#hidup Tumblr posts

  • image

    Bisa tolong ajarkan bagaimana?


    Jakarta, 24 Oktober 2020

    00:31

    #How to be strong #Life#Hidup
    View Full
  • Perbanyak sabar.. tidak semua hal terjadi secepat yang kita perkirakan, dan sesuai dengan yang diinginkan.

    Terkadang, kita “dipaksa” belajar menerima segala sesuatunya terjadi sesuai dengan kehendakNya; sesuai dengan apa yang sebenar-benarnya kita butuhkan — bukan berdasarkan apa yang kita inginkan.

    Yang Esa jauh lebih memahami kita dibandingkan diri kita sendiri, karena toh Dia yang menciptakan kita. Sementara pengetahuan kita, serba terbatas — sebatas ilmu yang Dia berikan, atau sebatas hati yang mudah goyah. Sebatas pikiran yang gampang tersesat, sebatas perasaan yang tidak menentu.

    Bersabarlah, dengan sebuah kesabaran yang indah. Yang maksimal. Yang diperluas batasannya. Yang tidak terpatok oleh hasil dan sekadar harapan. Sabarlah, dengan sebaik-baik sabar. Kesabaran demi Sang Pencipta yang telah memberikan segalanya. Bersabarlah, karena sabarmu bagian dari rasa syukurmu.

    —DFS— (sebuah pesan untuk diriku sendiri)

    View Full
  • terkadang aku merasa iri dengan mereka yang begitu bahagia dengan kehidupannya

    iri dengan mereka yang berjalan bergandengan berpeluk bercanda penuh mesra dengan orang-orang terdekatnya

    mungkin hanya aku yang selalu kesepian

    …..

    selasa, 20 oktober 2020 ; 22:18

    akuyangselalukesepian

    View Full
  • Dunia adalah perpustakaan besar yang disediakan Tuhan, perjalanan mengantarkan kita bertemu dengan buku-buku berjalan yang penuh cerita, tapi tak menutup kemungkinan tanpa berjalan mengitari dunia pun kita menemukan buku-buku terbaik di sekitar kita.

    Ra, bagaimana kuliah? Teman-teman barumu bagaimana? Ku yakin mereka pasti baik padamu, karena aku tau bagaimana caramu memperlakukan mereka yang kau anggap teman. Ngomong soal teman Ra, beberapa bulan ini banyak sekali aku berkenalan dengan teman-teman baru, entah melalui media sosial, melalu seminar, ataupun tak sengaja bertemu di toko buku maupun kedai kopi. Mereka punya latar belakang yang berbeda-beda Ra, ada beberapa dari mereka hidup di Ibukota sama sepertimu, ada beberapa yang hidup di kota yang lebih besar dan lebih maju daripada Malang, dan ada beberapa mereka yang seumur hidupnya tak pernah sekalipun keluar dari kota kelahirannya.

    Memang manusia itu unik ya Ra, ada mereka yang sepertiku tak bisa diam diri saja di dalam rumah, maunya selalu berkeliling kota, atau bahkan meninggalkan kota kelahiran untuk mencari kata ‘tenang’ atau inspirasi baru. Dan ada orang-orang yang begitu betahnya tinggal dan menetap di satu daerah sepanjang hidupnya. Beberapa orang di luar sana pasti akan mengutuk tipe orang kedua, menurut mereka orang-orang yang hanya tinggal dan menetap di satu tempat dengan jangka waktu yang lama atau bahkan sepanjang hidupnya bukanlah orang yang mampu untuk berpikiran terbuka, tak bisa beradaptasi dengan hal-hal baru, atau sekedar takut untuk keluar dari zona nyaman. Tapi apa kah dengan berpikiran seperti itu menunjukkan bahwa mereka (yang mungkin saja) suka untuk berjalan-jalan keliling dunia menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang dengan pikiran terbuka? Ku rasa tidak Ra, justru sebaliknya. Orang-orang yang enggan keluar dari rumah atau suatu daerah itu lebih banyak yang berpikiran terbuka, mereka mengakui bahwa berdiam diri di rumah pun menenangkan, menetap di suatu daerah pun tak melulu membosankan, mereka pun mengamini bahwa berkeliling kota seperti orang-orang juga membuka wawasan dan mereka tak banyak protes tentang itu. Ku rasa Ra, orang-orang itu sudah menemukan dirinya sendiri di sudut kamar mereka, di tiap-tiap lampu merah di kotanya.

