#ieduladha Tumblr posts

  • cilokku
    21.07.2021 - 3 monts ago
    Ibadah kurban memiliki dalil atau dasar hukum yang kuat karena bersumber dari Al Quran dan hadits. Berikut salah beberapa dalil ibadah kurban saat Idul Adha:
    Surah Al Kautsar ayat 2
    فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
    Fasholli lirobbika wanhar, Artinya: Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)
    Hadits Nabi Muhammad SAW Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mempunyai kemampuan untuk berkurban tetapi tidak mau melaksanakannya, maka janganlah ia dekat-dekat ke tempat shalat kami”.
    (HR. Ahmad) Hadits Imam Tirmidzi yang artinya: Saya disuruh menyembelih kurban dan berkurban itu sunah bagi kamu (HR. Tirmizi)
    Kami keluarga besar kedaibaksokece & @CilokKu_Official mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Adha 2021, semoga Allah senantiasa melindungi dan meluaskan rezeki-Nya kepada kita semua. aamiin
    View Full
  • guitartechindonesia
    20.07.2021 - 3 monts ago

    : GuitarTech⚡Indonesia : SIEG HEIL "IED UL ADHA WISHES" 1442 H⚡2021 M. Yuukk Nabuun duluu ahhh... ✌️😀 #guitartechindonesia #davidbogartsguitartechindonesia #iedmubarak #iduladha #ieduladha #sate #dagingasap #2021 (at GuitarTech ϟ Indonesia) https://www.instagram.com/p/CRi9xzKLmOs/?utm_medium=tumblr

    View Full
  • hamnahaj
    20.07.2021 - 3 monts ago

    Dulu waktu kecil

    Dulu waktu kecil, sering banget baca atau denger cerita nabi. Tidak terkecuali kisah nabi Ibrahim dari awal bagaimana ketika ia dibesarkan oleh ayah sang pemahat patung, lalu ia tumbuh menjadi anak yang cerdas, perjalanan mencari Tuhan, tidak hangus ketika dibakar api, menikah dengan Sarah dan belum dikaruniai anak kemudian ia menikah lagi dengan Hajar. Dulu waktu kecil, sering mikir tiap kali baca ulang cerita itu, kok Nabi Ibrahim tega sih cuma karena belum dikaruniai anak terus nikah lagi sama perempuan lain (dengan pemahaman waktu kecil yang idealnya satu suami satu istri).

    Menikahlah Nabi Ibrahim dengan dengan Hajar dan dikaruniai seorang Anak, Ismail namanya yang kelak Allah angkat menjadi seorang Nabi. Namun ternyata di dalam kisah yang saya baca Sarah cemburu melihat hal itu (untuk hal ini tentu saya sudah bisa merasakan ada di posisi Sarah meski usia saya masih kecil). Singkat cerita Ibrahim membawa Hajar dan bayinya ke sebuah gurun yang di sana sama sekali tidak ada kehidupan, Ibrahim memasangkan tenda dan membawa perbekalan. Setelah itu ia hendak pergi meninggalkan seorang wanita dan bayinya di tengah gurun. Sungguh, akalku sangat tidak menerima hal itu, pikirku waktu kecil "kok seorang Nabi gini sih ninggalin istri sama anaknya di tengah gurun, tega banget" ditambah dengan cerita perjuangan Hajar mencari air, berlari dari Safa Ke Marwah sebanyak 7x dan ternyata air itu ada di kaki bayi kecil Ismail, lagi-lagi pikiranku waktu kecil berkata "udah capek-capek lari di mana ketemunya di mana", air itu sampai saat ini masih ada Zamzam namanya.

    Sejak telaga Zamzam ada, ramailah manusia yang lewat ke gurun sepi itu sampai lahir kota kecil di sana, tentu saja Ismail sudah tumbuh menjadi seorang anak laki-laki yang baik. Kemudian di dalam cerita saya temukan sang ayah yang menurutku "sangat tega" itu kembali berkunjung untuk menjenguk istri dan anaknya, dia tidak menyangka tempat yang dulu ditinggalkannya kini sudah menjadi kota kecil yang ramai. Sampailah pada cerita mahsyur di mana Ibrahim bermimpi menyembelih anaknya Ismail yang lama tidak berjumpa, dan ia hendak melaksanakan sesuatu yang ia dapat dari mimpinya itu. Untuk kesekian kali pikiranku tidak terima hal ini, "kan itu mah cuma mimpi doang" dan tentu saja dalam cerita Ismail mau disembelih sampai pada detik-detik penyembelihan Allah ganti sosok Ismail ini dengan seekor kambing.

