#catatan Tumblr posts

  • kakiterluka
    25.10.2021 - 16 hours ago

    Note my self :

    Kuat-kuat ya, harus bisa lebih sabar. Sekarang bukan saatnya, belum waktunya Tuhan menunjukan kebesarannya untukmu. Allah enggak pernah tidur, Allah tahu apa masalahmu, Dia (Allah) maha mengetahui apa yang terbaik bagi hambanya.

    Allah mengujimu dengan berbagai masalah yang begitu pelik karena Allah sayang, karena Allah cinta. Allah memberi masalah bagi setiap hambanya bukan karena enggak sayang, bukan Allah membenci kita.

    Tapi Allah ingin lebih dekat dengan hamba-hambanya, Allah ingin kamu datang padaNya, bercerita tentang segala keluh kesahmu. Berdoalah, minta kepadaNya untuk diberi kekuatan sekuat bumi, agar diberi kesabaran seluas langit. Bukan untuk diselesaikan, berdoalah agar dimudahkan, agar diberi ketabahan.

    Sebab masalahmu akan mendekatkan dirimu dengan Sang pencipta. Sesungguhnya dibalik kesusahan pasti ada kemudahan, dibalik masalah pasti ada jalan keluar. Serahkan semuanya pada Sang maha tinggi, Allah mendengarmu, Allah melihatmu.

    View Full
  • nisakhairunnisa
    25.10.2021 - 17 hours ago

    Bahkan di saat kamu sedang merasa berada di kondisi terlemah mu, disaat kamu rasanya sedang tidak ingin diganggu, disaat kamu ingin rehat sejenak tanpa ada riak-riak, kamu masih harus berjuang mengalahkan perasaan luka mu itu, kamu masih mau berjuang untuk segera membetulkan yang patah-patah itu, kamu harus berjuang untuk tetap memintal semangat mu untuk berusaha tidak melukai yang lain walaupun yang lain ternyata tidak melakukan hal yang serupa dengan mu, tapi bukankah memang kamu tidak peduli akan itu, yang kamu pedulikan hanya tentang bagaimana penilaian Rabb mu. Terimakasih kamu yang telah berjuang untuk tetap tegak walau sedang melangkah tertatih-tatih, terimakasih kamu yang tetap tersenyum ditengah lelah mu :)

    Terimakasih diriku ...

    Bandung, 25 Oktober 2021

    View Full
  • kantornotaris
    25.10.2021 - 21 hours ago
    #Bantal Catatan 25
    View Full
  • ysalma
    25.10.2021 - 1 day ago

    Plays.org Situs Bermain Game Online, Hiburan Murah untuk Keluarga

    Plays.org Situs Bermain Game Online, Hiburan Murah untuk Keluarga

    Apa kabar keluarga penyuka permainan game, baik secara online ataupun melalui game console seperti Nintendo atau Playstation di rumah. Pada terkaget-kaget dengan cepatnya perkembangan dunia game saat ini kan? Sama! Kalau saya, sejujurnya dengan pesatnya perkambangan dunia game sempat membuat kantung keuangan agak kewalahan. Rasanya ingin mengibarkan bendera putih, tapi kok ya suka, hehe. Hal…

    View On WordPress

    View Full
  • justjiwa
    24.10.2021 - 1 day ago

    Pencapaian(mu)

    24/10/21

    Hai, tertawa saja tak apa, memang aku terlalu pintar untuk ini. Lupakan kata-kataku itu, yang pernah mengatakan bahwa aku tidak akan menulis lagi tentang dirimu. Tapi nyatanya, itu hanya omong kosong.

    Malam ini, aku hanya ingin mengatakan, selamat atas pencapaianmu. Oh ya, perihal hati, kamu sudah menemukan dia kah? Sang Manusia yang kau inginkan. Tenang, aku sudah lupakan perasaan itu, dan kau sekarang bisa terbang dengan bebas tanpa perlu memikirkan aku. Eh, kok jadi bahas perasaan ya, haha.

    Aku dengar-dengar, kamu sudah kembali ke tempatmu menempuh pendidikan, ya? Ah, senang rasanya, akhirnya yang kamu inginkan teraminkan. Aku dengar-dengar juga, akhir-akhir ini kau mulai ikut organisasi, ya? Syukurlah kalau gitu, hidupmu tidak sekaku kemarin hehe.

