM. Katanya kalo gurunya pada udah divaksin, kemungkinan sekolah dibuka jadi lebih besar. Dilema lah diriku. Satu sisi ga mau divaksin, sisi lain pengen banget sekolah normal lagi. Akhirnya setelah nyari info sana-sini bareng Aa, dan menemukan kalo MUI udah menyatakan vaksin Sinovac itu halal dan suci, ya udah deh akhirnya pasrah. Bismillah.

    Setelah pendataan dari awal Maret, sekolahku kebagian jadwal vaksin tanggal 22 Maret 2021.

    Langsung ke hari H.

    Senin pagi itu super hectic. Dimulai dari kegiatan domestik seperti biasa, ditambah ada temuan mengejutkan di kamar mandi, ditambah anak-anak yang suka tetiba aja ada drama kalo emaknya lagi buru-buru, akhirnya aku dianter Aa n bawa anak-anak berangkat dari rumah jam setengah 8-an. Plan awal anak-anak mau dititip di rumah Uu sambil berenang. Pas nyampe rumah Uu, aku masuk dan mendapati rumah sepi. Aku keliling nyari Uu n Uwa ga nemu-nemu. Pas liat ke kamar depan barulah nemu Uwa yang baru aja pembukaan ngajar virtual. Wah, ga bisa nitipin anak-anak dong.

    Kenapa ga bawa motor aja pergi sendiri? Kan ada babanya anak-anak yang bisa jagain dulu.

    Aku tuh udah ga kuat bawa motor jauh-jauh, Bund. Tangan suka tiba-tiba kebas, kesemutan kalo lama-lama megang stang. Belum lagi takut kenapa-kenapa pasca vaksin, jadi aku minta anter-jemput ma Aa.

    Akhirnya, karena ga nemu Uu di rumah, kita putuskan bawa anak-anak aja. Semotor berempat 😂. Untung tempat vaksinnya tuh bukan di keramaian kota, jadi untuk perjalanan ga terlalu mengkhawatirkan walaupun bawa anak. Cuma ga persiapan aja anak-anak ga pake jaket.

    Nyampe puskesmas yang dituju, Aa langsung pulang lagi bawa anak-anak ke rumah Uu. Aku gabung ma rekan guru lain yang udah duluan nyampe.

    Pertama kita ditimbang berat badan, trus diukur tinggi badan. Abis itu diukur lingkar pinggang, trus dicek kadar gula darah. Cek gula ini tangan dicetrek sama benda kaya pulpen sampe ngeluarin darah itu lho. Aku tentu kalem dan santuy aja digituin, jerit-jeritnya dalam hati 😌. Eh kelewat, sebelum itu aku ditensi dulu. Hasilnya 146/73 kalo ga salah. Pokoknya agak tinggi deh.

    Abis itu geser ke meja berikutnya ditanya-tanya identitas, KTP, no. telpon, dlsb. Geser lagi diwawancara soal segalaaaaa riwayat penyakit. Udah deh abis itu masuk ruang tindakan. Pas masuk disini dokternya ngajak ngobrol mulu sambil siap-siap nyuntik. Aku duduk manis dengan tenang padahal hati jerit-jerit sambil memalingkan muka ga mau liat tu suntikan 😌. Eh tanpa aba-aba, sambil terus ngajak ngobrol, tiba-tiba cusss aja beres. Udah deh. Lanjut ke ruang berikutnya antri nunggu surat keterangan ma kartu vaksin. Udah deh beres. Pulang deh.

    Secara langsung sih ga kerasa gimana-gimana selain sakit gegara disuntik. Tapi sekitar 1-2 jam kemudian lengan atasku pegel banget sampe ketoel aja sakit banget. Pokoknya pegel beneeerrr. Dan ga lama dari situ aku ngantuk banget. Bener-bener mata tuh sepet, berat banget minta merem. Akhirnya aku tidur siang ada kali 2 jam dan bangun dalam kondisi sumeng. Ga enak aja gitu badanku tuh. Kondisi ini berlanjut terus sampe sore sampe malemnya. Dan sampe besoknya.