    Aku sering sekali menemukan orang-orang yang dengan lantang mengatakan untuk berpikiran terbuka atau bahasa kerennya open-minded tapi mereka sendiri tak menunjukkan hal itu. Mereka tetap mengutuk orang-orang yang tak sepaham dengan mereka, mereka mencaci hal-hal yang 'menurut mereka’ tak sesuai dengan istilah kekinian itu. Bukan kan itu aneh Ra? Hipokrit sekali bukan mereka itu? Menyuruh orang lain untuk berpikiran terbuka tapi juga mengutuk perbedaan yang ada.

    Ngomong-ngomong soal perbedaan Ra, sepertinya aku tau kenapa baik kau atau aku begitu suka berada di keramaian, ikut kegiatan ini dan itu, berkumpul bersama teman atau orang-orang yang bahkan belum dikenal. Alasannya mungkin, karena kita suka sekali membaca Ra. Haha, jangan mengernyitkan dahi seperti itu. Kau pasti bertanya kan, memang apa hubungannya suka membaca dan berkumpul atau bertemu orang baru? Tau tidak Ra, setiap manusia itu adalah kumpulan cerita, mereka itu, ah tidak kita ini, manusia, adalah sebuah kumpulan cerita. Nah jika manusia saja adalah kumpulan cerita berarti kita ini adalah? Yep, tepat Ra. Manusia itu adalah buku-buku yang suka sekali kita baca.

    Ada mereka-mereka yang hidupnya penuh drama dan kasih sayang, ada mereka-mereka yang hidupnya penuh perjuangan, ada yang selalu mengumbarkan cerita-cerita fiksi, dan begitupun sebaliknya, manusia-manusia data yang mungkin terdengar kaku tapi itulah kita Ra, manusia, sebuah kumpulan cerita, sebuah buku penuh dengan misteri dan hal-hal yang perlu kita pelajari.

    Bagi mereka-mereka yang memilih untuk tetap tinggal di dalam rumah, untuk menetap disuatu wilayah, mungkin mereka menikmati sekali membaca orang-orang di sekitar mereka, atau mungkin sudah puas dengan membaca cerita-cerita itu dari kertas-kertas yang tersusun menjadi buku sebenarnya. Tidak seperti kita-kita yang suka sekali becengkrama dengan keramaian, berjalan melintasi kota-kota, melalui stasiun-stasiun, berpindah dari satu terminal ke terminal, menghabiskan waktu di ruang tunggu bandara atau bahkan tidur bersama di geledak kapal pesiar yang tak bisa dibilang mewah namun menghadirkan cerita yang menyenangkan atau mungkin sebaliknya?

    Ya setiap manusia memilih buku mereka sendiri-sendiri Ra, memilih bagaimana cara menikmati hidup mereka. Sama sepertimu yang suka sekali membaca disela-sela kesibukan kerja di waktu-waktu produktif atau sepertiku yang lebih suka membaca buku-buku sebelum pergi tidur yang katamu itulah kesalahanku sampai-sampai aku tak bisa tidur karena terlalu banyak pikiran dan membayangkan apa yang di buku.