    Oh ya, doakan aku ya. Agar bisa melakukan pencapaian mengagumkan (lagi), agar aku dapar membuat diriku ini berbangga (lagi). Sudah itu saja, mungkin aku akan menulis tentangmu lagi jika memang ada yang menarik dari dirimu. Tulisan ini tidak akan pernah sampai kepadamu, karna memang aku tidak mau. Sehat-Sehat, ya!

    13064MU

    Kamu tidak akan pernah hilang, dalam lembar yang usang.

    -jwnr

    ____

    Note : Setiap tulisan yang aku tulis, terdapat kode yang bisa kamu sambungkan dari cerita ke cerita. Layaknya diary yang aku tulis semau hati. Selamat menyelam di dunia Just Jiwa.

    ____

    View Full
  • halaqah-center
    24.10.2021 - 1 day ago

    •Kesenangan dan ketenangan•

    Daerah atau kota manapun kau pasti akan menemukan banyak orang berlomba-lomba memuja kesenangan yang mereka anggap tujuan dalam kehidupan. Kesenangan yang hadir dengan cara yang kadang menggerus keimanan sejengkal demi sejengkal. Membawa kita larut dalam kelalaian yang sebenarnya mengsensarakan.

    Kesenangan kebanyakan hadir hanya sebagai pelampiasan nafsu sehingga ketenangan tak akan lahir, Ketenangan lahir karena hati selalu terpaut dan ingat akan penciptaNya. Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram. (QS-13:28). Begitu terang dan jelas bagaimana komparasi definisi dari dualitas di atas.

    Karena apa yang menyenangkan belum tentu menenangkan sehingga sebagai muslim kita harus pandai merawat filter kezaliman. sehingga setiap rongga dalam diri kita selalu mengingatNya dan lahirlah ketenangan yang di sertai kesenangan.

    View Full
  • siluetjingga
    24.10.2021 - 1 day ago

    Huf. Mungkin ngga sih?

    Kalau aku yang naif?

    aku beranggapan, bahwa aku bagian dari kehidupan mu.

    Melakukan banyak hal tapi nggak di anggep rasanya gimana sih?? Ga enak banget kan?? Kaya sia sia aja gitu,

    .tapiii ga tau kenapa,!?

    giliran udah mau bodo amat,malah ga bisa,jatuhnya gimana gt,malah kepikiran dia-nya terus gt.

    Aghh ya ampun susah banget ga si?

    Aku tau kok kamu mau berusaha tegar,

    tapi aku juga tau ,kalau kamu juga lagi nggak baik baik aja,

    please lah, ngga usah munafik gt,
    ngga papa kali, kalo kamu lg ngga baik-baik aja.
    ngga papa juga kalo iya hatimu sedang lara.

    Jangan terlalu berusaha untuk baik baik saja yah? Jangan terlalu di paksakan.

    Tolong yha? Jika aku berusaha ada untuk mu, tolong anggap keberadaan ku. Aku hanya ingin membantumu.

    Jika memang kesalahanku yang dulu membuat mu membenci ku? Tapi tolong hargai usaha dan keberadaan ku.

    Hanya itu..

    Kresnotonegor24oktober2021

    View Full
  • jndmmsyhd
    24.10.2021 - 1 day ago

    Menanti Sepertiga Malam

    Jangan buru-buru menyeka air mata yang turun, dan jangan pula buru-buru pergi menuju ramainya manusia disaat tangismu masih ada, selesaikan dulu tangismu dan apa yang hati ingin tumpahkan. Mungkin di luar sedang cerah dan hangat oleh matahari, tapi tidak untuk hatimu yang sedang gelap dan penuh gemuruh itu, biarkan hujan deras turun di hatimu untuk sesaat membasahi kerasnya kecewa dan mendinginkan panasnya harapan.
    Jika sudah selesai dari tangis dan hujan hati, cobalah menarik napas yang panjang lalu keluarkan bersama dengan semua kesedihan. Apa yang kamu khawatirkan itu sebenarnya tidaklah semenakutkan apa yang kamu kira, kamu hanya perlu menyiapkan hati dan pikiran untuk kemungkinan yang paling buruk.
    Pada setiap rencana hidup ini adakalanya seseorang harus merasakan kegagalan, agar nanti lebih menghargai apa yang didapat. Dan pada setiap kekecewaan yang menyakitkan hati itu seharusnya kamu  bisa belajar soal sabar dan menyerahkan semua keputusan pada-Nya, Allah hanya ingin mengajari apa yang tidak kamu dapatkan di sekolah selama ini.
    Tenang, tidak akan pernah Allah itu menelantarkan manusia yang lisannya selalu berdoa dan hatinya selalu berprasangka baik pada-Nya. Kembalilah pada-Nya, mulailah mendekat dengan doa-doa dan ibadah disepertiga malammu.