    Pegel di tangannya sih makin berkurang, sumeng juga mulai hilang. Tapi ngantuk terusnya ini yang bertahan. Besoknya tuh masih pagi aja aku udah ngantuk banget. Makin siang makin berat, sampe akhirnya aku tidur siang lagi. Sempet kebangun, aku paksain bangkit dari kasur, trus minum, eh tetep masih belum hilang ngantuknya. Akhirnya tidur lagi. Pokoknya ini terjadi sampe H+3 divaksin. Aku yakin ngantuk ini efek vaksin karena aku tuh kebilang jarang banget tidur siang. Jarang ngantuk siang-siang, kecuali emang ada kondisi tertentu kaya misal abis begadang atau kecapean. Jadi ya ini pasti efek vaksin. Nah lewat dari 3 hari barulah si ngantuk siang-siang ini hilang. Dari sejak itu sampe sekarang aku belum tidur siang lagi.

    Begitulah cerita vaksin Covid-ku.

    Jangan lupa nanti ada vaksin tahap 2 ya, Bu.

    😭😭😭

    View Full
  • coronaviruspandemicsanitizing
    08.01.2021 - 6 monts ago

    Pembelajaran Tatap Muka Harus Utamakan Keselamatan Siswa-Siswi

    JAKARTA - Pemerintah pusat telah mengizinkan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai 1 Januari 2021. Namun, pembukaan kembali sekolah harus mengutamakan keselamatan siswa-siswi yang masuk rentang usia anak sekolah. Satgas Penanganan Covid-19 pun telah berkoordinasi dengan kementerian terkait, untuk kesiapannya. 

    Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku mengatakan PTM akan dilaksanakan jika persyaratan-persyaratan yang ditentukan sudah terpenuhi. Dan merupakan kewenangan Pemda, kanwil atau kantor Kementerian Agama dan persetujuan orang tua. Hal ini sesuai Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 November 2020.

    "Namun, kesiapan pembukaan pembelajaran tatap muka ini, juga perlu memperhatikan data perkembangan kasus Covid-19, khususnya pada usia anak sekolah," jelas Wiku memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/1/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

    Karena terdapat kekhawatiran terhadap anak-anak rentang usia sekolah yang dapat tertular Covid-19. Secara persentasenya, rentang usia anak sekolah menyumbang sebesar 8,87% dari total kasus nasional. Atau usia sekolah menyumbang 59.776 kasus dari total kasus kumulatif. 

    Dari total kasus tersebut, anak pada usia setara pendidikan SD yaitu 7 - 12 tahun, menyumbang angka kasus terbanyak yaitu 17.815 kasus (29,8%). Diikuti usia setara SMA yaitu 16 - 18 tahun di angka 13.854 kasus (23,17%), usia setara SMP yaitu 13 - 15 tahun sebanyak 11.239 kasus (18,8%), usia setara TK yaitu 3 - 6 tahun sebanyak 8.566 kasus (14,3%) dan usia PAUD yaitu 0 - 2 tahun sebanyak 8.292 kasus (13,8%). 

    "Jika kita menelaah dari trennya, kita bisa melihat adanya peningkatan kasus konfirmasi pada setiap penggolongan umur, bahkan terbesar setara TK, Paud dan SD. Kenaikannya diatas 50 persen hanya dalam kurun waktu 1 bulan," lanjut Wiku. 

    Dari sebaran daerahnya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Banten konsisten menempati peringkat 10 besar daerah dengan konfirmasi tertinggi pada rentang usia sekolah. Dimana DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah konsisten menempati peringkat 4 teratas pada seluruh golongan umur rentang usia sekolah. 

    Dan secara nasional juga, terdapat 3 provinsi teratas dengan penyumbang kematian tertinggi rentang usia sekolah. Pada rentang usia PAUD, terdapat di Sulawesi Utara (6,78%), Nusa Tenggara Barat (4,72%) dan Nusa Tenggara Timur (4,35%). Rentang usia TK terdapat di Jawa Timur (4,6%), Riau (0,73%) dan Kepulauan Riau (0,72%). 

    Rentang usia SD terdapat di Jawa Timur (4,96%), Gorontalo (1,449), dan Sulawesi Tengah (1,47%). Rentang usia SMP terdapat di Jawa Timur (4,96%), Gorontalo (2,08%) dan Nusa Tenggara Barat (0,85%). Rentang usia SMA terdapat di Jawa Timur (4,62%), Gorontalo (1,64%) dan Aceh (1,53%). 