    Nah itu kurang lebih cerita yang saya baca dan dengar waktu kecil. Beberapa tahun setelahnya masih saja mengklaim cerita Nabi Ibrahim sungguh tidak masuk akal seolah tidak menerima. Padahal selain itu saya juga tau kisah Nabi lain yang juga tidak masuk akal, seperti Nabi Musa yang membelah lautan, Nabi Isa yang bisa bicara sejak bayi, tapi itu mudah diterima karena tau namanya mukjizat atau waktu kecil kita senang dengan cerita yang ada ajaib-ajaibnya wkwk.

    Kembali ke Nabi Ibrahim, setelah saya tumbuh, melanjutkan sekolah, sering mendengar ceramah, membaca buku, mendengar penjelasan guru. Perspektif tentang kisah Ibrahim perlahan berubah, tentang kenapa Nabi Ibrahim menikah dengan Hajar, tentang kenapa Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail di sebuah gurun, juga tentang kenapa setelah sekian lama berpisah dengan sang anak ketika bertemu ia malah hendak menyembelihnya. Semuanya itu tidak lain adalah bentuk ketaatannya kepada Sang Pencipta. Allah yang memerintahkan itu semua, ternyata Nabi Ibrahim melakukan itu bukan karena kehendaknya sendiri, ia hanya taat. Begitu pun Hajar dan Ismail yang dulu aku pikir (mau-mau aja lagi). Hikmahnya? Tentu sangat banyak. Gurun yang ditinggalkan nya itu kini menjadi sebuah kota yang merupakan sebuah pusat kiblat umat Islam yaitu Mekah dengan bangunan Ka'bah yang Ibrahim dan Ismail dirikan, Air Zamzam yang sampai saat ini ada terus memancarkan manfaat bagi seluruh umat manusia, tentang syariat sa'i bahwa kita manusia hanya bisa berusaha maksimal terus berdoa dan bertawakal setelahnya biarkan Allah yang mengatur semuanya, juga tentang penyembelihan seekor kambing yang kini kita mengenalnya dengan sebutan Qurban.

    Padahal, jika saja saya mencoba memposisikan diri sebagai Ibrahim, Hajar dan Ismail apakah bisa se-taat itu? Melaksanakan apapun perintah Allah tanpa tapi. Padahal sekarang saja untuk melakukan kewajiban-kewajiban seperti sholat dan amal ibadah lainnya (yang tentu perintahnya tidak seberat itu) masih sulit sekali, bahkan tidak jarang semua itu saya lakukan hanya sebatas gerakan penggugur kewajiban semata. Ya Allah.. Ampuni Mutia kecil yang pernah begitu sangat suudzon kepada Mu dan kepada Nabi Mu.

    View Full
  • abinurjihan
    19.07.2021 - 3 monts ago

    اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ Saat takbir berkumandang, met hari qurban.. semoga selalu dilancarkan rezeqinya dan bisa berqurban lagi di tahun depan, dan bisa berqurban buat yg blm bisa. . . . . . #ieduladha https://www.instagram.com/p/CRhAM5hslVG/?utm_medium=tumblr

    View Full
  • elaroby
    28.06.2021 - 3 monts ago

    (via Fahami Syarat Qurban Yang Syah Menurut Syariat - Alternatif Mu)

    View Full
  • furqonaxis
    03.09.2020 - 1 year ago

    Seorang Manusia yang Berskala Umat

    Di hari yang agung ini marilah kita bersama-sama senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Mari kita terus bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa.

    Sebab dengan ketakwaan itulah Allah meneguhkan hati Nabi Ibrahim AS untuk melaksanakan perintah Allah meninggalkan Siti Hajar dan Nabi Ismail Alaihima Salam di sebuah padang tandus, yang kemudian berkat ketundukan itu, kelak padang tandus itu akan berubah menjadi kota paling makmur di seantero muka bumi, pusat peribadatan dan pusat peradaban paling megah sepanjang zaman.