    Allah sudah menunggumu, nanti malam bangun ya.

    @jndmmsyhd 

    View Full
  • malamkontemplasi
    24.10.2021 - 2 days ago

    Nasi Uduk Buatan Mak

    @miakamiya 

    Mirah menatap sepiring nasi uduk sisa dagangan Mak pagi itu. Meski hanya menjual nasi uduk saja, setiap pagi nasi uduk Mak memiliki rasa berbeda. Entah orek tempe yang agak keras, bawang goreng layu, atau bihun yang kaku. Ya, bihun yang sudah dimasak itu kembali agak kaku dan menempel karena terlalu lama mendiami wadah rantang yang terpapar panas matahari di atas meja dagangan.

    Mak, seperti biasa, mondar-mandir antara dapur dan meja dagangan. Mulutnya sibuk mengoceh sejak awal selepas Mirah menyendok nasi uduk dari termos nasi.

    “Duit dari mana? Ini Mak susah-susah dagang buat kamu sekolah supaya kamu lekas kerja, Mir.”

    “Opo kamu ora kasian liat Mak capek kerja sampe kamu lulus?”

    “Bukannya bantuin Mak kerja, kamu malah bilang mau kuliah. Koyok Mak mu ini wong sugih wae.”

    Mata Mirah pedih, kuping Mirah panas mendengar perkataan Mak. Meski begitu, Mirah bergeming. Mulutnya sibuk mengunyah, sementara matanya menatap kosong sarapannya itu. Nasi uduk pagi buatan Mak selalu terasa hambar akibat ucapan Mak yang itu-itu melulu.

    Kenapa musti Mirah yang mengalah, Mak? Apa Mirah tak berhak berusaha dapat yang Mirah mau? Cita-cita bak barang mewah bagi keluarga ini. Anak-anak dilahirkan seperti hanya sebuah alat untuk menambah kantong pemasukan mereka. Apa aku dilahirkan hanya untuk itu? Aku tahu aku dilahirkan dari keluarga tak punya, tapi wajibkah aku mengikuti seluruh ucapan mereka? Mereka mengatur hidupku menjadi apa yang mereka dikte.

    Mereka menyalahkan takdir miskin yang mereka alami sebab aku dan adik-adikku lahir. Pemasukan mereka harus dibagi untuk keempat anak-anaknya. Kenapa mereka tidak berusaha mengubah nasib mereka sendiri, sebelum menyuruh orang lain untuk mengubah nasib mereka? Sehingga ketika kami lahir, kami berada di keluarga yang cukup dan pernyataanku, “Mak, Mirah mau kuliah,” tidak menjadi cerita panjang saat sarapan pagiku.

    Mak, seandainya Mirah benar angkat kaki, apakah Tuhan langsung melabeliku “anak durhaka”? apakah Tuhan tidak suka dengan hambanya yang ingin sekolah lagi? Apakah Tuhan tak senang melihat hambanya pintar? Apakah Tuhan tak ingin melihat hambanya berusaha mengubah takdirnya?

    “Kapan Mak nimang cucu? Bagi Mak sekolah sampai SMA sudah cukup yang penting bisa itung-itungan toh, moco karo nulis. Kalo kamu kuliah kapan Mak istirahatnya, emang kowe ra kasian?”

    “Ra usahlah sekolah tinggi-tinggi nanti kamu bakalan kayak Mak, di rumah, di dapur, urus keluarga juga.”

    “kalau masih mau lanjut Mak nggak bisa kasih uang buat adek-adekmu sekolah, mau kamu mereka lulusan SD? Dibodoh-bodohi orang nanti, hah?”

    “Mak dulu kawin sama Bapakmu umur 17, nggak punya biaya juga buat sekolah, Mak kerja seusia kamu.”