    "Data ini disampaikan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan bentuk transparansi Satgas kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Data ini selayaknya dijadikan dasar pertimbangan sebelum mengeluarkan izin pembelajaran tatap muka. Daerah yang merasa kasus positifnya tinggi, diharapkan fokus terlebih dahulu pada penangan pandemi," tegas Wiku. 

    Namun, apabila ada daerah yang merasa siap membuat pembelajaran tatap muka, harus terlebih dahulu paham komitmen yang dibutuhkan untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan serta mempunyai strategi yang jelas. Dibutuhkan peninjauan yang mendalam dan tidak hanya kesiapan dan kesepakatan pihak terkait. 

    Jakarta, 7 Januari 2021

    Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

    from RSS Feed - Berita Terkini https://ift.tt/3bjWA7B

    #RSS Feed - Berita Terkini #Pembelajaran Tatap Muka Harus Utamakan Keselamatan Siswa-Siswi
    View Full
  • barbareto
    08.01.2021 - 6 monts ago

    Pembelajaran Tatap Muka Harus Utamakan Keselamatan Siswa-Siswi

    Pembelajaran Tatap Muka Harus Utamakan Keselamatan Siswa-Siswi

    Jakarata-Indonesia. BARBARETO – Pemerintah pusat telah mengizinkan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai 1 Januari 2021. Namun, pembukaan kembali sekolah harus mengutamakan keselamatan siswa-siswi yang masuk rentang usia anak sekolah. Satgas Penanganan Covid-19 pun telah berkoordinasi dengan kementerian terkait, untuk kesiapannya. Juru Bicara Satgas…

    View On WordPress

    View Full
  • coronavirusdisastercleaning
    08.01.2021 - 6 monts ago

    Pembelajaran Tatap Muka Harus Utamakan Keselamatan Siswa-Siswi

    JAKARTA - Pemerintah pusat telah mengizinkan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai 1 Januari 2021. Namun, pembukaan kembali sekolah harus mengutamakan keselamatan siswa-siswi yang masuk rentang usia anak sekolah. Satgas Penanganan Covid-19 pun telah berkoordinasi dengan kementerian terkait, untuk kesiapannya. 

    Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku mengatakan PTM akan dilaksanakan jika persyaratan-persyaratan yang ditentukan sudah terpenuhi. Dan merupakan kewenangan Pemda, kanwil atau kantor Kementerian Agama dan persetujuan orang tua. Hal ini sesuai Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 November 2020.

    "Namun, kesiapan pembukaan pembelajaran tatap muka ini, juga perlu memperhatikan data perkembangan kasus Covid-19, khususnya pada usia anak sekolah," jelas Wiku memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/1/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

    Karena terdapat kekhawatiran terhadap anak-anak rentang usia sekolah yang dapat tertular Covid-19. Secara persentasenya, rentang usia anak sekolah menyumbang sebesar 8,87% dari total kasus nasional. Atau usia sekolah menyumbang 59.776 kasus dari total kasus kumulatif. 

    Dari total kasus tersebut, anak pada usia setara pendidikan SD yaitu 7 - 12 tahun, menyumbang angka kasus terbanyak yaitu 17.815 kasus (29,8%). Diikuti usia setara SMA yaitu 16 - 18 tahun di angka 13.854 kasus (23,17%), usia setara SMP yaitu 13 - 15 tahun sebanyak 11.239 kasus (18,8%), usia setara TK yaitu 3 - 6 tahun sebanyak 8.566 kasus (14,3%) dan usia PAUD yaitu 0 - 2 tahun sebanyak 8.292 kasus (13,8%). 

    "Jika kita menelaah dari trennya, kita bisa melihat adanya peningkatan kasus konfirmasi pada setiap penggolongan umur, bahkan terbesar setara TK, Paud dan SD. Kenaikannya diatas 50 persen hanya dalam kurun waktu 1 bulan," lanjut Wiku. 

    Dari sebaran daerahnya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Banten konsisten menempati peringkat 10 besar daerah dengan konfirmasi tertinggi pada rentang usia sekolah. Dimana DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah konsisten menempati peringkat 4 teratas pada seluruh golongan umur rentang usia sekolah. 