    Sebab dengan ketakwaan itu pula Allah mengokohkan hati Nabi Ismail AS untuk menaati perintah penyembelihan, yang berkat ketaatan itu, Allah abadikan pengorbanan beliau menjadi sebuah ibadah paling agung yang kelak akan terus diingat umat beriman sepanjang masa.

    Tidak bosan-bosan setiap tahun di momen Idul Adha ini kita peringati kisah-kisah yang mengabadikan perjalanan hidup Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail AS. Tidak bosan dan seharusnya kita tidak akan bosan. Jika perlu kita peringati kisah-kisah para Nabi agung ini setiap hari, bahkan setiap waktu. Agar intisari-intisari kisah mereka meresap ke dalam hati kita. Agar ibrah-ibrah perjalanan hidup mereka merasuk ke dalam tiap butir kata yang keluar dari lisan kita. Agar hikmah-hikmah pengorbanan tulus mereka mengalir dalam setiap bagian terkecil dari anggota tubuh kita, yang kemudian mewarnai setiap tingkah perbuatan kita.

    إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴿120﴾ شَاكِرًا لِأَنْعُمِهِ ۚ اجْتَبَاهُ وَهَدَاهُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ﴿121﴾ وَآتَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ۖ وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ ﴿122﴾ ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴿123﴾

    Nabi Ibrahim AS. adalah salah satu Nabi yang terpilih di antara para Nabi dan Rasul. Jika para Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia yang terpilih, maka Nabi Ibrahim adalah yang terpilih dari yang terpilih. Nabi Ibrahim adalah salah satu Ulul Azmi Minar Rusul, para Rasul yang memiliki ‘azzam atau tekad yang kokoh. Nabi Ibrahim bahkan berjuluk Bapaknya Para Nabi. Maka tidak diragukan bahwa Nabi Ibrahim adalah Nabi yang paling utama, setelah Nabi kita Muhammad SAW.

    Dan di antara keutamaan Nabi Ibrahim yang paling nampak adalah bahwa Nabi Ibrahim adalah seorang manusia yang berskala umat. Nabi Ibrahim adalah manusia yang kecintaannya, keimanannya, ketaatannya, keteguhannya, hujjahnya dan bahkan kekuatan fisiknya lebih hebat, lebih kuat dan lebih dahsyat daripada gabungan satu umat manusia.

    Jika ditelaah, Nabi Ibrahim AS sesungguhnya adalah Nabi yang paling jauh perjalanan dakwahnya. Nabi Ibrahim AS dalam perjalanan hidupnya tinggal berpindah-pindah dari Iraq, menuju Syam, kemudian Mesir, dan juga berkali-kali datang dan pergi dari Baitul Maqdis menuju Jazirah Arab atau Hijaz. Dan yang menakjubkan adalah dalam perjalanan panjang itu tidak pernah sekalipun beliau luput untuk senantiasa berdakwah menyeru pada peribadahan kepada Allah. Maka dapat kita bayangkan Nabi Ibrahim yang mengelilingi negeri-negeri Arab dengan berjalan kaki, tidak pernah meninggalkan satu daerah atau satu kelompok masyarakatpun yang beliau temui dalam perjalanan kecuali Nabi Ibrahim pasti mendakwahi mereka kepada keimanan kepada Allah. Mulai dari mengajak orang yang paling dekat dengan hidupnya, yaitu ayahnya sendiri, hingga mendakwahi para penguasa zalim yang mengaku-aku diri sebagai Tuhan.

    Maka itulah gambaran keteguhan dakwah Nabi Ibrahim yang berskala umat. Keteguhan dakwah yang jika kita kumpulkan sekelompok besar umat manusia untuk bahu-membahu, bergotong-royong melaksanakan tugas yang diselesaikan oleh Nabi Ibrahim seorang diri, maka niscaya mereka tidak akan bisa menuntaskan tugas itu.

    Nabi Ibrahim juga adalah Nabi yang Allah berikan kemampuan fisik yang luar biasa. Yang dengan kekuatan fisiknya Allah mampukan beliau untuk berjalan menembus negeri-negeri, melakukan perjalanan panjang lagi melelahkan yang sulit diterima oleh akal kita. Yang dengan kebugaran tubuhnya, fisiknya terlihat tetap prima dan tampak bagai pemuda di kala usianya yang tidak lagi muda. Seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:

    قالوا سمعنا فتى يذكرهم يقال له إبراهيم

    Para Ulama menyebutkan bahwa umur beliau kala menghancurkan-berhala-berhala itu adalah 100 tahun.