    “Nanti apa kata orang, Mak punya perawan tua, kelamaan sekolah, nanti laki-laki di sini nggak mau nikah sama kamu. Kamu mau Mak diomongin sama tetangga, gitu?”

    Entah mengapa, setiap kata-kata yang Mak keluarkan, ia menangkap rasa takut dari Mak. Seperti tersirat jika Mirah kuliah ia nantinya akan punya uang dan bekerja di Jakarta setelah lulus. Ia akan meninggalkan Mak dan tak akan kembali ke rumah. Cuma kata-kata yang menakut-nakuti saja yang Mak keluarkan dan hendak meragukan keinginanku—yang kata Mak hal itu merupakan keegoisanku. Mirah tersenyum getir di sela-sela mengunyah nasi dan orek tempe dalam mulutnya.

    Mirah melahap nasi terakhir dan kerupuk sebagai penutup. Ia membawa piring kotor ke dapur, lalu mencucinya. Selepas meletakkan piring dan sendok, Mirah berbalik ke arah Mak yang memunggunginya.

    “Mak, Mirah dapat beasiswa kuliah di Jakarta.”

    Depok, 28/8/2020

    View Full
  • bilqishe
    23.10.2021 - 2 days ago

    Berkata Baik atau Diam

    Orang yang yakin bahwa "Allah Maha Mendengar" pastilah akan sangat berhati-hati dalam menggunakan lisannya. Ia akan memastikan terlebih dahulu agar apa yang ia ucapkan adalah sesuatu yang baik saja.

    Bukan, bukan supaya orang lain suka kepadanya. Tapi supaya Allah suka kepadanya.

    Bila disukai ciptaan-Nya (manusia) saja kita sering kali bahagia, lalu bagaimana bila disukai oleh Penciptanya? Ah MaaSyaaAllah, tentu bahagia tiada dua..

    Memang terasa mudah ya menuliskan kalimat baik seperti ini? , tapi sering kali masih nihil dalam praktiknya.. Semoga ke depan, tulisan ini bisa menjadi pengingat dan pagar untuk lisan dalam berucap..

    Aamiin aamiin Ya Rabbal'alamin

    View Full
  • allenaedlyn
    23.10.2021 - 2 days ago

    Bullshit kalau di umur tiga belas tahun atau saat menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama kita enggak tahu tentang cinta-cinta (an), mayoritas pasti tahu itu! Bahkan banyak yang katanya terjebak ‘cinta monyet’ atau apalah itu namanya. Enggak menutup kemungkinan sering terjadi juga yang begini; cinta dalam diam, cinta tak terbalas, cinta bertepuk sebelah tangan, dan  yang paling rumit dari segala cinta yaitu ‘cinta segitiga’. Lalu bagaimana dengan aku? Pernahkah aku terjebak diantara cinta yang disebutkan itu?

    Hari itu saat awan hitam dan terik matahari bercampur menjadi satu, dengan degup jantung yang berpacu serta wajah yang memerah aku terus berlarian tanpa henti menuju barisan depan gerbang sekolah. Ku pikir bukan sekarang hari nya, masih besok atau lusa Masa Orientasi Siswa akan berlangsung. Sial sial sial! Aku masuk dalam barisan yang terlambat dan mau tidak mau pasti akan dihukum.

    Benar saja, setelah barisan di depan ku diperbolehkan masuk. Kini giliran ku untuk maju dan diinterogasi oleh kakak-kakak panitia MOS yang mempunyai beragam ekspresi. Untuk menatap langsung ke arah mereka saja aku tak punya keberanian sama sekali!

    “Kenapa terlambat?” Tanya salah satu kakak panitia perempuan yang berpenampilan judes dan sinis. Dalam hitungan detik aku sudah dibuat mati kutu.

    “Jawab kalau ditanya.” Baru saja aku ingin menjawab, tapi malah dihujani bentakan dari kakak panitia laki-laki dengan ekspresi garang.

    “Maaf kak, saya ketinggalan informasi kalau hari ini mulai pelaksanaan MOS.” Jawab ku jujur.

    “Banyak alasan.” Kini kakak laki-laki yang berdiri paling ujung yang ku pikir pendiam dan baik hati melayangkan pernyataan yang begitu sinis.  

    “Yaudah kali ini di maafin tapi untuk besok dan seterusnya jangan sampai terlambat lagi.” Selalu ada sosok malaikat diantara para devil.

