#cinta Tumblr posts

  • Kita cuma orang-orang yang berusaha keras untuk mendapatkan apa yang kita pikir bisa bikin kita bahagia. Meskipun jauh di dalam sana, hati kita dibuat bertanya-tanya “yakin bahagia?

    Sebenernya itu bahagia atau bodoh sih?

    @lukmanulhs

    View Full
  • Jangan lupa segelas rindu yang sudah kuseduh sejak malam lalu. Mungkin kini sisa dingin yang mengigil. Tapi tenang, ada pelukku untuk senantiasa menghangatkanmu. (Lebih hangat dari kopimu, 18 Oktober 2020)

    - Sastrasa

    View Full
  • Bahkan jika orang lain lebih beruntung, tugas kita tetaplah bersyukur.

    Ust. Rasyid Ridho Husein Maswara

    View Full
  • Akan berbeda jadinya bila dulu aku tidak pernah menciptakan rasa untukmu. Yang tibatiba tumbuh dan berakar begitu dalam.

    Akan berbeda jadinya bila saja kita tak lagi saling temu yang menjadikannya berlapis cerita. Hingga saat ini berubah menjadi rangkaian memori dalam ingatan.

    Akan berbeda jadinya bila waktu itu aku tak menjadikanmu teman, tempat berbagi kisah dan rahasia. Yang menjadikanmu nyaman untuk aku bersandar.

    Akan berbeda jadinya bila kita tak saling tahu nama. Sehingga aku tak pernah tahu ada sosok dirimu di dunia yang aku tinggal.

    Akan berbeda jadinya bila saja aku tak hadir di hari kita berjumpa, kisah sederhana pertemuan yang menjadi lekat dalam awal perjalanan kita.

    Akan berbeda jadinya… Kalau itu bukan kamu.

    Namun…

    Itu akan tetap kamu, selamanya akan tetap kamu.

    Kisah luka dan bahagia dalam hidupku adalah kamu. Takdir membawamu, dan aku yang terjatuh karena cinta yang menipudayaku padamu. Bagaimanapun aku berandai hanya tetap begitu jadinya.

    Maka kini aku terima… Karena orang itu adalah kamu. Maka sakit berandai itu kuterima karena buah kesalahanku.


    Nitt,

    View Full
  • Pernah merasa hampa, seperti hidup untuk rutinitas saja. Mungkin kita belum menemukan yang membuat kita bahagia. Tidak sekarang, tapi pasti nanti.

    View Full
  • Berakhir

    Beberapa orang berpisah dengan kepala tegak, karena ia tahu bahwa rangkaian waktunya telah usai dan iapun sudah melakukan segala daya upaya yang tak lagi terbahasakan baiknya.

    Setiap awalan bait akan menuai pamit, itu katanya, seperti pula awalan syair akan menemui akhir. Bila berpisah, berpisahlah sudah. Menjelang kalimat penutup yang menjadikan perjalanan ini niscaya, lalu lengkap sepasang dikawinkan dengan kata pembuka.

    Begitulah narasi akhir, yang bisa jadi entah berupa awalan yang lain. Seringkali kita tertipu karena kita menafikan apa yang disebut ‘sesuatu itu berakhir’ menjadi apa yang nantinya menjadi seribu alasan untuk sebuah langkah mula.

    Beberapa orang, ya, beberapa. Meski pahit, membuat benak terhimpit, bukan main membuat hati menjadi sakit. Kan, memang begini panggungnya; Agar kita jadi sadar, bukan awal atau akhir yang kita cari sebab keduanya sudah pasti, melainkan apa yang kita purwarupakan dalam sekala waktu yang ada diantaranya.


    -miftahulfk

    View Full
  • Apa-apa saja yang mengenai dirimu, aku cinta. Semua, baik, buruk, aku tak peduli. Semua yang ada pada dirimu ialah apa yang selama ini aku cari.

    Maka Mas, jangan pernah menyuruhku mencari yang lain, aku tak akan pernah mau sebaik apapun orang itu jika bukan kamu.

    Maka Mas, jangan pernah lagi membahas perihal ’pergi’. Sekalipun itu sempat terlintas dibenakmu pun dibenakku. Aku tak pernah mau, aku tak mau menggoreskan luka pada diriku sendiri, tersebab ’pergi’.

    Tetaplah disini Mas, sayang. Bagaimanapun takdir akan membawa kita, kamu tetap yang aku mau, genggamanmu membuatku semakin mampu, meski semesta belum memberi waktu.

    Aku mencintaimu, utuh.