    Allah juga anugerahkan hujjah yang kokoh untuk Nabi Ibrahim. Yang dengan ketajaman argumennya itu Allah mampukan Nabi Ibrahim untuk memenagkan berbagai perdebatan melawan para penguasa, kaum cerdik-pandai, dan para tokoh pembesar zamannya. Yang melalui keindahan hujjah Nabi Ibrahim, Allah tanamkan begitu dalam keyakinan pada Siti Hajar dan Nabi Ismail AS akan kebenaran janji dan perintah Allah SWT.

    Itulah gambaran kekuatan fisik dan kekokohan hujjah Nabi Ibrahim AS. seorang diri yang bersanding setara dengan kekuatan fisik dan hujjah ribuan bahkan jutaan manusia. Maka kita tidak akan merasa heran ketika Siti Hajar ditinggal bersama buah hati di sebuah padang pasir tandus yang bahkan air saja tidak ada, namun kemudian beliau yakin bahwa ini adalah perintah Allah dan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang menaati perintah. Atau kita tidak akan merasa aneh dengan keimanan Nabi Ismail AS atas kebenaran perintah penyembelihan beliau. Sebab kita tahu bahwa sesungguhnya orang yang meyakinkan mereka, bahwa Nabi yang mendidik keduanya adalah seorang manusia yang Allah karuniakan hujjah yang menandingi hujjah sekumpulan umat manusia.

    Sehingga kita juga tidak perlu bertanya-tanya bagaimana mungkin Nabi Ibrahim AS sendiri bisa begitu yakin dan dimudahkan untuk melalui semua ujian keimanan dan kecintaan ini. Sebab Nabi Ibrahim AS sendiri telah melalui banyak ujian keimanan sepanjang hidupnya. Jika para Nabi dan Rasul adalah orang-orang yang paling berat ujiannya, maka Nabi Ibrahim adalah termasuk Nabi yang paling berat ujiannya di antara Nabi-Nabi lainnya. Dan di antara ujian yang paling berat itu adalah beliau dihadapkan pada kekufuran ayahnya sendiri. Dan tersebab ujian-ujian tersebut pulalah Nabi Ibrahim memperoleh derajat yang paling tinggi di sisi Allah SWT. Ujian berat berupa pengorbanan cinta terhadap istri dan anak tercinta, adalah puncak ujian kecintaan seorang anak Adam. Yang mana ketika Nabi Ibrahim lulus dari ujian tersebut, maka langsung Allah garansi dengan gelar yang teramat agung: Khalilurrahmaan.

    وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

    Ujian kecintaan inilah yang juga membawa Nabi Ibrahim AS. diabadikan sebagai salah satu dari 2 Uswatun Hasanah dalam Al-Quran, disetarakan kedudukannya bersama dengan Rasulullah Muhammad SAW sang pemimpin para Nabi.

    قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ

    Disandingkan pula namanya bersama Rasul kita SAW dalam shalawat yang kita baca setiap waktu. Sehingga itulah gambaran cinta dan iman Nabi Ibrahim AS yang setara dengan cinta dan imannya segabungan umat manusia.

    Maka di hari-hari besar yang berbahagia ini, di hari-hari yang mengabadikan kisah perjalanan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS ini marilah kita bersama-sama mentafakkuri kembali ibrah-ibrah dari kisah tersebut untuk bersama-sama kita amalkan dalam kehidupan kita. Agar kita dapat melalui ujian kehidupan, ujian kesehatan, ujian ekonomi dan ujian keimanan ini dengan penuh keyakinan akan kebenaran janji Allah, sehingga kita dapat lulus dari ujian-ujian ini dengan predikat Shalihin dan Muttaqin. Aamiin. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

    Allahu a’lam bisshawaab.

    MF | Khutbah Jum’at Idul Adha, 31 Juli 2020

    View Full
  • ksatriaberkuda
    02.08.2020 - 1 year ago

    Qurbankan Apa yang Kita Cintai

    Momen apa yang dicintai dalam momen qurban?

    Anggaran untuk membeli hewan qurban?

    Dokumentasi untuk eksistensi?

    Waktu sibuk hingga tak sempat menjadi saksi?

    atau Ilmu dan tenaga yang mencari apresiasi?