    “Tapi tetap ada hukuman karena kamu terlambat, hukumannya besok kamu harus bawa buku big boss 3, roti tawar 1 sama aqua botol yang ukuran sedang 1. Sekarang kamu boleh masuk.” Sambung kakak panitia perempuan bersuara lembut yang kemudian membukakan gerbang untuk ku.

    Bodohnya, sudah tahu tertinggal informasi dan sudah tertinggal beberapa dari rangkaian acara. Aku malah enggak nanya ke kakak panitia MOS itu dapat kelompok apa, kumpul dimana, dan segala yang aku enggak tahu yang seharusnya aku tanyain. OMG. Dengan modal ‘yaudah lah cari tahu sendiri dulu’ aku langsung menuju madding melihat papan pengumuman.

    Benar saja, setelah lama berdiri menelusuri dan membaca semua pengumuman yang ada di madding aku jadi tahu ternyata nama ku masuk kedalam kelompok Soekarno. Tapi kemudian kebingungan melanda, dimana ruangan Soekarno dan aku harus bagaimana sekarang. Dengan langkah yang tak pasti aku mengelilingi setiap kelas, sampai pada akhirnya aku menemukan ruang tersebut! Tapi ruangan itu terkunci dan tak ada satupun orang di dalam.

    Saat ini aku terus merutuki kebodohan diri sendiri sembari duduk didepan ruangan Soekarno, rasanya seperti dihujani kesialan berulang-ulang. Kemudian segerombolan para siswa-siswi melewati ku menatap dengan beragam tatapan yang tak bersahabat. Dengan tatapan seperti itu siapa pun pasti tak akan merasa nyaman, aku pun langsung berdiri tegap agar tak terlihat begitu menyedihkan. Lalu tiba-tiba Ardan menghampiri ku.

     Ardan dan aku sudah berteman lama sejak kecil, banyak hal yang sudah kita lalui bersama. Bahkan rumah ku dengan Ardan hanya berjarak lima langkah, dan selalu saja kita bersekolah di sekolah yang sama. Mulai dari SD sampai SMP sekarang ini.

    “Kenapa duduk disini Han? Sekarang kan lagi masa orientasi siswa, perkenalan lingkungan sekolah.” Ardan bertanya dengan ekspresi bingung sekaligus memastikan.

    “Aku bingung Dan, aku enggak tahu kelompok ku dimana dan harus kemana. Jadi yaudah aku duduk disini nunggu.”

    “Aduh Hani. Mau nunggu sampai kapan? Agenda hari ini itu perkenalan lingkungan sekolah jadi enggak akan ada yang keruangan ini. Gimana kalau ikut aku aja ke Aula bareng sama temen yang lain, siapa tahu kelompok kamu juga ada disana kan.” Ajak Ardan yang aku tahu dia pasti sangat mengkhawatirkan diriku saat ini.

    “Yaudah aku mau.” Angguk ku cepat.

     Aku berjalan dibelakang Ardan, mengekori dirinya sampai ke Aula. Tidak ada obrolan sama sekali sepanjang perjalanan. Sesekali orang-orang akan memandangi kami dengan heran, saat aku menunduk Ardan kemudian menggenggam tanganku sembari berbisik. “Lihat kedepan Han, jangan nunduk. Memangnya uang mu jatuh?”

    Sesampainya di Aula, Ardan menuntun ku untuk duduk disebelahnya. Tentu hal tersebut menarik perhatian orang-orang yang berada di ruangan. Sudah bisa ditebak pasti mereka berpikir aku dan Ardan sepasang kekasih. Haha kesalahpahaman seperti itu sudah sering terjadi.

    “Cewek mu ya bro?” Tanya salah satu teman sekelompok Ardan yang suaranya bisa terdengar jelas ditelingaku.

    Ardan tak menjawab, ia hanya memutar bola mata malas dan memberi isyarat kepada teman sebelahnya untuk fokus kedepan. Tentu saja itu membuat ku tertawa geli, padahal Ardan bisa saja langsung menjawab bahwa aku bukan pacarnya. Tapi begitulah Ardan, misterius sehingga kadang jawaban yang diberikannya ambigu. Bisa membuat orang bingung dan mengartikan yang bukan-bukan.