    Oh ya satu hal lagi Ra, setiap manusia adalah buku-buku yang menarik, buku-buku yang bagus, mereka semua bisa ku katakan best-seller di mana pun, jadi beritahu ke seluruh teman-temanmu jangan ragu. Jangan ragu untuk membaca buku, buku-buku berjalan itu, jangan ragu untuk berkenalan dengan orang-orang baru. Yakinkan mereka satu hal, setiap diri adalah cerita yang baik tergantung dari sudut pandang mana kita membacanya, kita memahaminya.

    Malang, Oktober 2020.

    View Full
  • ahh dihari seperti ini aku benar-benar ingin menulis. Hari dimana aku berpikir kalau aku harus bekerja lebih keras. Dihari yang sedang hujan, dan rasa iri yang memuncak. Ya, sedikit kekanakan. Aku merasa iri kepada orang yang tidak sama bekerja kerasnya denganku tapi mendapat gaji dan bonus yang sama.

    Ini sudah lam, tapi kau tau, rasa seperti ini kadang muncul saat kita merasa kesal. Aku juga tidak menginginkannya, tapi aku manusia.

    Kadang, aku bertanya-tanya kenapa aku dibebani lebih dari yang lain atau kenapa pekerjaanku lebih kompleks sementara upah yang kami dapatkan sama. Kenapa dia bisa merasa tenang sementara aku tidak. Apa karena aku terlihat kuat, jadi aku diberikan beban lebih, apa aku terlihat pintar jadi aku dipercayakan banyak ? aku bahkan tidak tau harus merasa senang atau sedih dengan ini, kalau begitu alasannya berikan aku imbalan yang lebih, yang setimpal. Apa itu masuk akal yang bekerja banyak mendapat gaji yang sama dengan yang tidak ?. Ahhh ada apa denganku ! dulu aku bekerja tanpa perasaan seperti ini, aku senang mengerjakannya. Ya, aku bekerja keras tanpa melihat sekitar, tanpa melihat gaji. Meski dia bisa pulang cepat sementara aku masih harus tinggal, meski dia bisa menonton youtube setengah hari sementara aku membukanya pun tida sempat, meski dia bisa tertawa terbahak-bahak sementara aku berkeringat mengurus dokumen, disaat dia sama skali tidak mengulurkan bantuan saat aku susah. ya, aku masih ingat dia membantuku karena disuruh oleh atasan, kalau tidak…aku juga tidak tau, tapi aku rasa tidak. Itu karena aku merasa dia hanya mengucapkannya, tapi tidak benar-benar ingin membantu. Aku  masih ingat bagaimana aku menangis karena pekerjaan saat atasan kami cuti dan dia, hanya tertawa sambil menonton yutub, lalu sesekali menoleh ke arahku jika aku mengeluh, tapi apa yang dia lakukan ? hanya tersenyum, dia..aku tidak tau dia sedang mencoba apa, apa dia ingin menyemangatiku ? itu terlihat seperti “itu bukan tugasku” ya, seperti aku tidak bisa membantumu karena itu tugasmu. HAHAHA, aku benar-benar ingin tertawa saat itu. Aku ingat bagaimana aku sudah mulai merasa stress sebab sibuk sendirian, ya, waktu itu rasa iriku sudah muncul, aku bertanya-tanya pada diriku apa aku terlihat begitu mudah, apa aku terlihat seperti orang yang tidak akan marah, apa aku terlihat seperti orang yang tidak akan lelah, apa aku terlihat murah ?. Tepat saat aku memikirkan itu, aku sedang mengerjakan sesuatu sendirian,hatiku terasa sakit, air mataku sesekali menetes. Tanpa sadar, tidak, aku sadar, aku bergumam tanpa henti, “apa orang yang kuat diperlakukan seperti ini ?”, “ah rasanya ingin jadi orang bodoh saja agar tidak disuruh ini itu”, “sepertinya jadi orang bodoh menyenangkan, tidak akan mendapat tugas lebih banyak”, “wah pura-pura bodoh saja kali ya supaya ga dibebani lebih”,”enak banget hidupnya yang bodoh, ga perlu berusaha keras, gajinya sama kok sama yang berusaha keras”, Ya, aku mengatakan semua itu, berharap dia mendengar, berharap atasanku mendengar, aku ingin diperlakukan sama !, sama yang kumaksud adalah sepantasnya !, oke kami diberikan pekerjaan sesuai porsinya jika itu yang dimaksud memberikan denggan memberikanku lebih. Tapi berikan kami upah yang sepadan juga !. Setelah aku lama bekerja dan sudah akan menyelesaikannya, dia..menawarkan bantuan. Aku tertawa terhbahak-bahak dalam hati, aku menangis setelah itu, dan kamu tau kenapa dia menawarkan bantuan ? karena disuruh atasan ? wahahahahhahah, aku tertawa sambil menangis di dalam toilet. Aku bertanya-tanya apa hanya aku yang merasa bahwa ini tidak adil, apa hanya aku yang bisa melihat ini. Tau apa yang paling menyebalkan ? Saat akan menerima gaji, dia adalah orang yang paling senang, heboh, bahkan dengan senyum lebar menyampaikannya padaku. Ingin rasanya kuteriakkan ke muka nya kalo gaji yang kamu terima sama dengan gaji orang yang bekerja 2 kali lipat dari kamu !!, Sadarlah ! bekerjalah lebih keraaassss !!!!! gelisahlah sesekali saat melihat orang disekelilingmu sibuk sementara kamu tidak ! bertanyalah pada dirimu kenapa orang-orang tidak memberikanmu pekerjaan sepertiku ? Jangan terlalu cuek saat tidak tau sesuatu, cari taulaaaahhh !! huftfttt.