    Dan secara nasional juga, terdapat 3 provinsi teratas dengan penyumbang kematian tertinggi rentang usia sekolah. Pada rentang usia PAUD, terdapat di Sulawesi Utara (6,78%), Nusa Tenggara Barat (4,72%) dan Nusa Tenggara Timur (4,35%). Rentang usia TK terdapat di Jawa Timur (4,6%), Riau (0,73%) dan Kepulauan Riau (0,72%). 

    Rentang usia SD terdapat di Jawa Timur (4,96%), Gorontalo (1,449), dan Sulawesi Tengah (1,47%). Rentang usia SMP terdapat di Jawa Timur (4,96%), Gorontalo (2,08%) dan Nusa Tenggara Barat (0,85%). Rentang usia SMA terdapat di Jawa Timur (4,62%), Gorontalo (1,64%) dan Aceh (1,53%). 

    "Data ini disampaikan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan bentuk transparansi Satgas kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Data ini selayaknya dijadikan dasar pertimbangan sebelum mengeluarkan izin pembelajaran tatap muka. Daerah yang merasa kasus positifnya tinggi, diharapkan fokus terlebih dahulu pada penangan pandemi," tegas Wiku. 

    Namun, apabila ada daerah yang merasa siap membuat pembelajaran tatap muka, harus terlebih dahulu paham komitmen yang dibutuhkan untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan serta mempunyai strategi yang jelas. Dibutuhkan peninjauan yang mendalam dan tidak hanya kesiapan dan kesepakatan pihak terkait. 

    Jakarta, 7 Januari 2021

    Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

    from RSS Feed - Berita Terkini https://ift.tt/3bjWA7B

    #RSS Feed - Berita Terkini #Pembelajaran Tatap Muka Harus Utamakan Keselamatan Siswa-Siswi
    View Full
  • covid-19disinfectingservices
    08.01.2021 - 6 monts ago

    Pembelajaran Tatap Muka Harus Utamakan Keselamatan Siswa-Siswi

    JAKARTA - Pemerintah pusat telah mengizinkan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai 1 Januari 2021. Namun, pembukaan kembali sekolah harus mengutamakan keselamatan siswa-siswi yang masuk rentang usia anak sekolah. Satgas Penanganan Covid-19 pun telah berkoordinasi dengan kementerian terkait, untuk kesiapannya. 

    Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku mengatakan PTM akan dilaksanakan jika persyaratan-persyaratan yang ditentukan sudah terpenuhi. Dan merupakan kewenangan Pemda, kanwil atau kantor Kementerian Agama dan persetujuan orang tua. Hal ini sesuai Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 November 2020.

    "Namun, kesiapan pembukaan pembelajaran tatap muka ini, juga perlu memperhatikan data perkembangan kasus Covid-19, khususnya pada usia anak sekolah," jelas Wiku memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/1/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

    Karena terdapat kekhawatiran terhadap anak-anak rentang usia sekolah yang dapat tertular Covid-19. Secara persentasenya, rentang usia anak sekolah menyumbang sebesar 8,87% dari total kasus nasional. Atau usia sekolah menyumbang 59.776 kasus dari total kasus kumulatif. 

    Dari total kasus tersebut, anak pada usia setara pendidikan SD yaitu 7 - 12 tahun, menyumbang angka kasus terbanyak yaitu 17.815 kasus (29,8%). Diikuti usia setara SMA yaitu 16 - 18 tahun di angka 13.854 kasus (23,17%), usia setara SMP yaitu 13 - 15 tahun sebanyak 11.239 kasus (18,8%), usia setara TK yaitu 3 - 6 tahun sebanyak 8.566 kasus (14,3%) dan usia PAUD yaitu 0 - 2 tahun sebanyak 8.292 kasus (13,8%). 

    "Jika kita menelaah dari trennya, kita bisa melihat adanya peningkatan kasus konfirmasi pada setiap penggolongan umur, bahkan terbesar setara TK, Paud dan SD. Kenaikannya diatas 50 persen hanya dalam kurun waktu 1 bulan," lanjut Wiku. 

    Dari sebaran daerahnya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Banten konsisten menempati peringkat 10 besar daerah dengan konfirmasi tertinggi pada rentang usia sekolah. Dimana DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah konsisten menempati peringkat 4 teratas pada seluruh golongan umur rentang usia sekolah. 