    -Embun-

    View Full
  • Diawal pagi, mentari memang menghangatkan 

    saat tiba malam, sunyinya pun dapat menentramkan
    tapi mentari yang menghangatkan dan terkadang membuat kita nyaman sewaktu-waktu akan tiba dengan terik panasnya yg membuat kita gerah dan tak betah.
    Malam pun demikian, kita tak bisa memastikan dia akan selalu tentram dan menentramkan, tenang dan menenangkan, ada saatnya malam berubah menjadi tempat terbising yang pernah ada karena beban fikiran yang terus terusan membuncah tak karuan.

    mencintai mentari berarti juga menyadari bahwa ia tak selalu hangat.
    mencintai malam juga bermakna menerima bahwa malam tak selalu tenang.

    tak ada yang benar benar sempurna
    jika dahaga ego-mu tak pernah reda

    Rasa syukur, ikhlas dan sabar lah yang melengkapi segala kekurangan dan mencukupi segala yang kita anggap kurang.

    View Full
  • Namanya Ruqoyyah, merupakan asisten dosen di kuliyahku. Orangnya pendiam, baik dan suka bantu mahasiswa luar arab dalam memahami pelajaran kuliyah. Yang aku baru tahu dia termasuk mahasiswa terbaik tetapi banyak diam. Sampai-sampai banyak yang tidak tahu kalo dia seangkatan dengan kita. Dia bukan orang yang speak up.

    Banyak yang tak terlihat kepada orang banyak terapi ia begitu istimewa.

    Kairo, 25 oktober 2020

    View Full
  • Segala hal yang terjadi di dunia ini adalah proses.

    Begitu juga aku dan kamu: bertemu, bersama lalu berpisah. Kebahagiaan dan luka, keduanya adalah bagian dari proses yang harus dilewati. Kadang bahkan sering kali aku lupa dan tak mampu melanjutkan hidup. Harusnya tiap proses akan selesai, meski butuh waktu yang lebih lama. Walaupun ada waktu yang menyisakan sedikit dalam ingatan.

    Tubuh ikut merekam, semua proses yang aku atau kamu jalani, akan menjadi memori lama. Sudah seharusnya begitu. Maka kuatlah, diri.


    Nitt,

    View Full
  • Terhitung Mulai Tanggal…


    Sepenggal kisah. Tentang bahagia sekaligus duka. Tentang ketetapan dan pengorbanan. Setiap mengingat, sakit terasa. Amat sakit. Setidaknya itu yang aku alami sampai hari ini.

    Hidup pas-pasan tentu tidak mudah. Orang tua tanpa gelar sarjana, mereka yang hanya bermodalkan semangat namun mampu membawaku pada titik pencapaian yang luar biasa.

    Ayah dengan perjuangannya tanpa batas, Ibu dengan sosok cantik yang selalu berusaha membuat orang-orang rumah bahagia, ditambah doa-doa ikhlas yang tak pernah putus dalam sujudnya.

    Tiga Tahun lebih aku melewati masa kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di Gorontalo. 31 Agustus 2017 lulus dengan hasil memuaskan (cumlaude) sebagai guru SD. Satu Tahun aku bekerja sebagai honorer sukarela di sekolah tempat tinggal untuk membantu meringankan beban keluarga meskipun digaji dibawah pas-pasan.

    Tahun 2018 pemerintah membuka kesempatan seleksi CPNS. Aku ikut dengan penuh harap. Doa-doa tanpa henti mengalir. Ayah Ibu apalagi. Dan Alhamdulillah aku lulus di sekolah yang juga berlokasi di tempat tinggal.

    Inilah titik puncaknya. 1 Maret 2019 adalah bahagia sekaligus duka yang amat dalam. Aku menerima SK dengan TMT 1 Maret 2019. Bahagia rasanya, apalagi kedua orang tua yang amat bahagia terpancar dari raut wajah mereka. Tak pernah terbayangkan dibenak mereka punya anak pegawai tanpa biaya sepeserpun.

    Namun, di tanggal yang sama, aku, ibu, dan adik harus menerima kenyataan yang amat pahit. Ayah pergi untuk selamanya. Kecelakaan yang menimpanya membuatnya tak berdaya.

    Ada apa ini Tuhan? Satu-satunya kalimat yang muncul dipikiranku pada saat itu. Tak mampu aku gambarkan bagaimana sakitnya pada saat itu. Aku, ibu dan adik yang harus kehilangan sosok yang teramat berharga di rumah.

    Beliau teman ngopi. Teman cerita tentang apapun. Sang motivator yang membawaku pada titik pencapaian cita-cita harus pergi mrnghadap sang kuasa.

    Beberapa hari sebelum masuk kerja sebagai cpns, aku mengenakan seragam kerja yang baru selesai dijahit. Seragam dipakai lengkap beserta sepatu. Beliau orang pertama melihatku memakai seragam. Senyum bahagia terpancar, mata yang tak pernah kulihat menangis akhirnya tumpah pada saat itu. Namun, tak pernah kubayangkan itu adalah senyum terakhirnya.

    Dear Ayah, belum pernah aku merasakan kehilangan sedahsyat ini.

    View Full
  • image

    Jatuh Cinta pada Sepatu

    Tempatku kerja kan di pabrik industri kimia, lingkungannya yg jauh sekali dari idealitas dan ruh shalih/ah nya ketika kita ditakmir dulu far..