    ya, aku tau aku hanya emosi, maaf.

    View Full
  • Engkau tak bisa membahagiakan semua orang. Jadi jangan berfokus untuk begitu ingin membahagiakan semua orang. Cukup buatlah dirimu berarti bagi beberapa orang.

    Karena terkadang menyakitkan jika kita terluka hanya karena kita tidak mampu membahagiakan semua orang. Hatimu begitu berharga untuk sakit karena hal semacam itu. Engkau akan capek dan takkan menemukan akhir jika hanya mengharapkan mereka semuanya bahagia karena tindakanmu.

    Pada dasarnya engkau juga seorang manusia. Bahkan Tuhan pun terkadang bagi sebahagian orang yang tidak mempercayainya dianggap tidak dapat membahagiakan.

    View Full
  • Benar sekali bahwa setiap hal memiliki makna dan hikmah tertentu. Bahkan dari kejadian kecil yang terkadang membuat kita mengeluh justru memberikan dampak positif yang luar bisa. Berhentilah mengeluh dan berpikir negatif atas apapun yang membuatmu tidak nyaman. Karna makna selalu ada maka cobalah untuk peka akan tanda-tandanya.

    @senandungdalamdiam

    View Full
  • Rasa takut itu tidak akan membawamu ke mana-mana. Bahkan melangkahkan kaki saja belum tentu. Ketakutan itu membuatmu tetap diam di tempat dan tidak akan sampai ke tujuan.

    Beranilah untuk mencoba meskipun itu salah, itu jauh lebih baik. Setidaknya kamu tidak hanya diam di tempat. Sudah berusaha untuk melangkahkan kaki menuju tujuanmu.

    View Full
  • apa kabar?

    Sekarang memang sudah ga ada ya teman yang benar-benar hanya ingin berkabar saja? Kebanyakan yang menghubungi saya, ya pas butuh. Kalau ga butuh ya pasti tidak menghubungi saya. Sedikit banyak saya pun jadi memperlakukan teman seperti itu, saya hubungi kalau butuh saja. Hidup ini simbiosis mutualisme, kan?


    –yah.

    View Full
  • sudah aku katakan.