    Dan secara nasional juga, terdapat 3 provinsi teratas dengan penyumbang kematian tertinggi rentang usia sekolah. Pada rentang usia PAUD, terdapat di Sulawesi Utara (6,78%), Nusa Tenggara Barat (4,72%) dan Nusa Tenggara Timur (4,35%). Rentang usia TK terdapat di Jawa Timur (4,6%), Riau (0,73%) dan Kepulauan Riau (0,72%). 

    Rentang usia SD terdapat di Jawa Timur (4,96%), Gorontalo (1,449), dan Sulawesi Tengah (1,47%). Rentang usia SMP terdapat di Jawa Timur (4,96%), Gorontalo (2,08%) dan Nusa Tenggara Barat (0,85%). Rentang usia SMA terdapat di Jawa Timur (4,62%), Gorontalo (1,64%) dan Aceh (1,53%). 

    "Data ini disampaikan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan bentuk transparansi Satgas kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Data ini selayaknya dijadikan dasar pertimbangan sebelum mengeluarkan izin pembelajaran tatap muka. Daerah yang merasa kasus positifnya tinggi, diharapkan fokus terlebih dahulu pada penangan pandemi," tegas Wiku. 

    Namun, apabila ada daerah yang merasa siap membuat pembelajaran tatap muka, harus terlebih dahulu paham komitmen yang dibutuhkan untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan serta mempunyai strategi yang jelas. Dibutuhkan peninjauan yang mendalam dan tidak hanya kesiapan dan kesepakatan pihak terkait. 

    Jakarta, 7 Januari 2021

    Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional

    from RSS Feed - Berita Terkini https://ift.tt/3bjWA7B

    #RSS Feed - Berita Terkini #Pembelajaran Tatap Muka Harus Utamakan Keselamatan Siswa-Siswi
    View Full
  • muhammadiyahsumbar
    17.01.2020 - 1 year ago

    Amanah Ketua PWM SB pada Pembukaan TOT MTT, Padang, 17.01.2020

    Amanah PWM pada  Pembukaan TOT (Training of Trainers) Kader Tarjih PWM Sumbar Kerjasama MTT PWM-UMSB, Padang, 17.01.2020

     Oleh SK

    I.             Mukaddimah.

                Salam, tahmid, tasyahud, shalawat dan al-ayah, QS.  Attaubah, 9:122

    Al-Mujadilah, 58:11.

    يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِى ٱلۡمَجَـٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡ‌ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتٍ۬‌ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٌ۬ (١١)

     Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

    II.           Misi Utama

    Misi utama yang dibawa oleh Muhammadiyah adalah pembaharuan (tajdid) pemahaman agama. Adapun yang dimaksudkan dengan pembaharuan oleh Muhammadiyah  seperti dikemukakan M. Djindar Tamimy: “tajdid” (bahasa Arab)  artinya “pembaharuan” adalah mengenai dua segi, menurut sasarannya :

    Pertama :   berarti pembaharuan dalam arti mengembalikan kaidah, iman dan ibadah kepada keasliannya/kemurniannya, ialah bila tajdid itu sasarannya mengenai soal-soal prinsip  yang sifatnya tetap/tidak berubah-ubah, kontinuitas, berkelanjutan.

     Kedua    :    berarti pembaharuan dalam arti modernisasi, menyesuaikan dengan tantangan baru. Hal itu dimaksudkan  bila tajdid itu sasarannya mengenai masalah bagaimana muamalah fid dunia yang bersandarkan kepada nilai-nilai dan hukum agama dengan metode, sistem, teknik, strategi, taktik perjuangan, dan lain-lain yang sebangsa itu, yang sifatnya berubah-ubah, disesuaikan dengan situasi dan kondisi/ruang dan waktu.

     Tajdid dalam kedua artinya, itu sesungguhnya merupakan watak dari pada ajaran Islam itu sendiri dalam risalah keberlanjutan sebagai shalih li kulli makan waz zaman.

    III. Pemurnian dan Pembaharuan

    Dengan begitu pembaharuan itu tidaklah selamanya berarti memodernisasikan, akan tetapi juga memurnikan, membersihkan yang bukan ajaran yang sebenarnya. Di dalam bahasa lain pembaharuan kembali kepada aslinya tentang iman dan ibadah disebut juga permurnian atau purifikasi. Sementara pembaharuan yang menyesuikan perkembangan dunia modern dengan tidak menghilangkan hal-hal pokok, itulah yang disebut modernisasi dan  pembaharuan.  Yang qath’iud dalalah tidak berubah dan yang zhanniuddalalah yang yang mungkin menyesuaikan dan berubah bahkan mesti berubah.