    Mencari hewan Qurban larut berhari - hari Tanya sana, tanya sini Kunjungi peternakan sampai lima kali Hingga foto kambing dan domba memenuhi galeri. Dan akhirnya hewan qurban terpilih dan tiba di lokasi.

    Esok hari dalam perjalanan, ban motor bocor dan harus terhenti. Beberapa tambal ban masih tutup, karena hari masih terlalu pagi. Alhasil menyebabkan diri tak bisa tepat waktu tiba di lokasi.

    Sempat ia berpesan untuk hewan qurbannya tak dulu disembelih, karena ia telah beli bilah golok yang digosok untuk menyembelih hewan qurbannya nanti.

    Namun sepertinya panitia tidak bisa bersabar karena ada waktu yang harus dikejar, sementara dia masih jauh dari lokasi tanpa ada waktu pasti..

    Setelah tragedi “kehilangan” uang dan atm, yang ternyata hanya ia lupa lokasi. Satu, dua, tiga tambal ban mereka lewati dengan jalan kaki. Perjalanan akhirnya dapat ditempuh kembali.

    Ia mengemudi, temannya mengarahkan navigasi. Seketika dalam perjalanan sang navigator mendapati pesan: 

    “Bro.. sorry, udah beres, harus kejar waktu, dzuhur harus beres.”

    Seketika ia mengemudi dengan pikiran kosong..

    Kok bisa hewan qurbannya disembelih tanpa nya?

    Padahal hewan qurban itu "miliknya” yang ia beli dengan uangnya sendiri, secara logika dia bisa saja batal qurban disana dan mengambil kembali hewannya pergi..

    Ingin rasanya ia membalas pesannya dengan kekecewaan. Geram rasanya ingin marah. Ingin rasanya menunjukan kesalahan2nya. Betapa keliru keputusannya.

    Namun renungan dalam perjalanannya masih dapat membendung luapan emosinya. Apakah mungkin ini esensi Qurban pada hari raya Idul Adha kali ini?

    “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfaqkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu infaqkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali Imran: 92)

    Sejatinya hewan qurban itu milik siapa? Apa yang sebenarnya kita Qurban-kan?

    Sehingga, satu patah kata pun tak ia balas pesannya, Ia ingin peluk sahabatnya yg mengambil keputusan, seraya berkata: “Maaf aku datang terlambat, apa yang bisa aku bantu?” Tanpa ingin merusak suasana.

    Pasalnya penduduk kampung sana konon 2 tahun terakhir tak ada satupun menyelenggarakan qurban.

    Sehingga sungguh tak layak ia persoalkan hal siapa yang menyembelih dan tak ada kehadirannya dalam proses penyembelihan. Walaupun sesak ia rasa. Mungkin memang itulah yang ia cintai, yang pada kali ini yang harus ia qurbankan.

    Sementara luapan kekecewaan, amarah, dan kekesalan, tak akan membuat hewan itu hidup kembali dan mengulang hal yang telah terjadi, justru hanya akan memperkeruh situasi.

    Seperti apakah qurban yang sejati? Apakah sebatas transaksi jual beli? atau hanya ritual seremoni? Sudahkah kita mengQurbankan apa yang kita cintai?

    Seperti Nabi Ibrahim & Siti Hajar yang mengQurbankan anaknya sendiri, atau Nabi Ismail yang mengQurbankan dirinya sendiri yang jelas mereka cintai, atas dasar keta’atan semata untuk Illahi Rabbi..

    View Full
  • ourhastablog
    31.07.2020 - 1 year ago

    Bismillah ,...

    Semoga langkah ini di ijabah ,

    Semoga mampu untuk berbuat.

    Semoga disegerakan segala keinginnan yang tertunda,.

    Sejauh ini hanya doa dan harapan yang mampu aku panjatkan sebagai bentuk ihtiar kepadanya .
    @ 31juli2020 @agil_hasta
    View Full
  • shofikhairina
    30.07.2020 - 1 year ago

    Merelakan

    Tentang merelakan, baik siapa maupun apa. 

    Jangan terlalu lama, jangan berlebihan, jangan menyelam terlalu dalam. 

    Sebab yang kita punya baik apa maupun siapa ada yang lebih memiliki, yaitu Sang Pemilik. Kita ini juga milik-Nya kan?