    Hey, diriku. Sudah ku katakan berkali-kali kan? Jangan pernah berharap dengan manusia. Lelah aku menasihatimu.


    –yah.

    View Full
  • 15: If You Could Run Away, Where Would You Go?

    Haaaaa, udah gak pake “Day” lagi dah. Sulit sekali ternyata menjaga motivasi menulis tiap hari tanpa henti. Adaaaa aja alasan. Mulai dari ngantuk, banyak kerjaan, capek, hingga males. Haha…

    Ya sudahlah. Kembali ke topik menulis yang tertunda.

    If I could run away, where would i go?

    Ke masa lalu inginnya. Aku ingin kabur ke masa lalu. Memperbaiki semua hal buruk yang telah kulakukan. Menapaki banyak jalan yang telah kulewatkan. Mengerjakan semua yang tak pernah kulakukan dan akhirnya kini kusesali.

    Aku ingin kabur ke masa lalu, hingga aku bisa bertemu dengan masa kiniku yang lain.

    Aku ingin kembali ke masa itu. Masa dimana aku memiliki banyak waktu, tenaga, semangat… semua yang kini terasa sangat mahal bagiku.

    Aku ingin kembali ke masa itu. Menapaki jalan berbatu. Mengasah diriku. Mengubah masa depanku. Aku sungguh ingin kabur ke masa lalu.

    Tapi kata “jika” hanyalah pengandaian kan. Ketika kau menggunakan kata “jika” artinya ada penyesalan disana, ada sesuatu yang tidak pernah terjadi tapi kau harapkan terjadi. Dan aku memang menyesal. Menyesali semua yang telah terjadi. Menyesali kebodohan dan kekonyolan yang selalu kulakukan sepanjang hidupku ini.

    Masa lalu tidak akan pernah kembali. Seberapa besar pun keinginan untuk kembali, waktu takkan pernah berjalan mundur.

    Dan lagi, sesungguhnya kita tak pernah bisa benar-benar kabur, apapun masalahnya.

    Sering aku berharap bisa berlari dari segala permasalahan. Menyendiri, mematikan semua gadget, pergi ke gunung, pantai, mall bahkan. Berharap masalah tidak akan mengejarku. Yah mereka memang tidak mengejarku. Tapi mereka menungguku. Menunggu untuk diselesaikan.


    Jika kau selalu berharap untuk kembali ke masa lalu, itu mungkin karena kau terlalu banyak nonton drama…dan anime 😁

    View Full
  • Melelahkan memang jika kata tak sejalan dengan hati, bahkan rasa tak sejalan dengan logika.

    Namun hidup memang penuh makna akan berbagai rahasia, yang tak dapat diungkap atau sekedar diraba.

    Keyakinan terdalam adalah tetap berusaha menjadi pribadi tulus dan berguna, meski lelah hati menjatuhkan air mata.

    Tidak apa apa, engkau tak perlu membahagiakan semua orang, atau berguna bagi banyak orang.

    Cukup berarti bagi beberapa orang dan menyimpan makna bagi beberapa orang.

    Karena pada dasarnya kita tidak bisa memaksa bahwa untuk menjadi sempurna, namun kita dapat berusaha menuju sempurna.

    View Full
  • Teguran dari Allah

    Allah tuh kadang menurutku seneng banget “ngajak bercanda” sama aku. Seriiing banget ngasih kejutan-kejutan yang gak terduga, di luar ekspektasi dan selalu bikin aku insyaAllah makin lama mau ga mau makin dewasa dan diajar legowo.

    Malem ini, pas shalat isya, gatau kenapa tiba-tiba hati rasanya sesek banget, sediiih banget, pikiran campur aduk, banyak banget hal yg dipikirin dan rasanya aku ga bisa apa-apa. Sampe akhirnya nangis setelah shalat. Rasanya pingin banget ada suami di deketku untuk nenangin, atau sekedar ngusap2 punggung dan pinggang yg pegel dan dengerin semua beban yg ada di hati dan pikiran. Nyatanya, keadaan memang maksa kami harus LDM beberapa waktu terakhir. Rasanya pingin banget weekend ini ketika ketemu suami, cerita banyak hal, diskusi banyak hal. Tapi rasanya egois banget. Ga tega kalo justru menambah beban pikiran suami.