    Aku mengabsen setiap sudut ruangan dengan harapan kelompok ku memang berada disini, namun nyatanya tak ku jumpai satu pun papan nama bertuliskan ‘Soekarno’. Apa aku berada ditempat yang salah? Mungkin dengan aula yang tidak terlalu besar ini beberapa kelompok memang dibagi kesini dan sebagian lagi ditempat lain, tapi dimana? Mungkinkah kelompok ku berada di tempat lain itu? Sungguh ada banyak pertanyaan yang memenuhi otak ku kali ini!

    “Han. Han. Hani.” Ardan membuyarkan segalanya, baik lamunan maupun pertanyaan ku.

    “Ya, ada apa Dan?” Aku sedikit memalingkan wajahku kearah Ardan memastikan.

    “Kamu yang ada apa? Dari tadi ngelamun mulu mikirin apa? Itu lihat anak pramuka lagi paduan suara, bagus banget tau.”

    “Oh nggak, nggak mikirin apa-apa. Iya ini aku mau- lihat.” Saat pandangan ku beralih kedepan, benar saja anak-anak pramuka sedang menampilkan paduan suara. Sangat bagus! Karena asyik melamun dan memikirkan banyak hal aku sampai tidak mendengar nyanyian mereka, ah!

    Sembari menikmati suara mereka yang begitu sopan masuk ketelinga, aku mulai memperhatikan para personilnya. Ganteng-ganteng dan cantik-cantik, so perfect to! Sampai pada satu titik pandanganku berhenti di kakak laki-laki yang sedang memetik gitar mengiringi lagu. Entahlah, ada perasaan yang aneh di dalam sini, kau tahu bukan? Sesuatu yang membuat jantungmu tiba-tiba berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.

    Perasaan bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, melihatnya saja hati bisa dibuat sejuk. Pipi menjadi kemerah-merahan bak pipi puteri salju, bahkan tersihir seperti orang gila yang senyum-senyum sendiri. Ah, apa benar ini yang dinamakan cinta pandangan pertama? Oh Good, aku bahkan tak bisa melepaskan pandangan mataku darinya.

    .. to be continued .. 

    View Full
  • abidahsy
    23.10.2021 - 3 days ago

    Manusia, Iman, dan Tindakan

    Karena kita manusia, iman dan tindakan menjadi hal yang akan terus muncul sebagai pilihan dalam hidup.

    Belajar dari kisah Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang berlari bolak-balik dari satu bukit ke bukit lainnya.

    Bukan mengharap akan menemukan air di salah satu bukit, melainkan sebagai wujud tindakan yang didasari oleh kekuatan iman.

    Secara logika, sudah barang tentu air sulit ditemukan di padang pasir yang tandus. Siti Hajar pun tahu betul fakta itu.

    Jikalau ada, bukankah lebih efektif kalau mencari ke lokasi yang berbeda untuk memperbesar peluang? Dibandingkan 'hanya' berlari-lari kecil berulang kali dari titik A ke titik B saja. Tapi, Siti Hajar tetap mengambil pilihan itu.

    Ditambah lagi, kondisi yang serba tidak ideal yaitu anak menangis kehausan, diri sendiri yang masih lemah pasca melahirkan, plus beban mental yang harus ditanggung seorang diri di tengah panas terik padang pasir. Namun, Siti Hajar tetap kukuh dengan iman dan tindakannya.

    Alih-alih mengeluh, menangis meraung, menyalahkan dan meratapi nasib, Siti Hajar memilih berlari. Itulah bentuk usaha bumi yang dilakukannya.

    Bukan mengharap akan menemukan air di salah satu bukit, tapi begitulah caranya merayu langit. Tujuan pengharapan dan keyakinannya tetap sama yaitu pada Allah Yang Maha Baik.

    Kemudian air muncul dari sumber yang tidak disangka-sangka, dari hentakan kaki kecil si anak. Air muncul berlimpah ruah yang menjadi karunia hingga hari ini, yang kita pun bisa menikmatinya.

    Lalu muncul pertanyaan berikutnya,

    Mengapa harus berlelah-lelah berlari?

    Karena masa depan adalah rahasia mutlak milik langit.

    Siti Hajar tidak akan pernah tahu kalau ternyata doanya terkabul dari sumber yang paling dekat dengan dirinya. Yang dia tahu dan yakini betul adalah Allah Maha Baik yang tidak akan meninggalkan hambaNya.

    Dan iman itu dia wujudkan dalam bentuk tindakan.