    Shalat wajibpun harus curi curi waktu, apalagi shalat sunnah..

    Yg kuingat. Saat itu. Waktu matahari mulai meninggi, waktu dhuha. Selalu ada satu pasang sepatu yg mendahului ku di musholla. Besoknya, aku lihat sepatu itu lagi. Begitupun lusa, dan sekian minggu setelahnya..

    Hatiku luluh. Dipabrik sesibuk ini, ada laki laki yg masih menyempatkan dhuha setiap harinya. Gigihnya menjaga sunnah, membuatku yakin bahwa laki laki ini pasti menjaga wajibnya. Juangnya menjaga sunnah, meyakinkanku tentang kecilnya kemungkinnya menelantarkan wajibnya. Batinku, “Allah, aku minta imam yg sepertinya”

    Beberapa waktu kemudian, ku lihat sepatu yg sama ada didepan rumahku. Dan pemiliknya, meminta pada ayahku untuk aku jadi istrinya..

    Hingga akhirnya, aku sadar.. Aku lebih dulu jatuh cinta dengan sepatunya, didepan musholla, tiap shalat dhuha..

    -Cerita seorang teman-

    Kita tidak bisa mengatur untuk jatuh cinta dengan (si)apa. Namun sangat beruntung, bagi orang orang yang jatuh cinta karena cinta seseorang pada Tuhannya..

    View Full
  • 5 tahun mungkin..
    Atau bahkan sejak 10 tahun yang lalu sepertinya aku memulai semua ini. Kata dokterku, aku hanya perlu berdamai dengan diri sendiri. Tapi ketika aku mempertanyakan bagaimana cara itu, pandemi Covid ini malah menyerang semesta dan memaksaku mengganti semua agenda jadwalku menjadi “Bertahan Hidup”.

    “Laki - laki ketika sudah melakukan kejahatan, sampai kapanpun akan selalu ada kejahatan itu dalam hatinya”.

    Benarkah itu?
    Kalau memang seperti itu, apakah benar aku sama sekali tak mempunyai kesempatan untuk berdamai dengan masa laluku dan menjadi lebih baik lagi?
    Apakah akan selamanya aku menjadi seperti ini?
    Menjadi seseorang yang selalu di takuti semua lawan jenisku, meski aku sudah bertekad menjadi pribadi yang lebih baik dan bahkan sekarang aku sudah berproses menjadi baik juga. Apa memang hal itu benar?
    Atau itu hanya bualan bualan dari wanita yang mencoba menenangkan dirinya dari luka masa lalu?

    Aku ingin suatu saat nanti, ada manusia yang bertahan setelah tahu seberapa kotornya jiwaku.
    Aku berjanji pada diri sendiri sejak 2 revolusi bumi yang lalu, ketika ada manusia yang mau menerima punahnya kesucianku ini aku akan membalas perbuatan dia ini melebihi tingginya Burj Khalifa. Atau dada Mia Khalifa mungkin?
    Aku hanya ingin merasakan kesempatan itu lagi.
    Aku rindu dengan menjalin hubungan penuh dengan rasa percaya.
    Aku benar benar rindu ada manusia yang tulus memberi kasih sayang kepadaku.
    Siapapun itu, aku merindukannya… Aku hanya merasa semua palsu, semu, tak beradu dan mudah terhapus

    Aku rindu kasih sayang sesama manusia.
    Atau mungkin, semua ini memang salahku karena aku tak bisa menyayangi diriku sendiri?
    Entahlah, aku juga tak mengerti bagaimana berdamai dengan ini semua. Aku benci diriku sendiri saat ini. Aku harus mulai mencintai diri sendiri mulai detik ini.

    View Full
  • #Trowback #Puisi #Rangga untuk #Cinta - @line.indo #NicholasSaputra #AADC #AdaApaDenganCinta #Line #Repost @teamnicsap
    https://www.instagram.com/p/CGuwwRSpZNs/?igshid=1wo0hlxsj9235

    View Full
  • Sudah lama tidak jumpa, rasa-rasanya, biasa saja.

    View Full
  • Aku dan dirimu terlalu berbeda. Perpisahan ini membuatku mengerti aku dan dirimu hanya kayu kering dan api. Bersama hanya akan menciptakan abu, ego kita belum terarah, marah hanya timbulkan celah, dan celah itu yang kini buat kita terpisah. Aku mengingatmu!

    Andai kau tau betapa indahnya dirimu, kau seperti bitang ditengah gelapnya malam. Bisa kau bayangkan siapa yang tak mau memandang indahmu, semua melihat indahmu. Sayang kini aku sudah tak bisa melakukan itu. Aku hanya ingin berterima kasih atas cerita manis yang telah kita lukis meski harus berakhir tragis. Tetaplah anggun dalam anganku kau yang aku rindu.

    -Semarang, 25 Oktober 2020-

    View Full