    Suami ketemu cuma weekend dan sebentaaaar banget, itu pun kita harus berinteraksi sama keluargaku yg lain. Otomatis waktu berdua hanya sedikit. Rasanya egois banget kalo memanfaatkan waktu yg sedikit itu cuma untuk mengeluh dan mengeluarkan beban di hati. Suami pasti ketemu istri dan calon anaknya untuk refreshing, pingin istirahat sejenak dari penatnya pekerjaan selama weekday. Cukup lah dia penat dengan kerjaan, jangan ditambahin lagi dengan penat harus mikirin aku. Aku harus mandiri. Aku harus kuat. Demi anakku dan demi suamiku.

    Baru aja nyadar tentang hal itu… Allah ngasih kejutan lagi :) suami tiba-tiba bilang bahwa kantornya kemungkinan akan masuk kerja dengan normal tanpa shift wfo-wfh lagi mulai minggu depan. Allahu akbar…….. Rasanya hati udah potek terus malah diremes-remes sampe jadi bubuk ranginang. Hal ini semakin membuat suami jadi pasti lebih cape kerjanya dan membuat kemungkinan dirinya ke Bandung lebih cepat (kamis malem/ jumat subuh) tidak akan terjadi. Dia cuma off sabtu-minggu. Sabtu subuh ke bandung, minggu malem ke jakarta lagi. Gitu terus untuk mungkin beberapa minggu bahkan beberapa bulan ke depan.

    Haaaaaaaaaaah…. Hati rasanya remuk. Pingin banget ber positive thinking bahwa semuanya ini pasti yg terbaik menurut Allah. Tapi aku cuma manusia biasa. Yang langsung ngerasa down dan sediiiih banget. Air mata aja langsung keluar begitu tau info itu. Ya Allah……….. Bisa banget sih, jago banget sih bolak balikin mood hamba iniiiiii.

    Mungkin Allah cemburu. Atas sikapku yg rasanya begitu merindukan suami untuk bisa menenangkanku dan mendengarkanku. Padahal jelas-jelas Allah selalu ada, selalu stand by 24 jam dimanapun aku berada, Allah ada untuk mendengarkan dan menenangkanku. Kenapa harus bergantung kepada makhluk ciptaan-Nya? Astaghfirullah maafkan aku ya Allah.. maafkan jika diri ini sering kali lupa bahwa tiada tempat bergantung yg paling kuat, yg paling utama selain diri-Mu.

    Maka, ampuni aku ya Allah. Bimbinglah aku. Kuatkan aku. Buat diriku terus bisa naik level agar bisa lebih legowo atas semua takdir yg Kau berikan. Ingatkan aku jika aku terlalu merasa bergantung kepada selain diri-Mu.

    Hanya kepada Engkau lah hamba memohon dan hanya kepada Engkau hamba meminta pertolongan.


    Bandung, 15 Oktober 2020

    View Full
  • Semalam aku sengaja membuka lagi folder yang berisi beberapa tulisan lamaku sejak awal 2016. Membuka satu per satu file yang tak diberi nama secara spesifik.

    Ternyata begini rasanya membaca tulisan-tulisan lama. Seperti ada kekuatan magis di dalamnya. Seakan-akan tulisan itu kuberi nyawa.

    Ternyata benar apa kata salah satu penulis, bahwa sesuatu yang dilakukan dari hati maka juga akan sampai ke hati saat dinikmati oleh orang lain.