    Karena terbatasnya pengetahuan manusia tentang masa depan itulah letak keindahan iman dan pembuktiannya.

    Bahwa manusia sejatinya bisa saja ragu dan takut dengan apapun yang dihadapinya, tetapi dengan iman, tidak akan ada khawatir maupun sedih hati berlebihan.

    Maka, Siti Hajar memilih untuk berlari-lari kecil dari satu bukit ke bukit lainnya.

    Dan usahanya itu diabadikan Allah menjadi salah satu bagian dari rangkaian utuh ibadah haji yaitu Sa'i.

    Hikmah kisahnya pun terus mengalir menjadi pelajaran bagi umat-umat berikutnya, hingga hari ini. Lintas zaman dan dimensi.

    Hikmah tentang kekuatan iman serta keluhuran sikap Siti Hajar menjadi contoh nyata bahwa iman tidak hanya diyakini dalam hati dan diucapkan dengan lisan, tetapi juga dibuktikan melalui amal perbuatan.

    Belajar dari kisah Siti Hajar, masih pantaskah kita memilih berdiam diri karena rasa takut maupun ragu atas ketidakpastian masa depan?

    Perkara hasil bukanlah bagian kita. Bagian kita adalah berusaha, berdoa, dan berserah dengan sebaik-baiknya sebagai seorang hamba.

    Karena kita manusia.

    Sumber: catatan pribadi tentang hikmah kisah Siti Hajar yang disampaikan oleh seorang guru serta dilengkapi refleksi pengalaman pribadi tentang hidup dan kehidupan.

    View Full
  • maroondoe
    22.10.2021 - 4 days ago

    Yang Tak Lekang Oleh Waktu,

    Sosok yang tak akan pernah berubah dalam memperlakukan kami sama seperti waktu pertama kali kami hadir dalam hidupnya,

    Sosok yang selalu hangat dengan perhatian-perhatian kecil yang tak pernah tertinggal, ketika kami usai melakukan aktivitas diluar rumah, "Makan dulu tuh... "

    Sosok yang terkadang membuat kami kesal dengan segala titahnya untuk bangun pagi, dan perihal sholat diawal waktu,

    Dan sampai kami sudah beranjak dewasa seperti sekarang pun, bahkan 2 diantara kami sudah ada yang berkeluarga, bentuk perhatiannya masih tidak berubah,

    Kami yang pura-pura tak ingat ketika usianya terus menua, guratan halus diwajahnya yang kian jelas. Tak seperti do'a panjangnya yang tak mampu kami dengar...

    Tidak banyak yang ia pinta, dan kami juga masih belum bisa memberikan banyak hal untuknya, apalagi perihal materi. Namun, yang ia pinta agar kami tetap mendo'akan dan mengingatnya ketika nanti ia telah tiada... Karena, do'a dari anak-anak yang sholih mampu menyelamatkannya diakhirat kelak,

    Semoga di sisa usianya saat ini, Allaah mampukan kami untuk terus menimba bakti padanya. Walaupun itu semua tak mampu mengimbangi do'anya yang selalu hadir disetiap langkah kakinya,

    Teruntuk wanita tangguh, yang sampai detik ini mungkin menyimpan sendiri banyaknya keluh, Terima kasih untuk segalanya, terutama pengorbanan dalam banyak hal...

    Maaf dari kami yang masih suka mengabaikan keberadaanmu, maaf dari kami yang terkadang termakan gengsi, yang akhirnya sekedar untuk menanyakan kabar pun masih enggan untuk memulai obrolan, dan maaf dari kami yang masih suka meninggikan suara,

    Terima kasih teruntuk sosok wanita mandiri, yang sampai detik ini masih berjuang sendiri dengan kekuatan hati, do'a juga sabarnya yang tanpa batas yang tak pernah lepas...

    Semoga Allaah selalu menjagamu, dimana pun kamu berada ya mah,

    With love 🤍

    View Full
  • suryastories
    22.10.2021 - 4 days ago

    Catatan! Ini dia syarat baru naik pesawat ke Bali dan Jawa

    Catatan! Ini dia syarat baru naik pesawat ke Bali dan Jawa

    Akses Disini, Jakarta — Pemerintah mewajibkan penumpang pesawat untuk penerbangan ke atau dari bandara di pulau Jawa dan Bali untuk menunjukkan kartu vaksin dosis pertama minimum dan sertifikat hasil negatif untuk tes RT-PCR. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 88 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Domestik Dengan Angkutan Udara di Masa Pandemi Corona Virus Disease…

    View On WordPress

    View Full
  • inafatmawati
    22.10.2021 - 4 days ago
    Saat keraguan menyelimutimu, kamu perlu yakin pada Allah dan pada dirimu sendiri.