    Dari berkurban kita belajar merelakan dan menyisihkan harta untuk disembelih, dari memberi kita belajar merelakan apa yang kita miliki, dan dari membantu pula kita belajar apa yang bisa kita usahakan. 

    Sinyal apa yang ditangkap untuk bisa merelakan semua? apalagi kalau bukan sinyal kecintaan dan keimanan pada-Nya.

    Selamat belajar merelakan ya kita!

    (writing project with @sahabatmblr ) Klaten, 30 Juli 2020 | Malam Takbiran

    View Full
  • sura69
    25.07.2020 - 1 year ago
    View Full
  • daaralatsarindonesia
    20.07.2021 - 3 monts ago

    ═════ •❀•◎﷽◎•❀• ═════

    Segenap Keluarga Besar

    Yayasan Daar Al Atsar Indonesia mengucapkan,

    SELAMAT HARI RAYA

    'IEDUL ADHA 1442 H

    تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

    Semoga Allah ﷻ menerima Amalan Kami dan Amalan kalian

    ═════ •❀•◎---◎•❀• ═════

    🔲Yayasan Daar Al Atsar Indonesia:

    📎Instagram: @daaralatsar.indonesia

    📎Facebook : daaralatsarindonesia

    📎Twitter: daaralatsar_id

    📎Telegram: daaralatsar_indonesia

    📎Website: www.daaralatsarindonesia.com

    .

    #daaralatsarindonesia #idulfitri #iduladha1442h #ieduladha #ieduladha1442h #lebaran #عيدالفطر #lebaran2021 #mudik #lebarandirumahaja #shalatiduladha #shalatieduladha #عيد #iduladhadirumahaja #gamudik #mudiklebaran #mudik2021 #idul_adha #iedul_adha #harirayaiduladha #liburlebaran #liburiduladha #iduladha2021 #eiduladha #eiduladha2021 #dirumahaja #stayhome #stayhomestaysafe #dirumahsaja #dirumahsajadulu

    View Full
  • abinurjihan
    19.07.2021 - 3 monts ago

    اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ Saat takbir berkumandang, met hari qurban.. semoga selalu dilancarkan rezeqinya dan bisa berqurban lagi di tahun depan, dan bisa berqurban buat yg blm bisa. . . . . . #ieduladha https://www.instagram.com/p/CRhAM5hslVG/?utm_medium=tumblr

    View Full
  • elaroby
    28.06.2021 - 3 monts ago

    (via Fahami Syarat Qurban Yang Syah Menurut Syariat - Alternatif Mu)

    View Full
  • furqonaxis
    03.09.2020 - 1 year ago

    Seorang Manusia yang Berskala Umat

    Di hari yang agung ini marilah kita bersama-sama senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Mari kita terus bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa.

    Sebab dengan ketakwaan itulah Allah meneguhkan hati Nabi Ibrahim AS untuk melaksanakan perintah Allah meninggalkan Siti Hajar dan Nabi Ismail Alaihima Salam di sebuah padang tandus, yang kemudian berkat ketundukan itu, kelak padang tandus itu akan berubah menjadi kota paling makmur di seantero muka bumi, pusat peribadatan dan pusat peradaban paling megah sepanjang zaman.

    Sebab dengan ketakwaan itu pula Allah mengokohkan hati Nabi Ismail AS untuk menaati perintah penyembelihan, yang berkat ketaatan itu, Allah abadikan pengorbanan beliau menjadi sebuah ibadah paling agung yang kelak akan terus diingat umat beriman sepanjang masa.

    Tidak bosan-bosan setiap tahun di momen Idul Adha ini kita peringati kisah-kisah yang mengabadikan perjalanan hidup Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail AS. Tidak bosan dan seharusnya kita tidak akan bosan. Jika perlu kita peringati kisah-kisah para Nabi agung ini setiap hari, bahkan setiap waktu. Agar intisari-intisari kisah mereka meresap ke dalam hati kita. Agar ibrah-ibrah perjalanan hidup mereka merasuk ke dalam tiap butir kata yang keluar dari lisan kita. Agar hikmah-hikmah pengorbanan tulus mereka mengalir dalam setiap bagian terkecil dari anggota tubuh kita, yang kemudian mewarnai setiap tingkah perbuatan kita.

    إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴿120﴾ شَاكِرًا لِأَنْعُمِهِ ۚ اجْتَبَاهُ وَهَدَاهُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ﴿121﴾ وَآتَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ۖ وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ ﴿122﴾ ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴿123﴾

    Nabi Ibrahim AS. adalah salah satu Nabi yang terpilih di antara para Nabi dan Rasul. Jika para Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia yang terpilih, maka Nabi Ibrahim adalah yang terpilih dari yang terpilih. Nabi Ibrahim adalah salah satu Ulul Azmi Minar Rusul, para Rasul yang memiliki ‘azzam atau tekad yang kokoh. Nabi Ibrahim bahkan berjuluk Bapaknya Para Nabi. Maka tidak diragukan bahwa Nabi Ibrahim adalah Nabi yang paling utama, setelah Nabi kita Muhammad SAW.

    Dan di antara keutamaan Nabi Ibrahim yang paling nampak adalah bahwa Nabi Ibrahim adalah seorang manusia yang berskala umat. Nabi Ibrahim adalah manusia yang kecintaannya, keimanannya, ketaatannya, keteguhannya, hujjahnya dan bahkan kekuatan fisiknya lebih hebat, lebih kuat dan lebih dahsyat daripada gabungan satu umat manusia.

    Jika ditelaah, Nabi Ibrahim AS sesungguhnya adalah Nabi yang paling jauh perjalanan dakwahnya. Nabi Ibrahim AS dalam perjalanan hidupnya tinggal berpindah-pindah dari Iraq, menuju Syam, kemudian Mesir, dan juga berkali-kali datang dan pergi dari Baitul Maqdis menuju Jazirah Arab atau Hijaz. Dan yang menakjubkan adalah dalam perjalanan panjang itu tidak pernah sekalipun beliau luput untuk senantiasa berdakwah menyeru pada peribadahan kepada Allah. Maka dapat kita bayangkan Nabi Ibrahim yang mengelilingi negeri-negeri Arab dengan berjalan kaki, tidak pernah meninggalkan satu daerah atau satu kelompok masyarakatpun yang beliau temui dalam perjalanan kecuali Nabi Ibrahim pasti mendakwahi mereka kepada keimanan kepada Allah. Mulai dari mengajak orang yang paling dekat dengan hidupnya, yaitu ayahnya sendiri, hingga mendakwahi para penguasa zalim yang mengaku-aku diri sebagai Tuhan.

    Maka itulah gambaran keteguhan dakwah Nabi Ibrahim yang berskala umat. Keteguhan dakwah yang jika kita kumpulkan sekelompok besar umat manusia untuk bahu-membahu, bergotong-royong melaksanakan tugas yang diselesaikan oleh Nabi Ibrahim seorang diri, maka niscaya mereka tidak akan bisa menuntaskan tugas itu.

    Nabi Ibrahim juga adalah Nabi yang Allah berikan kemampuan fisik yang luar biasa. Yang dengan kekuatan fisiknya Allah mampukan beliau untuk berjalan menembus negeri-negeri, melakukan perjalanan panjang lagi melelahkan yang sulit diterima oleh akal kita. Yang dengan kebugaran tubuhnya, fisiknya terlihat tetap prima dan tampak bagai pemuda di kala usianya yang tidak lagi muda. Seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:

    قالوا سمعنا فتى يذكرهم يقال له إبراهيم

    Para Ulama menyebutkan bahwa umur beliau kala menghancurkan-berhala-berhala itu adalah 100 tahun.

    Allah juga anugerahkan hujjah yang kokoh untuk Nabi Ibrahim. Yang dengan ketajaman argumennya itu Allah mampukan Nabi Ibrahim untuk memenagkan berbagai perdebatan melawan para penguasa, kaum cerdik-pandai, dan para tokoh pembesar zamannya. Yang melalui keindahan hujjah Nabi Ibrahim, Allah tanamkan begitu dalam keyakinan pada Siti Hajar dan Nabi Ismail AS akan kebenaran janji dan perintah Allah SWT.