    Membaca semua tulisan-tulisan yang kuurai dengan santun sampai brutal membuatku tercengang “Dulu jatuh-bangun saja rasanya mudah, kenapa sekarang terasa sulit?” Dan lagi-lagi bukan karena masalah yang ada sekarang jauh lebih besar, tapi mentalku saja yang melemah.

    Do’aku di penghujung tahun 2020 yang cukup berat untuk semua orang ini adalah : Love and take care your own self, because that’s the only place you can live in.

    View Full
  • Jika mahu jadi sufi jadilah seorang sufi yang berakal. Antara sifat orang yang berakal adalah dia takkan berduka kerana berduka akan mengaburi akal. Orang yang berakal juga ialah orang yang akan hidup untuk masyarakatnya bukan untuk dirinya seorang. Hidupnya akan sentiasa ada manfaatnya untuk masyarakat. Ini jelas. Hidup sufi berakal adalah hidup bersama-sama masyarakat bukan hidup seorang diri dan mengasingkan diri dari masyarakat.

    View Full
  • Kenapa kita dipertemukan dgn orang yg tak tepat?

    Supaya kita sadar betapa bernilainya dia yg tepat. Supaya kita belajar tuk bisa menghargai dia yg tepat.

    Sakitnya perpisahan mestinya jadi tamparan buat ego. Ya, mestinya.

    View Full
  • Senyum

    Pernah merasa ‘tersihir’ oleh magisnya selengkung senyum?

    Bukan, bukan senyum yang didapatkan orang-orang yangg sedang kasmaran. Tapi senyum tulus di antara keletihan di sebuah wajah. Senyum yang mendamaikan, yang kadang menampar jiwa-jiwa yang banyak keluh.

    Senyum tulus yang sepertinya lekat dengan rasa syukur dan cukup. Meski getir hidup telah menjadi teman setianya. Meski mimpi tak lagi sempat hinggap di pikirannya. Meski kesempurnaan amat jauh dari dirinya. Tapi ada satu kebaikan yang telah dipilihnya: senyum.

    Satu hal sederhana yang kadang terasa mewah dan berharga

    View Full
  • Bukankah Dia satu-satunya yang selalu siap menyambutmu datang kembali kala yang hilir mudik mempermainkanmu?

    View Full
  • aku pikir aku akan mulai menulis setiap harinya. Aku merasa lebih baik kemarin. Aku tidak tau ini karena sugesti atau aku sedang dalam fase mood yang bagus di periode bipolar ini. Tapi sepertinya iya, aku berbicara lebih banyak, aku merasa senang, aku merasa bisa melakukan banyak hal. Tapi aku selalu takut jika fase mood yang buruk itu akan datang lagi.

    Aku ingin menulis lagi, mengeluarkan banyak fikiranku, bercerita tentang apa yang aku pikirkan dalam hidup ini.

    Semalam aku khawatir berlebihan tentang sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu pentig. Aku tau perasaan ini yang harus aku sembuhkan. Aku harus belajar menerima sesuatu secara wajar, tanpa rasa khawatir dan takut yang berlebihan. Aku harap aku bisa tangguh. Aku tidak ingin tersiksa hanya karena hal-hal keci, aku tidak ingin memaknai secara berlebih segala yang diucapkan atau dilakukan orang padaku. Aku ingin diriku yang berani kembali, yang berani melawan takut dan tidak menyerah terhadap kerumitan.

    Aku melihat diriku yang dulu kemarin, di video dan foto-foto yang tersimpan di laptop. Diriku yang begitu bersemangat, berani, dan percaya diri saat SMA, dan diriku yang bersikap dewasa dalam menyikapi masalah saat kuliah, juga diriku yang tak kenal lelah saat bekerja. Aku rindu diriku yang itu. Aku tau, aku masih diriku yang itu, aku hanya perlu memperbaiki beberapa hal, aku hanya perlu melihat ke diriku dan tidak terpengaruh dengan selain diriku. Aku adalah orang yang kuat.

    View Full