    Kedua-duanya meminta ikhtiar dan usaha keras, berfikir keras dengan ijitihad fardhi dan jama’i yang di dalam Muhammadiyah disebut tarjih, merajihkan kembali atau mencari hal baru sesuai kaidah pandangan pemahaman beragama Muhammadiyah. Itulah pula yang dimaksud dengan manhaj tarjih Muhammadiyah.

     !V. Manhaj Tarjih

    Menurut Prof Syamsul Anwar, Ketua MTT PPM,  Secara harfiah manhaj tarjih berarti cara melakukan tarjih. Istilah tarjih berasal dari disiplin ilmu ushul fikih yang berarti melakukan penilaian terhadap dalil-dalil syar’i yang secara zahir tampak saling bertentangan atau evaluasi terhadap pendapat-pendapat (qoul) fikih untuk menentukan mana yag lebih kuat.

     V. Amanah

    Di antara tugas utama Majelis Tarjih adalah melakukan pengkajian masalah-masalah keagamaan, memberikan bimbingan dan tuntunan keagamaan bagi warga Muhammadiyah secara khusus dan warga masyarakat secara umum, serta melakukan kaderisasi tenaga ulama dalam lingkungan persyarikatan.

     Untuk memikul tanggungjawab itu Muhammadiyah mesti terus menerus melakukan pengkaderan ulama tarjih. Menjadi ulama terjih adalah tugas berat. Muhammadiyah  mengakui bahwa mencetak ulama tidaklah mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan grand design perkaderan ulama tarjih serta menyediakan wadah bagi yang berminat dan berbakat di bidang ini.

     Di samping itu, perlu kita lanjutkan usaha yang lebih konsentratif pula selain upaya TOT ini antara lain pengkaderan AMM dan para ulama muda, muballigh akademisi Muhammadiyah dan  pada perguruan Muhammadiyah dengan menelusuri talenta keulamaan dan kefakihan mulai dari siswa di madrasah dan pesantren serta PTM kita.

     Dulu di UMSB ada mahasiswa kader, sekarang ada Ma’had Zubair Bin Awwam. Dan pernah ada upaya pula untuk melebur PPUM beberapa waktu lalu dengan pasca sarjana PTM kita yang mesti kita revitalisasi terus menerus. Kita menggesa dan mendorong terus menerus serta pada saatnya kader kita terus tumbuh dan berkembang dalam bidang ketarjihan ini.

     VI. Harapan dan Terimakasih

    Itulah tujuan dan maksud TOT hari ini dan besok dilaksanakan. Kepada peserta diharapkan mengikuti agenda ini dengan sangat serius dan fokus. Kepada Rektor  UMSB Dr. Riki Saputra, MA dan jajaran sebagai fasilitator tempat dan acara dan linnya,  serta  MTT PWM sebagai tuan rumah di bawah koordinasi dan kepemimpinan Wak Ketua PWM Prof. Dr. Edi Safri, MA dan Ketua MTT Dr. Zulkarnaini, MA dan sekretaris, Dr. Zulheldi Hamzah, MA,  serta kru dan segenap penggiat dan penggerak agenda TOT ini, diaturkan terimakasih dan penghargaan yang amat tinggi.

    Kepada MTT PPM yang datang dari pusat Dr. H. Gofar Ismail, M.Pd serta nara-wacana, ulama dan cendekiawan serta akademisi Muhammadiyah wilayah dan dari pihak lain, penghargaan yang sama dan ucapan terimakasih dari hati yang ikhlas disampaikan pula. Kepada panitia baik SC maupun OC, PWM mengucapkan pula rasa terimakasih yang tidak terhingga.

     Istimewa, penghargaan  dan terimakasih disampaikan kepada Wali Kota Padang Bp. H. Mahyeldi Ansharullah, SP Dt. Marajo yang bukan hanya Wako dan Politisi tetapi juga muballigh dan ulama, serta Penasihat PDM Padang yang bersedia hadir dan memberikan sambutan tadi.