    Itulah gambaran kekuatan fisik dan kekokohan hujjah Nabi Ibrahim AS. seorang diri yang bersanding setara dengan kekuatan fisik dan hujjah ribuan bahkan jutaan manusia. Maka kita tidak akan merasa heran ketika Siti Hajar ditinggal bersama buah hati di sebuah padang pasir tandus yang bahkan air saja tidak ada, namun kemudian beliau yakin bahwa ini adalah perintah Allah dan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang menaati perintah. Atau kita tidak akan merasa aneh dengan keimanan Nabi Ismail AS atas kebenaran perintah penyembelihan beliau. Sebab kita tahu bahwa sesungguhnya orang yang meyakinkan mereka, bahwa Nabi yang mendidik keduanya adalah seorang manusia yang Allah karuniakan hujjah yang menandingi hujjah sekumpulan umat manusia.

    Sehingga kita juga tidak perlu bertanya-tanya bagaimana mungkin Nabi Ibrahim AS sendiri bisa begitu yakin dan dimudahkan untuk melalui semua ujian keimanan dan kecintaan ini. Sebab Nabi Ibrahim AS sendiri telah melalui banyak ujian keimanan sepanjang hidupnya. Jika para Nabi dan Rasul adalah orang-orang yang paling berat ujiannya, maka Nabi Ibrahim adalah termasuk Nabi yang paling berat ujiannya di antara Nabi-Nabi lainnya. Dan di antara ujian yang paling berat itu adalah beliau dihadapkan pada kekufuran ayahnya sendiri. Dan tersebab ujian-ujian tersebut pulalah Nabi Ibrahim memperoleh derajat yang paling tinggi di sisi Allah SWT. Ujian berat berupa pengorbanan cinta terhadap istri dan anak tercinta, adalah puncak ujian kecintaan seorang anak Adam. Yang mana ketika Nabi Ibrahim lulus dari ujian tersebut, maka langsung Allah garansi dengan gelar yang teramat agung: Khalilurrahmaan.

    وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

    Ujian kecintaan inilah yang juga membawa Nabi Ibrahim AS. diabadikan sebagai salah satu dari 2 Uswatun Hasanah dalam Al-Quran, disetarakan kedudukannya bersama dengan Rasulullah Muhammad SAW sang pemimpin para Nabi.

    قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ

    Disandingkan pula namanya bersama Rasul kita SAW dalam shalawat yang kita baca setiap waktu. Sehingga itulah gambaran cinta dan iman Nabi Ibrahim AS yang setara dengan cinta dan imannya segabungan umat manusia.

    Maka di hari-hari besar yang berbahagia ini, di hari-hari yang mengabadikan kisah perjalanan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS ini marilah kita bersama-sama mentafakkuri kembali ibrah-ibrah dari kisah tersebut untuk bersama-sama kita amalkan dalam kehidupan kita. Agar kita dapat melalui ujian kehidupan, ujian kesehatan, ujian ekonomi dan ujian keimanan ini dengan penuh keyakinan akan kebenaran janji Allah, sehingga kita dapat lulus dari ujian-ujian ini dengan predikat Shalihin dan Muttaqin. Aamiin. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

    Allahu a’lam bisshawaab.

    MF | Khutbah Jum’at Idul Adha, 31 Juli 2020

    View Full
  • ourhastablog
    31.07.2020 - 1 year ago

    Bismillah ,...

    Semoga langkah ini di ijabah ,

    Semoga mampu untuk berbuat.

    Semoga disegerakan segala keinginnan yang tertunda,.

    Sejauh ini hanya doa dan harapan yang mampu aku panjatkan sebagai bentuk ihtiar kepadanya .
    @ 31juli2020 @agil_hasta
    View Full
  • shofikhairina
    30.07.2020 - 1 year ago

    Merelakan

    Tentang merelakan, baik siapa maupun apa. 

    Jangan terlalu lama, jangan berlebihan, jangan menyelam terlalu dalam. 

    Sebab yang kita punya baik apa maupun siapa ada yang lebih memiliki, yaitu Sang Pemilik. Kita ini juga milik-Nya kan?

    Dari berkurban kita belajar merelakan dan menyisihkan harta untuk disembelih, dari memberi kita belajar merelakan apa yang kita miliki, dan dari membantu pula kita belajar apa yang bisa kita usahakan. 

    Sinyal apa yang ditangkap untuk bisa merelakan semua? apalagi kalau bukan sinyal kecintaan dan keimanan pada-Nya.

    Selamat belajar merelakan ya kita!

    (writing project with @sahabatmblr ) Klaten, 30 Juli 2020 | Malam Takbiran

    View Full
  • sura69
    25.07.2020 - 1 year ago
    View Full