    @inafatmawati

    View Full
  • fauhatuzzahroh
    21.10.2021 - 4 days ago

    Semoga tuhan membantuku sejenak melepas sesaknya hidupku karena beberapa hari ini banyak hal buruk yang menimpaku :"

    View Full
  • jasujang
    21.10.2021 - 4 days ago

    Tanpa Dahi

    Malam yang tenang, membawa suasana beriringan menusuk langsung kedalam raga. Kala pula, aksa dari gegap gempita, hanya seperti suara beludak, berdesis kecil lalu mengeluarkan bisa, hingga hebatnya dapat meracuni, membawa malam menjadi lebih gelap gulita.

    Seseorang, yang kini tenang terkapar diam di dalam kamar, sempat yakin dengan kebebasannya. Pun tanpa maharani, dia yakin akan sukacita tercipta dengan diri sendiri.

    "Ini jenggalaku, aturanku" ucapnya

    "Bangsat untuk semua yang berani menyelundup masuk seenaknya pokoknya" lanjutnya.

    Hari demi hari, ternyata ia hanya dapati pelukan dari gulita. Tak ada yang istimewa. Bahkan, menjadi lebih gelap karna tenggelam dilahap. Menjadi merasa lebih telanjang, ketika baskara padahal hanya sekedar menumpang.

    Ironinya, ini juga petaka jika terlalu nyaman dibuatnya. Meski beribu ketakutan, kekuatan perlahan dikeluarkan. Belajar untuk menerima suara riuhnya dari luar, warna tajam dimana-mana. Tuhan membuat segala kepenuhan di dunia karna ada alasan bukan? Punah? Punah! Tapi setidaknya pernah terlibat dengan ciptaan-Nya.

    Maka ia harus mencoba tanpa menyerah, gagal tanpa menyesal, bersujud tanpa angkuh, memberi tanpa imbalan. Namun, mengernyitkan ekspresi... tanpa dahi

    View Full
  • balkonjakarta
    21.10.2021 - 4 days ago

    Dapat Catatan PBB, RI Berambisi Bebas dari Karbon di 2060!

    Dapat Catatan PBB, RI Berambisi Bebas dari Karbon di 2060!

    Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia berkomitmen untuk mengubah keberadaan pembangkit tenaga listrik fosil menjadi pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Bahkan penerapan energi terbarukan bukan lah menjadi pilihan, tapi sebuah keharusan untuk terus menekan emisi karbon. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, melalui Paris Agreement, Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan…

    View On WordPress

    View Full
  • penaumaya
    21.10.2021 - 4 days ago

    Mata berkaca kaca, suara bergetar menahan tangis diiringi tubuh yg ikut gemetaran seraya berkata

    "Ya Allah, lapangkanlah hatiku, luaskanlah rasa sabarku terhadap takdirmu, aku percaya Engkau hanya menguji kepantasan ku untuk memulai hidup yang baru.
    Ya Allah, ujian darimu cukup berat untukku tapi itu tak sebanding dengan rasa nikmat yang Engkau berikan selama hidupku."
    View Full
  • mnwlife
    20.10.2021 - 5 days ago

    Cape??

    Cape ya?

    Lihat yang sana, sibuk membenci.

    Lihat yang sini, sibuk menggunjing.

    Lihat yang sana, sibuk dengan dunia.

    Lihat yang sini, sibuk dengan kemaksiatan.

    Kelihatannya kamu lelah karena terlalu terbiasa serius mendalami segala hal-hal yang kenyataannya sia-sia.

    Atau mungkin kamu terlalu nyaman menggenggam benda kecil yang menyala-nyala itu.

    Wajar saja...

    Jauhi.. dan jangan terus melibatkan dirimu pada perkara-perkara yang melalaikanmu.

    Cukupkan dirimu dengan kebaikan di sekitar mu, tidak perlu di tambah-tambah dengan memperkeruhnya dan juga menyusupkan kehidupan orang lain dalam kisahmu.

    View Full