    Beliau hadir  bukan hanya pada acara TOT ini, bahkan sepengetahuan PWM, bila beliau berada di tempat, selalu hadir dalam setiap acara dan agenda Muhammadiyah. Dalam beberapa pekan ini, beliau hadir untuk kedua kalinya, setelah hadir dan memberi sambutan pada Milad 107 Muhammadiyah oleh PDM Padang. Kita mendoakan azam dan harapan kita semua untuk beliau makin sukses memimpin kota bahkan lebih tinggi dari itu nantinyan untuk umat dan bangsa yang lebih besar.

     Kepada peserta yang datang dari berbagai daerah dan tempat, terimakasih yang amat dalam, sekaligus diucapkan. Serta kepada kepada berbagai pihak yang menyukseskan serta istimewa para wartawan cetak dan online  yang mensyiarkan agenda ini layangkan ucapan syukran katsiran wa jazakumullahu khairan jaza.

     VII. Penutup

    Akhirnya dengan resmi, kita buka hari ini, Jumat, 17 Januari 2020-21 Jumadil Awal 1441, TOT MTT Muhammadiyah Sumbar dengan mengucapkan dan mari kita bersama malafazkan bismillahiramhanirrahim.

     Kepada Allah semuanya kita serahkan sambil mengharap ridha, inayah dan maunah-Nya.

     Nashrumminallah wa fathum qarib, wabasyiril mukminin,

     Wassalamulaikum wr wb.

     (Ketua,SK)

    View Full
  • besqdancemusic
    17.01.2020 - 1 year ago

    Amanah Sambutan PWM pada TOT MTT 17.01.2020

    Amanah PWM pada  Pembukaan TOT (Training of Trainers) Kader Tarjih PWM Sumbar Kerjasama MTT PWM-UMSB, Padang, 17.01.2020

    Oleh SK I. Mukaddimah.             Salam, tahmid, tasyahud, shalawat dan al-ayah, QS Al-Mujadilah, 58:11) 

    II. Amanah Misi utama yang dibawa oleh Muhammadiyah adalah pembaharuan (tajdid) pemahaman agama. Adapun yang dimaksudkan dengan pembaharuan oleh Muhammadiyah  seperti  dikemukakan M. Djindar Tamimy: “tajdid” (bahasa Arab)  artinya “pembaharuan” adalah mengenai dua segi, menurut sasarannya : Pertama :   berarti pembaharuan dalam arti mengembalikan kaidah, iman dan ibadah kepada keasliannya/kemurniannya, ialah bila tajdid itu sasarannya mengenai soal-soal prinsip  yang sifatnya tetap/tidak berubah-ubah, kontinuitas, berkelanjutan.

    Kedua    :    berarti pembaharuan dalam arti modernisasi, menyesuaikan dengan tantangan baru. Hal itu dimaksudkan  bila tajdid itu sasarannya mengenai masalah bagaimana muamalah fid dunia yang bersandarkan kepada nilai-nilai dan hukum agama dengan metode, sistem, teknik, strategi, taktik perjuangan, dan lain-lain yang sebangsa itu, yang sifatnya berubah-ubah, disesuaikan dengan situasi dan kondisi/ruang dan waktu.

    Tajdid dalam kedua artinya, itu sesungguhnya merupakan watak dari pada ajaran Islam itu sendiri dalam risalah keberlanjutan sebagai shalih li kulli makan waz zaman.

    Dengan begitu pembaharuan itu tidaklah selamanya berarti memodernkan, akan tetapi juga memurnikan, membersihkan yang bukan ajaran yang sebenarnya. Di dalam bahasa lain pembaharuan kembali kepada aslinya tentang iman dan ibadah disebut juga permurnian atau purifikasi. Sementara pembaharuan yang menyesuikan perkembangan dunia modern dengan tidak menghilangkan hal-hal pokok, itulah yang disebut modernisasi dan  pembaharuan.  Yang qath’iud dalalah tidak berubah dan yang zhanniuddalalah yang yang mungkin menyesuaikan dan berubah bahkan mesti berubah.

    Kedua-duanya meminta ikhtiar dan usaha keras, berfikir keras dengan ijitihad fardhi dan jama’i yang di dalam Muhammadiyah disebut tarjih, merajihkan kembali atau mencari hal baru sesuai kaidah pandangan pemahaman beragama Muhammadiyah. Itulah pula yang dimaksud dengan manhaj tarjih Muhammadiyah.

    Menurut Prof Syamsul Anwar, Ketua MTT PPM,  Secara harfiah manhaj tarjih berarti cara melakukan tarjih. Istilah tarjih berasal dari disiplin ilmu ushul fikih yang berarti melakukan penilaian terhadap dalil-dalil syar’i yang secara zahir tampak saling bertentangan atau evaluasi terhadap pendapat-pendapat (qoul) fikih untuk menentukan mana yag lebih kuat.

    Di antara tugas utama Majelis Tarjih adalah melakukan pengkajian masalah-masalah keagamaan, memberikan bimbingan dan tuntunan keagamaan bagi warga Muhammadiyah secara khusus dan warga masyarakat secara umum, serta melakukan kaderisasi tenaga ulama dalam lingkungan persyarikatan.

    Untuk memikul tanggungjawab  itu Muhammadiyah mesti terus menerus melakukan pengkaderan ulama tarjih. Menjadi ulama terjih adalah tugas berat. Muhammadiyah  mengakui bahwa mencetak ulama tidaklah mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan grand design perkaderan ulama tarjih serta menyediakan wadah bagi yang berminat dan berbakat di bidang ini.

    Di samping itu, perlu kita lanjutkan usaha yang lebih konsentratif pula selain upaya TOT ini antara lain pengkaderan AMM dan para ulama muda, muballigh akademisi Muhammadiyah dan  pada perguruan  Muhammadiyah dengan menelusuri talenta keulamaan dan kefakihan mulai dari siswa di madrasah dan pesantren serta PTM kita.

    Dulu di UMSB ada mahasiswa kader, sekarang ada Ma’had Zubair Bin Awwam. Dan pernah ada upaya pula untuk melebur PPUM beberapa waktu lalu dengan pasca sarjana PTM kita yang mesti kita revitalisasi terus menerus. Kita menggesa dan mendorong terus menerus serta pada saatnya kader kita terus tumbuh dan berkembang dalam bidang ketarjihan ini.

    Itulah tujuan dan maksud TOT hari ini dan besok dilaksanakan. Kepada peserta diharapkan mengikuti agenda ini dengan sangat serius dan fokus. Kepada Rektor yang bertindak sebagai tuan rumah bersama MTT PWM, diaturkan terimakasih dan penghargaan yang amat tinggi. Kepada MTT PPM yang datang dari pusat serta nara-wacana dari ulama dan cendekiawan serta akademisi Muhammadiyah wilayah dan dari pihak lain, penghargaan yang sama dan ucapan terimakasih dari hati yang ikhlas disampaikan pula. Kepada panitia baik SC maupun OC, PWM mengucapkan pula rasa terimakasih yang tidak terhingga.

    Istimewa, sanjungan, penghargaan  dan terimakasih disampaikan kepada Wali Kota Padang Bp. H. Mahyeldi Ansharullah, SP Dt. Marajo yang bukan hanya Wako dan Politisi tetapi juga muballigh dan ulama, serta Penasihat PDM Padang yang bersedia hadir dan memberikan sambutan tadi. Beliau hadir  bukan hanya pada acara TOT ini, bahkan sepengetahuan PWM, bila beliau berada di tempat, selalu hadir dalam setiap acara dan agenda Muhammadiyah. Dalam beberapa pekan ini, beliau hadir untuk kedua kalinya, setelah hadir dan memberi sambutan pada Milad 107 Muhammadiyah oleh PDM Padang.

    Kepada peserta yang datang dari berbagai daerah dan tempat, terimakasih yang amat dalam, sekaligus diucapkan. Serta kepada kepada berbagai pihak yang menyukseskan serta istimewa para wartawan cetak dan online  yang mensyiarkan agenda ini layangkan ucapan syukran katsiran wa jazakumullahu khairan jaza.

    Akhirnya dengan resmi, kita buka hari ini, Jumat, 17 Januari 2020-21 Jumadil Awal 1441, Work Shop MTT Muhammadiyah Sumbar dengan mengucapkan dan mari kita bersama malafazkan bismillahiramhanirrahim.

    Kepada Allah semuanya kita serahkan sambil mengharap ridha, inayah dan maunah-Nya.

    Nashrumminallah wa fathum qarib, wabasyiril mukminin,

    Wassalamulaikum wr wb.

    (SK)

    View Full